Dirangkum oleh Hartono Ahmad Jaiz

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Kebenaran perlu dibela dan ditampakkan serta dilaksanakan atau diterapkan. Allah Ta’ala telah memberikan contoh-contohnya.

 Yang dapat membungkam para penentang kebenaran, di antaranya dapat dilihat kisah Nabi Ibrhim dengan Raja Namrud (hidup sekitar tahun 2275 SM-1943 SM).

{ أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِي حَاجَّ إِبْرَاهِيمَ فِي رَبِّهِ أَنْ آتَاهُ اللَّهُ الْمُلْكَ إِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّيَ الَّذِي يُحْيِي وَيُمِيتُ قَالَ أَنَا أُحْيِي وَأُمِيتُ قَالَ إِبْرَاهِيمُ فَإِنَّ اللَّهَ يَأْتِي بِالشَّمْسِ مِنَ الْمَشْرِقِ فَأْتِ بِهَا مِنَ الْمَغْرِبِ فَبُهِتَ الَّذِي كَفَرَ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ } [البقرة: 258]

  1. Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya (Allah) karena Allah telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan). Ketika Ibrahim mengatakan: “Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan,” orang itu berkata: “Saya dapat menghidupkan dan mematikan”.Ibrahim berkata: “Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat,” lalu terdiamlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim [Al Baqarah258]

Dalam kisah Fir’aun disebutkan dalam Al-Qur’an:

{وَقَالَ فِرْعَوْنُ ذَرُونِي أَقْتُلْ مُوسَى وَلْيَدْعُ رَبَّهُ إِنِّي أَخَافُ أَنْ يُبَدِّلَ دِينَكُمْ أَوْ أَنْ يُظْهِرَ فِي الْأَرْضِ الْفَسَادَ (26) وَقَالَ مُوسَى إِنِّي عُذْتُ بِرَبِّي وَرَبِّكُمْ مِنْ كُلِّ مُتَكَبِّرٍ لَا يُؤْمِنُ بِيَوْمِ الْحِسَابِ (27) وَقَالَ رَجُلٌ مُؤْمِنٌ مِنْ آلِ فِرْعَوْنَ يَكْتُمُ إِيمَانَهُ أَتَقْتُلُونَ رَجُلًا أَنْ يَقُولَ رَبِّيَ اللَّهُ وَقَدْ جَاءَكُمْ بِالْبَيِّنَاتِ مِنْ رَبِّكُمْ وَإِنْ يَكُ كَاذِبًا فَعَلَيْهِ كَذِبُهُ وَإِنْ يَكُ صَادِقًا يُصِبْكُمْ بَعْضُ الَّذِي يَعِدُكُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ هُوَ مُسْرِفٌ كَذَّابٌ (28) يَا قَوْمِ لَكُمُ الْمُلْكُ الْيَوْمَ ظَاهِرِينَ فِي الْأَرْضِ فَمَنْ يَنْصُرُنَا مِنْ بَأْسِ اللَّهِ إِنْ جَاءَنَا قَالَ فِرْعَوْنُ مَا أُرِيكُمْ إِلَّا مَا أَرَى وَمَا أَهْدِيكُمْ إِلَّا سَبِيلَ الرَّشَادِ (29) وَقَالَ الَّذِي آمَنَ يَا قَوْمِ إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ مِثْلَ يَوْمِ الْأَحْزَابِ (30) مِثْلَ دَأْبِ قَوْمِ نُوحٍ وَعَادٍ وَثَمُودَ وَالَّذِينَ مِنْ بَعْدِهِمْ وَمَا اللَّهُ يُرِيدُ ظُلْمًا لِلْعِبَادِ (31) وَيَا قَوْمِ إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ يَوْمَ التَّنَادِ (32) يَوْمَ تُوَلُّونَ مُدْبِرِينَ مَا لَكُمْ مِنَ اللَّهِ مِنْ عَاصِمٍ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ (33) } [غافر: 26 – 33]

