Pulang haji langsung membela Ulil pentolan liberal. Kenapa dibela? Karena tidak boleh masuk ke Malaysia untuk menghadiri seminar. Pihak Malaysia menolak kehadirannya.
Kenapa Malaysia menolak. Ini alasannya.

Ini Alasan Ditolaknya Ulil Dedengkot Liberal Oleh Malaysia

By nahimunkar.com on 15 October 2014

Ulil telah dilarang masuk karena “Ia akan menyesatkan umat Islam di negara itu jika ia diperbolehkan untuk menyebarkan paham liberalisme di sini.” Politisi Malaysia: Ulil Tokoh Liberal Keterlaluan, Penyokong Lesbi, Homo dan Aliran Sesat Ahmadiyah

KUALA LUMPUR (Panjimas.com) – Kerajaan Malaysia didesak untuk bersikap tegas terhadap Yayasan Gerakan Kesederhanaan Global (GMM) agar membatalkan segera diskusi meja budar bertajuk “Tantangan Fundamentalisme Agama di Abad Ini” yang akan digelar di Bukit Damansara pada Sabtu, 18 Oktober 2014.

Ahli Majlis Tertinggi UMNO, Dr. Mohd. Puad Zarkashi berkata, diskusi meja bundar anjuran bersama GMM dan Islamic Renaissance Front dengan menampilkan tokoh liberal Indonesia, Ulil Abshar Abdalla tidak boleh diadakan karana dikhawatirkan akan mengganggu persoalan akidah.

“Ulil Abshar ini bukan sahaja tokoh liberal melampau (keterlaluan, red.) tetapi juga merupakan penyokong kuat golongan lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT). Beliau juga menyokong ajaran Ahmadiah yang difatwakan sebagai sesat bukan sahaja di Indonesia tetapi oleh pihak berkuasa Malaysia.

“Malah Ulil Abshar juga pernah menyifatkan kejadian mukjizat Nabi Musa membelah laut sebagaimana diceritakan dalam al-Quran sebagai dongeng. Sedangkan Al-Quran itu wahyu Allah yang wajib dipercayai. Apakah tokoh begini yang GMM mahu perkenalkan kepada rakyat Malaysia khususnya anak muda?

“Kalaupun hendak meraih populariti dalam kalangan anak muda dan mahu memperkenalkan konsep politik baharu bukan begini caranya. Jangan kita membuka pintu-pintu kepada orang yang mahu menggugat persoalan akidah,” katanya kepada Utusan Malaysia Online, Kamis (9/10/2014).

Kenapa orang seperti itu rusaknya kok malah dibela? Dan kenapa pulang haji langsung membela perusak Islam?

Jangan heran, sebelum berangkat haji dia itu (pembela Ulil) bertungkus lumus (berpayah-payah) membela Bahai, aliran berbau syiah yang mencampur adukkan agama-agama. Juga dia membela aliran sesat syiah hingga datang ke Sampang Madura. Keruan saja disemprot para ulama Madura. Baru tahu dia.

Jadi sebelum dan sesudah berhaji dia sebegitunya dalam membela kesesatan?
Ya.
Siapa dia?
Jangan pura-pura tidak tahu. Dia itu pemimpin haji dari negeri terbesar jumlah umat Islamnya di dunia ini. Itulah Amirl Hajj negeri tersebut tahun ini 1435H/ 2014.
Hmmmmm….
Kenapa diam?
Hmm…
Kenapa diam?
Malu. … sudah pentolan yang membela dedengkot liberal itu jadi Amirul Hajj, masih pula jadi pejabat tinggi Negara yang mengurusi agama, masih pula ditimpali para pentolan yang lainnya dari Ormas yang sebutannya berbau ulama namun sangat membela orang kafir. Hingga dalam membela dan menjilat Ahok orang kafir kitabi, cina, mereka sampai menganggap ayat Al-Qur’an itu di bawah ayat konstitusi.
Coba saja baca beritanya.

nusron-wahid memble

Nusron Wahid, yang sering mengerahkan orang-orang GP Ansor alias Banser NU dalam acara-acara yang bertentangan dengan Islam seperti untuk menjaga acara (pengikut Syetan) Lady Gaga di Jakarta beberapa waktu lalu dan semacamnya itu, berbicara sekeras itu di televisi dalam menentang Islam demi membela Ahok, cina kafir kitabi yang ditolak Umat Islam kaitannya dengan akan menduduki jabatan gubernur DKI Jakarta.

Umat Islam menolak Ahok hingga ada demo tolak Ahok kemudian dibicarakan dalam acara tv ini. Penolakan terhadap Ahok itu karena disamping Ahok sebegitu mengusiknya terhadap Islam di antaranya melarang menyembelih hewan kurban di sekolah dasar di Jakarta, masih pula sangat kasar dan keji ucapan-ucapannya. Terakhir dikhabarkan, Ahok mengancam bunuh dan bakar hidup-hidup pendemo anarkis.

