.

 

Dalam memilih Jokowi, Mega juga mengaku ‘berkomunikasi’ dengan sang ayah. “Aku tanya ke Bapak (Sukarno-red) kalau si kerempeng itu bagus. Bapak saya bilang, dia itu tahan banting,” kata Mega.

Menurut fatwa Syaikh Jibrin, itu komunikasi bukan dengan arwah manusia namun dengan syetan.

Inilah beritanya, dan di bagian bawah ada kutipan fatwa Syaikh Jibrin.

***

Saat Mega Mengaku ‘Berkomunikasi’ dengan Bung Karno

Prins David Saut – detikNews

Jakarta – Banyak cerita disampaikan Ketum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri di Rakernas NasDem. Mulai dari pengalaman menjadi wapres dan presiden, perjuangan memimpin partai, hingga kenangan bersama sang ayah, Sukarno. Hingga saat ini, ia mengaku masih ‘berkomunikasi’ dengan sang ayah.

Cerita soal Sukarno diawali dari gagalnya keinginan Mega untuk kuliah. Mega sedih, tapi urung menangis saat sang ayah bertanya ‘kamu anak siapa?’. Pertanyaan itu sudah cukup membuat Mega tahu posisinya dan harus kuat.

“Saya tidak jadi nangis. Saya anak Sukarno,” kata Mega di hadapan ratusan peserta dan tamu undangan Rakernas NasDem di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Selasa (27/5/2014).

Sukarno berpesan agar Mega menjaga NKRI. Ia juga menyampaikan bahwa ilmu bisa dicari di mana-mana. Yang penting adalah ‘apa yang bisa disumbangkan buat negara ini?’

“Itulah tujuan saya 10 tahun tak berkuasa. Tujuan saya adalah membuat bangsa ini merdeka. Itu semua sudah dikatakan bapak saya,” kata Mega.

“Insya Allah bapak boleh lihat (hasilnya). Saya lagi bicara sama Bung Karno di atas,” tambah Mega.

Dalam memilih Jokowi, Mega juga mengaku ‘berkomunikasi’ dengan sang ayah. “Aku tanya ke Bapak (Sukarno-red) kalau si kerempeng itu bagus. Bapak saya bilang, dia itu tahan banting,” kata Mega.

Mega sempat membuat ratusan peserta dan tamu undangan Rakernas NasDem tertawa. Ia melempar candaan tentang intel Indonesia, Jokowi yang kerempeng, dan sindiran ringan. Ruangan acara pun ‘bertabur’ tepuk tangan.

      Selasa, 27/05/2014 15:48 WIB

***

Arwah Itu Adalah Setan

 

Oleh: Syaikh Ibnu Jibrin

Pertanyaan:

Ada sebagian orang yang sibuk mendatangkan arwah dengan berbagai macam cara. Apakah benar yang mereka datangkan tersebut ruh, ataukah qorin/setan?

Jawaban:

Yang dimaksud dengan arwah di sini adalah bangsa jin yang diciptakan Allah dari api. Mereka adalah ruh dengan tanpa jasad. Dan, yang dimaksud dengan menghadirkannya ialah memang-gilnya dan meminta kehadirannya sehingga berbicara dan manusia mendengar ucapannya.

Seperti diketahui bahwa Allah telah menutupi mereka dari kita dan bahwa penglihatan kita dapat membakar mereka, sebagaimana firmanNya tentang Iblis, “Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka.” (Al-A`raf: 27)

Yang dimaksud dengan kabilahnya ialah bangsanya dan yang semisal penciptaannya, seperti malaikat dan jin. Allah mem-beri kepada mereka kemampuan untuk merubah wujud menjadi jasad-jasad yang bermacam-macam. Mereka dapat menampakkan diri dalam rupa hewan, serangga, singa dan lain-lain. Mereka juga memiliki kemampuan untuk menyerupai manusia, sebagaimana firman Allah -subhanahu wata’ala-, “Tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang ke-masukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila.” (Al-Baqarah: 275)

Nabi -shollallaahu’alaihi wasallam- bersabda,  “Setan mengalir dalam diri manusia pada aliran darah.” (HR. Al-Bukhari, no. 7171,kitab al-Ahkam; Muslim, no. 2175, kitab as-Salam.)

Selama muslim membentengi dirinya dengan berdzikir kepada Allah, berdoa kepadaNya,membaca kitabNya, beramal shalih dan jauh dari keharaman, maka Allah melindunginya,dan jin tidak mampu mengganggunya serta menguasainya kecuali bila Allah Adapun menghadirkan ruh yang dimaksud dalam pertanyaan maka tidak diragukan lagi bahwa yang dihadirkan itu kemungkinan prajurit setan (khadam), yang kepada merekalah manusia mendekatkan diri dengan apa yang mereka sukai atau menulis huruf-huruf yang tidak dipahami yang berisikan kesyirikan atau doa kepada selain Allah. Lalu jin menjawabnya dan orang-orang yang hadir mendengarkan ucapannya.

Biasanya ia menghadirkan seseorang yang lemah akal dan agamanya, kurang peduli dengan dzikir dan doa, sehingga jin bisa merasukinya dan berbicara lewat lisannya. Tidak ada yang melakukan hal itu kecuali para penyihir, dukun, dan sejenisnya. Bukan mustahil manusia dapat mendengar ucapan jin muslim, sebagai-mana disaksikan bahwa mereka membangunkannya untuk shalat dan tahajjud, sedangkan ia tidak melihat. Wallahu a’lam.

Rujukan:

Fatwa Syaikh Abdullah al-Jibrin. Disalin dari buku Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 3, penerbit Darul Haq.

 

 Abu Hilmy/ https://www.mail-archive.com/assunnah@yahoogroups.com/msg05080.html

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.961 kali, 1 untuk hari ini)