ilustrsi buku HM Rasjidi dan MUI tentang kesesatan syiah/ gensyiahcom


Menag Lukman pernah mempersilakan syiah untuk muktamar di kantor kemenag, bahkan di ruang Prof Dr HM Rasjidi. Padahal HM Rasjidi itu penentang syiah paling depan di Indonesia (di antaranya sampai menulis buku Apa Itu Syiah, berisi betapa sesatnya syiah) dan menteri agama pertama di republik ini, yang fotonya pun dipajang di kantor kemenag.

Syiah-Sesat

“Ironis, Kementerian Agama RI pun terperdaya, sehingga memberi izin organisasi Syiah dapat bermuktamar di gedung ‘HM.Rasyidi’ Kemenag beberapa bulan lalu,” kata Ketua Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS), KH Athian Ali Dai.

Sungguh menyakitkan, karena hal itu tidak pernah diberikan kepada organisasi-organisasi Islam yang ada di Indonesia,” lanjutnya. https://www.nahimunkar.org/ironis-kementerian-agama-pun-terperdaya-oleh-syiah/

Kita tau, KH. M. Rasjidi adalah seorang ulama besar Indonesia yang telah lebih dulu menyadarkan umat akan kesesatan Syiah dengan bukunya yang terkenal, “Apa itu Syiah”. Karena itu, betapa ironisnya ketika Gedung Auditorium KH. M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI, Jl MH. Thamrin No. 6 Jakarta Pusat dipakai untuk muktamar ABI (syiah) pada hari Jumat 14 November 2014/21 Muharram 1436H.

Acara syiah itu sangat tidak patut disenggarakan, apalagi di kantor Kemenag, bahkan ruangan HM Rasjidi pelopor penentang syiah. Karena jelas bertentangan dengan Surat Edaran Depag Nomor D/BA.01/4865/1983, tanggal 5 Desember 1983 perihal “Hal Ikhwal Mengenai Golongan Syi’ah” (Syiah Imamiyah Bertentangan dengan Ajaran Islam), juga bertentangan dengan fatwa MUI Jatim, No.Kep-01/SKF-MUI/JTM/1/2/2012./gensyiah.com. Fatwa tentang syiah itu sesat menyesatkan, dapat dibaca di sini: https://www.nahimunkar.org/inilah-selengkapnya-fatwa-mui-jatim-tentang-kesesatan-syiah-yang-telah-dinyatakan-sah-oleh-mui-pusat/

***

Menag Lukman juga sama dengan melecehkan Surat Edaran Departemen Agama yang menegaskan, syiah imamiyah bertentangan dengan Islam. Selengkapnya, surat edaran itu dapat dibaca di sini: https://www.nahimunkar.org/surat-edaran-departemen-agama-2/

Sikap Menag Lukman mendukung syiah dengan berbagai upaya yang menyakiti Umat Islam se-Indonesia itu sama dengan melecehkan almarhum menteri agama pertama, sekaligus menyakiti Umat Islam se-Indonesia yang khawaitir sekali akan bahaya syiah.

Kasus syiah Iran sejuta orang berhaji ke Karbala di Irak itu seandainya masih tidak bisa difahami sesatnya oleh Menag Lukman, agaknya masih mudah untuk diberitahukan kepada aparat, bahwa syiah itu menodai agama, ngakunya Islam tapi qiblatnya bukan Ka’bah namun Karbala. Dengan begitu tinggal diberitahu agar jangan lagi para aparat memberi izin dan menjagain acara2 syiah. Karena secara hukum di Indonesia pun syiah itu terbukti menodai agama (Islam) dan itu sudah divonis oleh MA (Mahkamah Agung). Ini beritanya: https://www.nahimunkar.org/syiah-terbukti-menodai-agama/

Syiah Terbukti Menodai Agama

pentolan-syah

by nahimunkar.com, Apr 20th, 2014

Tajul Muluk pentolan syiah Sampang, divonis 4 tahun penjara, karena menodai agama, menganggap Al-Qur’an tidak murni lagi/ foto ist/dok

  • Adanya Aliansi Nasional Anti Syiah suatu bukti bahwa Umat Islam tidak rela agamanya dinodai oleh syiah.

Pentolan Syiah Sampang, Tajul Muluk, telah terbukti secara hukum melakukan tindak pidana menodai agama, karena menganggap Al-Qur’an tidak murni lagi. Keputusan Pengadilan sudah sampai tingkat MA. Ternyata MA menguatklan vonis Pengadilan Tinggi Surabaya, hukuman 4 tahun penjara karena Tajul Muluk terbukti menodai agama melanggar pasal 156a KUHP tentang penodaan agama.

Syiah jelas-jelas menodai agama (Islam) itu sudah tidak kurang data dan fakta. Di antaranya.

