Megawati Akan Diberi Gelar Profesor Kehormatan, di Medsos Beredar yang Begini

“Pada hari Jumat (11/6/2021) akan dilakukan sidang senat terbuka Universitas Pertahanan RI dalam rangka pengukuhan gelar Profesor Kehormatan (Guru Besar Tidak Tetap) Ilmu Pertahanan Bidang Kepemimpinan Strategik pada Fakultas Strategi Pertahanan Universitas Pertahanan RI kepada Ibu Megawati Soekarnoputri,”kata Rektor Unhan Laksamana Madya TNI Prof Amarulla Octavian dalam keterangannya, Selasa (8/6/2021).

Gelar prof kehormantan untuk Megawati Soekarnoputri dari Universitas Pertahanan (Unhan) merusak dunia akademis di Indonesia.

Demikian dikatakan aktivis Malapetaka Limabelas Januari (Malari) 74 Salim Hutadjulu dalam pernyataan kepada www.suaranasional.com, Selasa (8/6/2021). “Seseorang yang mendapat gelar prof kehormatan setidaknya mempunyai karya ilmiah dan gagasan cemerlang untuk Indonesia,” ungkapnya.

(lihat Gelar Profesor Kehormatan untuk Megawati Rusak Dunia Akademis Indonesia

Posted on 9 Juni 2021 by Nahimunkar.org.

Sementara itu di medsos beredar yang begini:

 



SFz™

@shayfuddinz

 

Megawati #PenguasaGagalTotal

8.24 PM · 8 Jun 2021·Twitter for Android

 

 

 

Sebut Megawati Tak Berilmu, Cak Nun: Dia Itu Enggak Pernah Sekolah!

DEMOCRAZY News 
16.37

DEMOCRAZY.ID – Budayawan sekaligus cendekiawan Islam, Emha Ainun Nadjib alias Cak Nun menyinggung Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri yang dianggap kurang merakyat. 

 

Bahkan, menurutnya, Megawati merupakan sosok yang jauh dari ilmu dan pendidikan.

 

Dilansir dari video berjudul ‘Cak Nun: Megawati Tak Pernah Sekolah’ di saluran Youtube Ach Sin, Cak Nun pertama-tama bicara mengenai fenomena kebangsaan di Indonesia. 

 

Dia mengatakan, saat ini banyak pejabat yang lebih mementingkan partai ketimbang negaranya.

 

“Bendera (partai) jangan terlalu banyak-banyak sampai bendera Indonesia dihilangkan. Sekarang saya tanya, kalau kalian orang PKB, tanya sama (pengurus) PKB, lebih penting mana PKB atau Republik Indonesia? Kalau lebih penting PKB, salah atau benar? Salah kan?” ujar Cak Nun, dikutip Selasa 9 Maret 2021.

 

“Sekarang parpol mana yang lebih mementingkan Indonesia dibanding parpol-nya?” sambungnya.

 

Lebih jauh, Cak Nun menambahkan, fenomena serupa juga terjadi di tubuh PDIP. Kendati menjabat sebagai presiden, namun Jokowi hanya dianggap petugas partai atau anak buah Megawati. 

 

Sehingga, secara tak langsung, dia tak berkuasa secara penuh.

 

Kenyataan tersebut, kata Cak Nun, membuktikan bahwa kepentingan partai masih berada di atas segalanya. 

 

Namun menariknya, sosok yang dikenal berani mengkritik pemerintah tersebut tak mau menyalahkan keadaan. Lantas, mengapa demikian?

 

“Sampai hari ini, Megawati mengatakan Jokowi tetap petugas partai. Jadi (menurutnya) Indonesia itu bagian dari PDIP, bukan PDIP bagian dari Indonesia. Salah atau benar? Salah. Tapi jangan salahkan Megawati, karena dia enggak ngerti,” tegasnya.

 

Cak Nun Sebut Megawati Tak Berilmu

 

Cak Nun mengaku tak heran seandainya Megawati lebih mementingkan urusan partai ketimbang negara. 

 

Sebab, kata dia, Megawati tak pernah bersentuhan langsung dengan masyarakat. 

 

Sejak kecil mantan Presiden Indonesia itu sudah hidup enak dan berkecukupan di Istana.

 

Bukan hanya itu, Cak Nun juga meragukan kapasitas keilmuan Megawati. 

 

Sebab, menurutnya, bekal pendidikan Megawati masih cenderung kurang.

 

“Dia enggak punya ilmu buat memahami itu, dia enggak sekolah, dia enggak pernah menjadi manusia biasa seperti Anda. Bergaul di kampung-kampung enggak pernah. Sejak kecil, beliau itu anak presiden di istana.”

 

“Anda jangan menuntut Mega untuk memahami itu, orang dia enggak ngerti kok. Jangan dipaksa-paksa.”

 

“Sementara Jokowi juga enggak ngerti. Makanya kalau milih presiden hati-hati. Kan yang salah kalian sendiri kok, sekarang protes-protes nyuruh aku ngeberesin. Seenaknya saja kalian. Pas ngegas enggak bilang-bilang, pas kesandung baru lapor,” kata Cak Nun. [Democrazy/hps]/ democrazy.id

(nahimunkar.org)


 

(Dibaca 362 kali, 1 untuk hari ini)