ilustrasi


Akun facebook Wawat Kurniawan membuka kebohongan Media Tempo dalam mempermainkan pemberitaan Sumber Waras.

Dalam laman Facebook-nya per tanggal 16 April 2016, Wawat menjelaskan Media Tempo mencoba membuat plintiran (spinned) dalam mendefinisikan kata Tunai sebagai cash atau membawa duit pakai truk.

wawat kurniawan

“(Tempo melakukan hal itu) agar ada celah untuk mengkriminalisasi HAA (Harry Azhar Azis) dan BPK,” jelas Wawat sebagaimana ditulis dalam laman facebook-nya.

Padahal, faktanya, Gubernur DKI Ahok melakukan pembayaran tunai atau lunas Hak Guna Bangunan (HGB) Sumber Waras, saat malam Tahun Baru 2014.

“Transfer Tunai (TT) bukan Giro nomor CK493387 perpindahan antar rekening di Bank DKI tgl 31 desember 2014 sebesar Rp.718.905.072.500, dan CK4933388 sebesar Rp.37.784.477.500” jelas Wawat sambil mengunggah dua bukti transfer Ahok kepada pengelola Sumber Waras.

Diketahui, pada laman Tempo.co, Senin (18/4), Ahok menyebut bahwa uang tunai sebesar Rp 755 miliar hanya akan bisa didapatkan dari Bank Indonesia. Selain itu, Ahok juga berdalih bahwa uang tunai sebanyak itu volumenya terbilang sangat besar, bahkan diperkirakan beratya mencapai 7,5 ton.

“Semua sudah jelas. Jadi tidak usah ngomong itu lagi, ya,” bohong Ahok.

Sumber: suarajakarta / updatepos.com/ Writen by jurnalis 

***

Perbedaan Cek dan Bilyet Giro

Cek

  • Cek dapat diuangkan langsung secara tunai.
  • Pembayaran oleh bank dapat dilakukan atas unjuk (Dapat diendorsmentkan)
  • Dikenakan biaya materai
  • Cek berfungsi sebagai surat perintah dari nasabah kepada bank untuk membayar dengan uang tunai kepada orang yang ditunjuk atau penbawa cek tersebut.
  • Cek tidak dapat diuangkan pada bank yang bersangkutan sebelum di beri tanggal penerbitanya.
  • Hanya tercantum tanggal penerbitan karena dikenal adanya cek mundur
  • Sumber hukum KUHD

Bilyet Giro

  • Bilyet Giro tidak dapat  diuangkan langsung secara tunai
  • Pemindah bukuan yang dilakukan oleh bank hanya dapat dilakukan atas nama (Tidak dapat diendosir)
  • Bebas biaya materai
  • Bilyet giro berfungsi sebagai surat perintah dari nasabah kepada bank untuk memindahkan dananya kepada orang yang di tunjuk dan mempunyai rekening yang jelas pada bank tertentu.
  • Bilyet giro dapat diserahkan bank sebelum tanggal efektif, jika tanggal efektif tersebut lebih awal dari tanggal penerbitanya
  • Tercantum tanggal penerbitan dan tanggal efektif.
  • Sumber hukum PBI

Sumber: kuliah.info

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.948 kali, 1 untuk hari ini)