  1. Dan berkata Fir´aun (kepada pembesar-pembesarnya): “Biarkanlah aku membunuh Musa dan hendaklah ia memohon kepada Tuhannya, karena sesungguhnya aku khawatir dia akan menukar agamamu atau menimbulkan kerusakan di muka bumi”
  2. Dan Musa berkata: “Sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhanku dan Tuhanmu dari setiap orang yang menyombongkan diri yang tidak beriman kepada hari berhisab”
  3. Dan seorang laki-laki yang beriman di antara pengikut-pengikut Fir´aun yang menyembunyikan imannya berkata: “Apakah kamu akan membunuh seorang laki-laki karena dia menyatakan: “Tuhanku ialah Allah padahal dia telah datang kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan dari Tuhanmu. Dan jika ia seorang pendusta maka dialah yang menanggung (dosa) dustanya itu; dan jika ia seorang yang benar niscaya sebagian (bencana) yang diancamkannya kepadamu akan menimpamu”. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang melampaui batas lagi pendusta
  4. (Musa berkata): “Hai kaumku, untukmulah kerajaan pada hari ini dengan berkuasa di muka bumi. Siapakah yang akan menolong kita dari azab Allah jika azab itu menimpa kita!” Fir´aun berkata: “Aku tidak mengemukakan kepadamu, melainkan apa yang aku pandang baik; dan aku tiada menunjukkan kepadamu selain jalan yang benar”
  5. Dan orang yang beriman itu berkata: “Hai kaumku, sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa (bencana) seperti peristiwa kehancuran golongan yang bersekutu
  6. (Yakni) seperti keadaan kaum Nuh, ´Aad, Tsamud dan orang-orang yang datang sesudah mereka. Dan Allah tidak menghendaki berbuat kezaliman terhadap hamba-hamba-Nya
  7. Hai kaumku, sesungguhnya aku khawatir terhadapmu akan siksaan hari panggil-memanggil
  8. (yaitu) hari (ketika) kamu (lari) berpaling ke belakang, tidak ada bagimu seorangpun yang menyelamatkan kamu dari (azab) Allah, dan siapa yang disesatkan Allah, niscaya tidak ada baginya seorangpun yang akan memberi petunjuk [Ghafir,26-33]

Senantiasa ada yang membela kebenaran.

Dalam hadits ditegaskan:

عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي ظَاهِرِينَ عَلَى الْحَقِّ حَتَّى تَقُومَ السَّاعَةُ» هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحُ الْإِسْنَادِ، وَلَمْ يُخْرِجَاهُ ” وَقَدْ رَوَاهُ ثَوْبَانُ، وَعِمْرَانُ بْنُ حُصَيْنٍ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

[المستدرك على الصحيحين للحاكم (4/ 496)

التعليق – من تلخيص الذهبي] 8389 – صحيح

“Dari Umar bin Khatab radhiallahu anhu berkata, Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda,

«لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي ظَاهِرِينَ عَلَى الْحَقِّ حَتَّى تَقُومَ السَّاعَةُ»

 “Selalu akan ada kelompok dari umatku akan membela kebenaran hingga datang hari kiamat.”

Juga sabda Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam-:

لا تزال طائفة من أمتي ظاهرين على الحق لا يضرهم من خذلهم حتى يأتي أمر الله وهم كذلك ” رواه مسلم ( 1920 )

“Ada sekelompok dari umatku, mereka tetap berada pada kebenaran, mereka tidak akan terpengaruh oleh orang yang menghinanya, sampai datang keputusan Allah, dan mereka pun dalam kondisi seperti itu”. (HR. Muslim 1920 )

عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ لَنْ يَبْرَحَ هَذَا الدِّينُ قَائِمًا يُقَاتِلُ عَلَيْهِ عِصَابَةٌ مِنْ الْمُسْلِمِينَ حَتَّى تَقُومَ السَّاعَةُ

Agama ini akan senantiasa menang selagi masih ada sekelompok kaum Muslimin yg berperang (di jalan Allah) hingga datang hari Kiamat. [HR. Muslim No.3546].