  1. Fatwa MUI Jawa Timur tentang sesatnya Syiah lihat di siniFatwa MUI Jawa Timur tentang Kesesatan Ajaran Syi’ah
  2. MUI Pusat menilai fatwa MUI Jawa Timur itu sah. Lihat ini MUI Pusat mensahkan dan mendukung Fatwa MUI Jatim tentang kesesatan syiah
  3. Tajul Muluk pentolan syiah dari Sampang telah divonis 4 tahun penjara karena terbukti  melanggar pasal 156a tentang penodan agama, karena Tajul Muluk menganggap Al-Qur’an tidak murni lagi. Vonis Pengadilan itu sampai diketok palu oleh tiga jenis pengadilan yakni Pengadilan Negeri Sampang memvonis Tajul  Muluk hukuman penjara 2 tahun karena menodai agama, melanggar pasal 156a. Lalu Tajul Muluk naik banding ke pengadilan Tinggi Surabaya, divonis 4 tahun penjara karena terbukti menodai agama. Kemudian ia mengajukan kasasi dan putusannya, kasasi ditolak MA, maka tetap Tajul Muluk wajib menjalani hukuman 4 tahun penjara. Jadi jelas-jelas syiah telah terbukti sesat bahkan menodai agama (Islam).  Lihat inihttps://www.nahimunkar.org/kejahatan-syiah-dari-mazdak-hingga-tajul-muluk-sampang
  4. Apabila masih ada yang berkilah bahwa itu hanya Tajul Muluk saja, sedang syiah yang lainnya di Indonesia ini tidak begitu, maka coba lihat bagaimana Jalaluddin Rakhmat dengan konco-konconya dari Ijabi bahkan didukung pula oleh penghalal homseks Musdah Mulia membela syiah sampang dengan “menyerang” MUI dalam dialog di tv kompas Senin malam (16/9 2013). Hingga ada surat terbuka untuk presiden mengenai kasus itu.
  5. Juga silakan  lihat link ini Kasasi Tajul Muluk Ditolak MA: Bukti Ajaran Syiah Menodai Agama – See more at:https://www.nahimunkar.org/kasasi-tajul-muluk-ditolak-ma-bukti-ajaran-syiah-menodai-agama/#sthash.p0JhOrx3.dpuf.

Syiah Menodai Agama

Tajul Muluk Pentolan Syiah Sampang Terbukti Menodai Agama

Tajul Muluk didakwa telah melakukan penistaan agama sehingga memicu kerusuhan Sampang, Madura pada 2011 lalu. Tajul Muluk sudah divonis 2 tahun penjara oleh PN Sampang pada Juli 2012 lalu. Dia terbukti melanggar pasal 156 a KUHP tentang penodaan agama.

Putusan ini diperberat menjadi 4 tahun seiring dengan keluarnya putusan banding Pengadilan Tinggi Surabaya pada 21 September 2012.

Pengadilan Tinggi Surabaya menguatkan putusan PN Sampang dengan Nomor 69/Pid.B/2012/PN.SPG dari tuntutan 2 tahun menjadi 4 tahun  penjara. Putusan PT Surabaya yang tertuang dalam surat bernomor 481/Pid/2012/PT.Sby itu memutuskan terdakwa Tajul Muluk alias Ali Murtadha terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana perbuatan yang bersifat penodaan agama. Tajul yang semula divonis 2 tahun oleh PN Sampang bertambah menjadi 4 tahun penjara karena putusan PT. Dalam keputusan itu pengadilan tinggi berpendapat terdakwa telah memenuhi unsur pasal 156a KUHP seperti yang menjadi dakwaan JPU, yaitu melakukan tindak pidana penodaan agama.

Kemudian Tajul Muluk mengajukan kasasi, namun upaya hukum Tajul Muluk alias Ali Murtadha di Mahkamah Agung (MA) akhirnya usai. Itu menyusul lembaga hukum tertinggi negara itu menolak permohonan kasasi yang diajukan oleh pemohon pada akhir tahun lalu. Keputusan itu tertuang dalam petikan putusan MA dengan Nomor 1787 K/ Pid/2012 yang dikirim oleh MA ke Pengadilan Negeri (PN) Sampang tertanggal 9 Januari 2013. Hal itu diungkapkan oleh HumasPN Sampang Shihabuddin saat dikonfi rmasi Jawa Pos Radar Madura terkait kasasi Tajul Muluk ke MA, kemarin (16/1 2013).

Dia mengatakan, ditolaknya permohonan kasasi Tajul Muluk, itu berarti keputusan yang berlaku saat ini adalah putusan pengadilan tinggi yang sudah dijatuhkan pada 12 Juli lalu, yaitu kurungan penjara selama 4 tahun.”Pada dasarnya Mahkamah Agung menguatkan putusan pengadilan tinggi,” ucapnya kemarin.

Sumber:  (radar) maduraterkini.info, Submitted by admin on January 17, 2013 – 12:10

***

Syiah yang telah terbukti menodai agama bahkan lewat pengadilan sampai tingkat MA itu tidak dapat didudukkan sebagai agama atau aliran yang tidak bermasalah. Karena sudah jelas terbukti, syiah memang menodai agama Islam. Sehingga ketika ada dari pihak kaum muslimin bahkan tingkat nasional mengadakan apa yang disebut Aliansi Nasional Anti Syiah, semestinya umat Islam dan pihak yang berwewenang mensyukurinya. Karena berarti di negeri ini masyarakatnya masih peduli, tidak boleh ada aliran yang sewenang-wenang menodai agama. Justru sangat aneh dan bertentangan dengan auran yang ada, bila syiah yang sudah terbukti menodai agama justru dibiarkan saja. Apalagi misalnya, sampai ada penghalangan terhadap Aliansi Nasional Anti Syiah atau bentuk apapun yang tidak rela terhadap keberadaan syiah yang terbukti menodai agama itu.

Maju terus wahai unmat Islam, penodaan agama oleh syiah tehadap Islam tidak boleh dibiarkan!

(nahimunkar.com)

(Dibaca 591 kali, 1 untuk hari ini)