Oleh Pizaro — Jumat 20 Zulhijjah 1434 / 25 October 2013 10:36


syiahaneh Memberikan Izin Perayaan Idul Ghadir Sama dengan Ikut Menistakan dan Mengkafirkan Sahabat Nabi

Dok. Buku Syiah yang menyatakan Idul Ghodir lebih agung dari Idul Fitri dan Idul Adha

Kelompok Syi’ah di Indonesia semakin terbuka aktivitasnya dalam memecah belah umat Islam, melalui  pelestarian dan perayaan kebencian dan dendam terhadap para sahabat Nabi Muhammad saw terkemuka, khususnya Abu Bakar ash-Shiddiq, Umar bin Khathab, dan Utsman bin Affan r.a. Hari Sabtu (26/10/2013), di Gedung Smesco Jln Gatot Subroto, Jakarta Selatan, kaum Syiah akan merayakan Hari Raya terbesar dalam agama mereka, yaitu “Idul Ghadir”.

Menurut situs Syiah, pada hari raya Idul Ghadir umat syiah dianjurkan membaca doa khusus selepas shalat 2 rakaat. Di dalam doa tersebut, ternyata kaum Syiah tak pernah lepas dari cacian dan pelaknatan terhadap sahabat-sahabat terbaik Nabi Muhammad saw, diantara petikan doanya sbb:

فَإِنَّا يَا رَبَّنَا بِمَنِّكَ وَ لُطْفِك أَجَبْنَا دَاعِيَكَ وَ اتَّبَعْنَا الرَّسُوْلَ وَ صَدَّقْنَاهُ وَ صَدَّقْنَا مَوْلَى الْمُؤْمِنِيْنَ وَ كَفَرْنَا بِالْجِبْتِ وَ الطَّاغُوْتِ، فَوَلِّنَا مَا تَوَلَّيْنَا وَ احْشُرْنَا مَعَ أَئِمَّتِنَا، فَإِنَّا بِهِمْ مُؤْمِنُوْنَ مُوْقِنُوْنَ وَ لَهُمْ مُسَلِّمُوْنَ، آمَنَّا بِسِرِّهِمْ وَ عَلاَنِيَتِهِمْ وَ شَاهِدِهِمْ وَ غَائِبِهِمْ وَ حَيِّهِمْ وَ مَيِّتِهِمْ وَ رَضِيْنَا بِهِمْ أَئِمَّةً وَ قَادَةً وَ سَادَةً وَ حَسْبُنَا بِهِمْ بَيْنَنَا وَ بَيْنَ اللَّهِ دُوْنَ خَلْقِهِ لاَ نَبْتَغِيْ بِهِمْ بَدَلاً وَ لاَ نَتَّخِذُ مِنْ دُوْنِهِمْ وَلِيْجَةٍ وَ بَرِئْنَا إِلَى اللَّهِ مِنْ كُلِّ مَنْ نَصَبَ لَهُمْ حَرْبًا مِنَ الْجِنِّ وَ الْإِنْسِ مِنَ الْأَوَّلِيْنَ وَ الْآخِرِيْنَ وَ كَفَرْنَا بِالْجِبْتِ وَ الطَّاغُوْتِ وَ الْأَوْثَانِ الْأَرْبَعَةِ وَ أَشْيَاعِهِمْ وَ أَتْبَاعِهِمْ وَ كُلِّ مَنْ وَالاَهُمْ مِنَ الْجِنِّ وَ الْإِنْسِ مِنْ أَوَّلِ الدَّهْرِ إِلَى آخِرِهِ، اَللَّهُمَّ إِنَّا نُشْهِدُكَ أَنَّا نَدِيْنُ بِمَا دَانَ بِهِ مُحَمَّدٌ وَ آلُ مُحَمَّدٍ

Ya tuhan kami sesungguhnya kami dengan anugerah dan lutuf mu Telah menerima utusanmu, mengikuti rasul, mempercayai pemimpin kaum mu’minin dan mengkafirkan taghut,  maka jagalah iman dan wilayah kami kumpulkan kami bersama Imam-imam kami, sesungguhnya kami mengimani dan meyakini mereka, tunduk kepada mereka, beriman kepada lahir, batin, kehadiran keghaiban, kematin dan kehidupan mereka, dan kami merelakan mereka sebagai Imam, pemimpin dan tuan, dan cukuplah mereka bagi kami sebagai perantara menuju Allah tanpa mahkluk yang lain, Kami tidak menginginkan ganti mereka, kami tidak akan menjadikan kawan selain mereka, kami mensucikan diri dihadapan Allah dari musuh mereka dari jin dan Manusia dari awal sampai akhir, kami mengkafirkan taghut (musuh-musuh mereka) , penyembah empat berhala, pengikut mereka dan semua Yang mencintai mereka dari jin dan manusia dari awal sampai akhir. Ya Allah sesungguhnya kami bersaksi kepadamu bahwasanya kami menganut agama yang dianut oleh Mohammad dan keluarga Mohammad