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَزِيدَ بْنِ جَابِرٍ أَنَّ عُمَيْرَ بْنَ هَانِئٍ حَدَّثَهُ قَالَ سَمِعْتُ مُعَاوِيَةَ عَلَى الْمِنْبَرِ يَقُولُا سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي قَائِمَةً بِأَمْرِ اللَّهِ لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ أَوْ خَالَفَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللَّهِ وَهُمْ ظَاهِرُونَ عَلَى النَّاسِ

Akan senantiasa ada sekelompok dari ummatku yg menegakkan perintah Allah, tak ada yg membahayakannya orang yang menghinakan atau menyelisihi mereka sampai datangnya hari Kiamat, & mereka akan selalu menang atas manusia. [HR. Muslim No.3548].

عَنْ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَزَالُ أَهْلُ الْغَرْبِ ظَاهِرِينَ عَلَى الْحَقِّ حَتَّى تَقُومَ السَّاعَةُ

Orang-orang Maghrib (Syam) akan terus nampak di atas kebenaran hingga datang hari kiamat. [HR. Muslim No.3551].

  1. Raja sangat sombong lagi zalim pun mendapat bantahan telak dari hamba Allah yang membela kebenaran

Kisah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam membantah Raja Namrud, dan kisah seorang lelaki yang menyembunyikan keimanannya membantah Fir’aun dalam ayat-ayat Al-Qur’an tersebut merupakan pelajaran sangat berharga. Betapa kebenaran itu mau dirobohkan dan dihancurkan oleh penguasa super durjana lagi zalim pun tetap Allah Ta’ala memberikan kekuatan kepada di antara hambaNya untuk menampakkan kebenaran, membela dan memenangkannya.

Apalagi penjelasan hadits-hadits tersebut di atas bahwa “senantiasa akan ada kelompok dari umatku akan membela kebenaran hingga datang hari kiamat.”, berarti lebih jelas lagi, akan adanya pembela kebenaran yang diberi kenikmatan oleh Allah Ta’ala untuk menampakkan kebenaran.

Kalau setingkat raja-raja super durjana, zalim lagi sombong sepert Namrud dan Fir’aun saja telah ada hamba-hamba Allah yang diberi kekuatan untuk menampakkan kebenaran dan menguak kebatilan sang Raja durjana, apatah lagi setingkat yang biasa saja. Apalagi tingkat pembela kebatilan itu menyangkut sesuatu yang memang jelas-jelas dilindungi oleh Allah Ta’ala. Misalnya ada pemimpin yang membela penista Al-Qur’an, yang Al-Qur’an itu adalah jelas dilindungi oleh Allah Ta’ala; maka tentunya akan lebih frontal lagi keadaannya.

{إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ } [الحجر: 9]

  1. Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya [Al Hijr9]

Dalam kenyataan, penista Al-Qur’an itu walau dibela-bela oleh pihak sana-sini, namun mendapatkan vonis hukuman penjara 2 tahun, dan kalah dalam pemilihan kepala daerah di Jakarta 2017, itulah Ahok Basuki Tjahaya Purnama.

Berita berikut ini perlu disimak kembali.

***

Ahok Divonis 2 Tahun Penjara

Foto: Pool/Kurniawan Mas’ud

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dihukum 2 tahun penjara. Ahok dinyatakan terbukti bersalah melakukan penodaan agama karena pernyataan soal Surat Al-Maidah 51 saat berkunjung ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.

“Menyatakan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana melakukan penodaan agama,” kata hakim ketua Dwiarso Budi Santiarto membacakan amar putusan dalam sidang Ahok di auditorium Kementan, Jl RM Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (9/5/2017).

Majelis hakim menyebut penodaan agama dengan penyebutan Surat Al-Maidah dalam sambutan Ahok saat bertemu dengan warga di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.

