Inilah beritanya

***

Anggota Mabes Polri yang tertangkap narkoba dari Direktorat IV

anggota-mabes-polri-yang-tertangkap-narkoba-dari-direktorat-iv

 Kesatuan Narkoba Polres Jakarta Pusat menangkap anggota Mabes Polri. Anggota tersebut berasal dari kesatuan yang justru menangani kasus narkoba yaitu Direktorat IV.

“Dari Dit Narkoba,” ujar Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Suhardi Alius dalam pesan singkatnya kepada merdeka.com, Kamis (23/3).

Sebelumnya, anggota Kepolisian dari Mabes Polri ditangkap karena kedapatan memiliki narkoba. Anggota tersebut ditangkap oleh satuan narkoba Polres Jakarta Pusat.

“Iya benar (ditangkap),” ujar Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Suhardi Alius dalam pesan singkatnya kepada merdeka.com, Kamis (23/3).

Suhardi menambahkan anggota nakal tersebut sudah dalam proses penyidikan. “Masih dikembangkan,” katanya.

[hhw]mrdkcom, Reporter : Mustiana Lestari

Jumat, 22 Maret 2013 19:53:29

 

***

Menko Polhukam setuju gembong narkoba dihukum mati

Reporter : Yulistyo Pratomo

Kamis, 21 Maret 2013 16:19:05

Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) meminta kepada kejaksaan untuk membatalkan eksekusi mati terhadap terpidana narkoba, Adam Wilson. Mereka menilai, hukuman mati merupakan pelanggaran terhadap HAM.

Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto menilai sebaliknya, tindakan yang dilakukan Adam sudah sangat meresahkan. Bahkan, Adam tetap mengendalikan peredaran narkoba dari balik jeruji besi.

“Dari penjara dia pun masih mengoperasikan kegiatan narkoba. Dampaknya yang dialami masyarakat luas, pemuda kita. Jangan melihat soal hukuman matinya saja,” tegas Djoko di Istana Negara, Jakarta, Kamis (21/3).

Kondisi serupa juga berlaku bagi 51 terpidana mati yang menunggu giliran untuk menjalani eksekusi. Namun demikian, pelaksanaannya menunggu penilaian dari Kejaksaan Agung.

“Poinnya jangan melihat hukuman mati melanggar HAM atau tidak, tapi dampaknya pengaruh enggak terhadap generasi ke depan. Pasti jaksa agung, case by case, mana yang jadi prioritas duluan,” tandasnya.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung memutuskan untuk segera melaksanakan eksekusi terhadap Adam. Dia dinilai telah melakukan pelanggaran dan tidak berhak mendapatkan keringanan hukum karena masih mengendalikan peredaran narkoba dari balik penjara.

[did]mrdkcom

(nahimunkar.com)

(Dibaca 918 kali, 1 untuk hari ini)