(lihat Astaghfirullaah..!! Ahok Ingin Tembak Mati dan Bakar Hidup-Hidup Pendemo Anarkis, NU dan Banser/Ansor Perlu Mengaca Diri By nahimunkar.com on 15 October 2014 https://www.nahimunkar.org/astaghfirullaah-ahok-ingin-tembak-mati-dan-bakar-hidup-hidup-pendemo-anarkis-nu-dan-banseransor-perlu-mengaca-diri/).

Benar-benar memalukan! Apalagi ketika membela kesesatan yang melawan Islam itu hanya demi jabatan. Betapa hinanya menurut Islam.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «بَادِرُوا بِالْأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ، يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا، أَوْ يُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا، يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا»

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Bersegeralah kalian beramal sebelum munculnya fitnah bagaikan malam yang sangat gelap, di mana seseorang di waktu pagi beriman, di waktu sore ia kafir; dan di waktu sore dia beriman, di waktu pagi ia kafir. Dia menjual agamanya hanya untuk mendapatkan sedikit bagian dari dunia.” (H.R. Muslim, At-Tirmidzi, Ibnu Hibban, Ahmad, dan Al-Firyabi)

[شرح محمد فؤاد عبد الباقي]
[ ش (بادروا بالأعمال فتنا) معنى الحديث الحث على المبادرة إلى الأعمال الصالحة قبل تعذرها والاشتغال عنها بما يحدث من الفتن الشاغلة المتكاثرة المتراكمة كتراكم ظلام الليل المظلم لا المقمر]

“Bersegeralah kalian beramal sebelum munculnya fitnah arti hadits itu mendorong cepat-cepat untuk beramal baik sebelum terhalangi dan tersibukkan oleh kejadian berupa fitnah-fitnah yang menyibukkan, bejibun, bertumpuk seperti pekatnya gelap malam gulita tanpa sinar rembulan.” (Penjelasan Muhammad Fuad Abdul Baqi). Fitnah bagai gelapnya malam itu, seseorang menjual agamanya hanya untuk mendapatkan sedikit bagian dari dunia.

Agamanya ketika tidak dijual, maka masih utuh untuk bekal di akherat kelak. Nah, kalau sudah dijual, maka hanya dinikmati sementara di dunia. Begitu nyawa dicabut, agamanya sudah terjual. Mau ambil bekal ke mana. Sedangkan kehidupan akherat itu tidak berakhir. Karena namanya saja kan hari akhir. Sayang sekali, menempuh perjalanan sangat panjang, bekalnya sudah dijual duluan ketika di dunia.

***

Berharap Tetap Jadi Menag, Luqman Hakim Bela Tokoh Sepilis Ulil

Luqman Hakim Saifuddin Kemenag

Luqman Hakim Saifuddin Kemenag

Jakarta (Voa-Islam.Com) – Pencekalan tokoh Sepilis (Sekularis, Pluralis dan Liberalis), Ulil Abshar Abdalla oleh pemerintah Malaysia untuk berbicara tentang Islam di negeri jiran itu, justru secara terselubung mendapat pembelaan dari Menag Luqman Hakim Saifuddin. Meski setuju dengan pencekalan itu, namun Menag menegaskan hal itu jangan sampai terjadi di Indonesia.

“Saya tentu menghormati kebijakan Pemerintah Malaysia yang memiliki otoritas mencekal saudara Ulil Abshar Abdalla masuk ke wilayah Malaysia untuk berbicara tentang Islam disana. Mereka punya alasan tersendiri yang patut kita hormati,” ujar Menag pada press rilis yang diterima Voa-Islam.Com dari Humas Kemenag, Selasa (14/10).

Mengenai pencekalan yang dialami Ulil itu, Menag berharap hal itu tidak akan terjadi di Indonesia. “Tapi di Indonesia, saya berharap Pemerintah kita tak perlu melakukan larangan seperti itu,” tegas Menag.

Menurut Menag, sekeras, setajam, dan sebesar apapun perbedaan antar kita dalam hal pemikiran keagamaan, justru harus terus diupayakan untuk didialogkan guna mendapatkan pemahaman titik-titik persamaan dan perbedaannya.

Sebab bagi Menag Luqman Hakim Saifuddin, selama pikiran-pikiran itu tidak mengajak kepada makar atau penistaan dan penodaan atas pokok-pokok suatu paham agama, maka perbedaan yang ada justru perlu terus didialogkan.

“Kita harus menjaga dialog paham pemikiran dalam intra dan antar agama secara santun, semata-mata demi meningkatkan kualitas peradaban kemanusiaan kita, bukan justru sebaliknya,” ujar Luqman Hakim Saifuddin yang berharap masih dapat menjabat Menag lagi di Kabinet Jokowi-JK meski berasal dari PPP yang selama ini menjadi partai pendukung Koalisi Merah Putih (KMP). (Abdul Halim/Voa-Islam.Com).

(nahimunkar.com)

(Dibaca 13.310 kali, 1 untuk hari ini)