(Lihat doa lengkapnya di http://www.ipabionline.com/2012/11/amalan-lengkap-hari-raya-idul-ghadir.html)

Siapakah yang dimaksud dengan Thagut dan 4 berhala yang dijelaskan oleh al-Majlisi dalam Biharul Anwar vol.11/517 “Kami meyakini al-Bara’ah (doktrin berlepas diri dan benci) kepada 4 berhala laki-laki dan 4 berhala perempuan serta seluruh kelompok dan pengikutnya. Mereka semua adalah makhluq Allah yang paling buruk di muka bumi.

Tidak benar keimanan seorang kpd Allah, Rasul dan para imam hingga ia membenci musuh-musuhnya”. Yang dimaksud 4 berhala laki-laki adalah Abu Bakr, Umar, Utsman dan Muawiyah. Adapun 4 berhala wanita adl Aisyah, Hafsah, Hindun dan Ummu HakamSebagaimana dimaklumi, kitab-kitab utama syiah dijejali aneka cacian dan laknat serta pengkafiran terhadap Abu Bakar ra dan Umar bin al-Khattab ra, sehingga keduanya tak segan-segan dijuluki oleh syiah sebagai al-Jibt dan al-Thagut, demikian pula gelar Haman dan Fir’aun, atau julukan keji lainnya. Muhammad bin Ya’kub al-Kulaini dalam kitabnya al-Ushul min al-Kaafi, kitab al Hujjah, Vol.I/373, hadits no.4, menukilkan sebuah riwayat yang disandarkan kepada Abu Abdillah:

“Tiga orang yang tidak akan diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat, tidak akan disucikan, dan bagi mereka adzab yang pedih: Orang yang mengaku berhak imamah dari Allah yang bukan haknya, dan orang yang menentang imamah dari Allah, dan orang yang meyakini bahwa mereka berdua (Abu Bakar dan Umar) termasuk orang Islam.”

Demikian pula Al-Kaf’ami dalam kitabnya al-Mishbah, hal.552 menyebutkan doa yang berisi laknat terhadap Abu Bakar dan Umar yang dinamakan dengan Doa Shanamai Quraisy (Doa laknat atas dua berhala Quraisy). Dia menyebutkan bahwa doa ini diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib radliyallaahu ‘anhu. “Ya Allah limpahkan shalawat untuk Muhammad dan keluarga Muhammad, dan laknatlah dua berhala Quraiys, dan kedua jibt dan thaghutnya (maksudnya: syetan yang disembah selain Allah-Pent), kedua tukang dustanya, dan kedua putrinya yang telah menyelisihi perintah-Mu dan mengingkari wahyu-Mu..Tak ketinggalan Ali al-Hara-iri dalam kitabnya Ilzam al-Nashib fii Itsbaat al-Hujjah al-Ghaib, Vol.II/266 menyebut Abu Bakar dan Umar sebagai Fir’aun dan Hamman. Diriwayatkan, Al-Mufadhall bertanya, ‘Wahai tuanku, siapakah Fir’aun dan Hamman itu?’ Sang Imam menjawab, ‘Abu Bakar dan Umar’.”

Maka memberikan izin acara atau menghadiri/mengirim perwakilan ke acara idul ghadir sama saja artinya ikut merayakan penistaan dan pengkafiran kepada sahabat nabi Shalallahu ’alaihi wassalam dan membenarkan klaim Syiah dalam hal rukun imamah rafidhah.

Inilah titik krusial yang tidak banyak dipahami oleh pemerintah dan sebagian tokoh ormas Islam. Sebab dampaknya sangat besar bagi kemurnian akidah islam yang diwariskan Rasulullah dan salafu salih. Sungguh mengizinkan acara Idul Ghadir bukanlah acara yang sepele, sudah seharunya pemerintah melindungi akidah warganya dari aliran sesat karena Islam adalah agama mayoritas bagi bangsa Indonesia.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 929 kali, 1 untuk hari ini)