Membongkar Kesesatan Syiah Melalui Fatwa

 

Oleh: Tardjono Abu Muas, Pemerhati Perbukuan

 

Alhamdulillah, buku berjudul Fatwa-Fatwa Syiah Sesat setebal 96 halaman yang diterbitkan dan disusun oleh Tim Penyusun Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) Pusat telah hadir di hadapan sidang pembaca.

 

Buku ini berisi tentang kumpulan-kumpulan fatwa dari MUI Pusat, MUI Jatim, Pendiri Nahdhatul Ulama, Maklumat Muhammadiyah, Persatuan Islam (PERSIS), Forum Ulama Ummat Indonesia (FUUI), Pernyataan Sikap Bersama Ahlussunnah Indonesia, dan Imam-Imam Mazhab serta Para Ulama.

 

Dalam buku ini terdapat 4 fatwa syiah sesat dari MUI Pusat yakni, pertama, hukum meragukan kesempurnaan Al Qur’an. Kedua, hukum menghina dan mengkafirkan sahabat Nabi SAW. Ketiga, hukum meyakini adanya kema’shuman Imam. Dan yang keempat, hukum nikah mut’ah.

 

Di dalam setiap fatwanya, MUI Pusat memberikan rekomendasi sebelum ketentuan penutupnya yang ditujukan kepada ummat Islam, pemerintah cq. Kementrian Agama, dan aparat penegak hukum.

 

Seperti dalam fatwa tentang hukum meragukan kesempurnaan Al Qur’an, rekomendasi MUI kepada ummat Islam agar mewaspadai adanya pandangan dan/atau aliran keagamaan yang meragukan kesempurnaan Al Qur’an Mush-haf Utsmani.

 

Sedangkan rekomendasi MUI Pusat kepada aparat penegak hukum adalah agar melakukan penindakan terhadap setiap orang yang menyebarkan pemahaman yang mengarah kepada meragukan kesempurnaan Al Qur’an.

 

Buku ini sangat layak dibaca oleh ummat Islam sekaligus mensosialisasikan tentang kesesatan syiah. Bagi aparat,  semoga terbitnya buku ini menjadi salah satu payung hukum untuk menindak tegas penyebaran paham syiah yang sesat dan menyesatkan di tengah-tengah kehidupan masyarakat dan bernegara.

 

Bagi ummat Islam yang meragukan akan kesesatan syiah, melalui buku ini akan tercerahkan karena kita diyakinkan oleh para ulama yang pernyataannya didasarkan pada rujukan yang Qoth’i (pasti) yakni Al Qur’an dan Al Hadits.

 

(nahimunkar.org)

(Dibaca 280 kali, 1 untuk hari ini)