Sketsanews.com Jakarta – Berdasarkan laporan polisi bernomor LP/79/I/2017/Bareskrim, secara resmi mantan Presiden RI Megawati Soekarno Putri dilaporkan ke Markas Besar (Mabes) Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Senin (23/1/2017).

Laporan itu dilakukan oleh Baharuzaman, humas Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aliansi Anak Bangsa Gerakan Anti Penodaan Agama. Oleh pria kelahiran Kotabumi ini, Megawati dilaporkan atas dugaan tindak pidana penodaan agama sesuai pasal 156 dan 156 (a) KUHP.

Laporan ini, merupakan buntut isi pidato Megawati pada peringatan Hari Jadi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ke 44 yang digelar di JCC Senayan, Jakarta, Selasa (10/1/2017) lalu.

Sedangkan di Jawa Timur sendiri, informasinya Gabungan Ulama Bersatu Indonesia (GUIB) bakal melaporkan Megawati terkait hal yang sama di Mapolda Jatim.

Rencananya, laporan itu akan dilakukan GUIB pada Jumat (27/1/2017) mendatang. Hal ini dibenarkan Ustad Choiruddin, salah satu pengurus GUIB Jatim, Senin (23/1/2017).

“Insyaallah di Jatim, GUIB akan melaporkan hal yang sama di Polda bertepatan dengan pelaksanaan Tabligh Akbar yang kita gelar pada Jumat (27/1/2017) mendatang,” ujarnya, demikian seperti dikutip dari JossToday.

(Wis)/ https://sketsanews.com

***

Sebelumnya telah diberitakan:

Para Ulama Perlu Mengkaji dan Menjelaskan, Pidato Megawati ini Mengandung Penghinaan kepada Nabi SAW atau Tidak

by Nahimunkar.com, 12 Januari 2017

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato politik dalam perayaan HUT PDIP ke 44 di JCC Senayan, Jakarta, Selasa (10/1/2017).

Ada isi pidatonya yang sangat riskan bagi setiap Muslim yang memang wajib mengimani kehidupan akherat setelah fana’nya dunia ini. Bahkan mengimani hari akherat setelah hancurnya dunia ini adalah termasuk satu dari rukun iman yang 6. Dan itu berdasarkan keyakinan dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Oleh karena itu, para ulama perlu mengkaji pidato Megawati ini, karena menyangkut inti keyakinan Umat Islam yang diajarkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, namun disinggung oleh Megawati, diantaranya sebagai berikut:

“Disisi lain, para pemimpin yang menganut ideologi tertutup pun memosisikan dirinya sebagai pembawa “self fulfilling prophecy”, para peramal masa depan. Mereka dengan fasih meramalkan yang akan pasti terjadi di masa yang akan datang, termasuk dalam kehidupan setelah dunia fana, yang notabene mereka sendiri belum pernah melihatnya.”

Adapun pidato selengkapnya, silakan simak berita berikut ini. https://www.nahimunkar.org/para-ulama-perlu-mengkaji-dan-menjelaskan-pidato-megawati-mengandung-penghinaan-nabi-saw-tidak/

(nahimunkar.com)