Pagi ini bada Shubuh di Masjid Al-Fatah Kota Ambon membahas dosa yang ngeRIBAnget.

Moga bawa manfaat untuk warga Ambon.

Sabtu, 29 Shafar 1439 H

Muhammad Abduh Tuasikal 

Catatan #02 @Ambon

GAK BERKAH

Pertama, renungkan ayat berikut dahulu,

‎يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ

“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.” (QS. Al-Baqarah: 276)

Juga renungkan pula hadits berikut.

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

‎مَا أَحَدٌ أَكْثَرَ مِنَ الرِّبَا إِلاَّ كَانَ عَاقِبَةُ أَمْرِهِ إِلَى قِلَّةٍ

“Riba membuat sesuatu jadi bertambah banyak. Namun ujungnya riba makin membuat sedikit (sedikit jumlah, maupun sedikit berkah, -pen.).” (HR. Ibnu Majah, no. 2279; Al-Hakim, 2: 37. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

Pernah kan mendengar orang yang usahanya hancur dikarenakan riba. Gara-gara berutang pada bank pelecit, usahanya berjalan lancar itu awalnya. Namun lama kelamaan bangkrut, akhirnya tutup. Kami sering mendengar cerita semacam ini dan tak jadi aneh bagi kami. Namun biasanya yang kena bangkrut tak sadar kalau itu gara-gara riba.

Itulah namanya GAK BERKAH, awal bertambah, namun lama kelamaan jadi hancur. Karena makna berkah itu kebaikan akan langgeng.

Semoga jadi catatan berharga.

—-

Catatan Sabtu bada Shubuh, 28 Shafar 1439 H di kota Ambon

Oleh al-faqir ila maghfirati Rabbihi
-Muhammad Abduh Tuasikal

Foto: Shubuh di kota Ambon @ Masjid Raya Al-Fatah

 

Via Muhammad Abduh Tuasikal

(nahimunkar.org)

(Dibaca 400 kali, 1 untuk hari ini)