Kalimat Ahok yang dinyatakan menodai agama adalah “Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa saja dalam hati kecil Bapak-Ibu nggak bisa pilih saya ya kan? dibohongi pakai Surat Al-Maidah 51, macam-macam itu. Itu hak Bapak-Ibu ya. Jadi kalau Bapak-Ibu perasaan enggak bisa kepilih nih, karena saya takut masuk neraka karena dibodohin gitu ya, nggak apa-apa.

“Dari ucapan tersebut, terdakwa telah menganggap Surat Al-Maidah adalah alat untuk membohongi umat atau masyarakat atau Surat Al-Maidah 51 sebagai sumber kebohongan dan dengan adanya anggapan demikian, maka menurut pengadilan, terdakwa telah merendahkan dan menghina Surat Al-Maidah ayat 51,” papar hakim dalam pertimbangan hukum.

https://news.detik.com / Rina Atriana

***

Demikianlah kenyataan.

Di samping itu terkuak pula betapa nistanya pula di antara pendukung penista Al-Qur’an itu, hingga ada kabar beredar luas sejumlah artis pendukung Ahok yang kemudian tertangkap menenggak narkoba, atau kasus-kasus lain yang mengerikan. Di antara beritanya sebagai berikut.

***

Daftar Para Artis Pendukung Ahok yang Tertangkap dan Terlibat Narkoba

by Nahimunkar.com, 10 Agustus 2017

Jakarta – Belakang ini marak berita mengenai keterkaitan antara figur publik dan narkotika serta obat terlarang. Publik pun heran dan bertanya-tanya. Karena banyak para artis yang tertangkap dan terlibat narkoba adalah para artis yang dulu pendukung Ahok sewaktu pilkada DKI Jakarta.

Berikut daftar di antara para artis pendukung Ahok yang tertangkap dan terlibat narkoba:

1.Tora Sudiro dan istrinya Mieke Amalia yang ditangkap petugas Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan di Jalan Denpasar Ciputat Timur Tangerang Selatan pada Kamis (3/8).

Tora diduga memiliki obat penenang Dumolid yang termasuk kategori obat keras namun tidak memiliki resep dokter. Mieke dibebaskan polisi, sementara Tora dibawa ke Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Jakarta Timur guna menjalani rehabilitasi, Senin (7/8).

Tora Sudiro: Saya Ingin Punya Gubernur seperti Ahok
http://entertainment.kompas.com/read/2015/08/28/170902110/Tora.Sudiro.Saya.Ingin.Punya.Gubernur.seperti.Ahok

2.Marcello Tahitoe  atau Ello (34) Penyanyi Marcello Tahitoe (34) atau yang karib disapa Ello ditangkap Sat Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan atas dugaan kepemilikan narkoba jenis ganja. “Ditangkap pada hari Minggu malam kalau enggak salah,” kata Iwan saat dihubungi wartawan, Kamis (10/8/2017).

Sebelumnya Ello diamankan di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Minggu. Pelantun “Masih Ada” ini diduga ditangkap terkait kepemilikan narkoba jenis ganja.

Dukung Ahok, Marcello Tahitoe Ingin Masyarakat Cerdas Tangkal Isu SARA
http://hiburan.metrotvnews.com/selebritas/3NO5xA0k-dukung-ahok-marcello-tahitoe-ingin-masyarakat-cerdas-tangkal-isu-sara

3.Iwa K Penyanyi Iwa Kusuma alias Iwa K ditangkap Polres Metro Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang karena membawa tiga linting ganja dalam kemasan rokok kretek pada April silam.

Iwa sudah terbukti positif mengonsumsi ganja berdasarkan hasil tes urine. Dia pun mengaku sudah mengonsumsi ganja selama dua bulan belakangan.

Menurut kuasa hukumnya, Chris Sam Siwu, Iwa mengonsumsi ganja gara-gara ditawari orang lain.

Iwa K Pilih Ahok untuk Masa Depan Anak
http://showbiz.liputan6.com/read/2846818/iwa-k-pilih-ahok-untuk-masa-depan-anak[antara/kompas/fatur]

Sumber: kabarsatu.news

(nahimunkar.com) (Bersambung, insya Allah)