Memperingatkan dan Membantah Kesalahan untuk Menyelamatkan Umat

Orang yang alim tidak boleh diam ketika ada penyebar kesesatan. Orang alim perlu memperingatkan dan membantah kesalahan pembawa kesesatan, agar tidak menyebar ke umat. Bila dibiarkan maka kesesatan makin meluas dan kemungkinan justru dianggap sebagai kebenaran.

Hanya saja pelaksanaannya harus dengan bijak dan penuh persiapan matang dan pantang surut walau kena resiko, agar tidak malah menambah bangkitnya kesesatan hingga jadi kuat.

Silakan simak ini.

***

WAJIBNYA MENTAHDZIR DAI-DAI FITNAH, KW, ABAL-ABAL,…..

Tahdzir adalah: memperingatkan umat dari kesalahan individu atau kelompok dan membantah kesalahan tersebut; dalam rangka menasehati mereka dan mencegah agar umat tidak terjerumus ke dalam kesalahan serupa.

Dalil Disyari’atkannya Tahdzir.

Banyak sekali dalil-dalil -baik dari al-Qur’an maupun sunnah- yang menunjukkan akan disyari’atkannya tahdzir, jika dilakukan sesuai dengan norma-norma yang digariskan syari’at.

Di antaranya adalah firman Allah ta’ala,

وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ .

.”Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar; merekalah orang-orang yang beruntung”. (QS. Ali-Imran: 104).

Ayat di atas menjelaskan akan disyariatkannya amar ma’ruf nahi munkar, dan para ulama telah menjelaskan bahwa tahdzir adalah merupakan salah satu bentuk amar ma’ruf nahi munkar.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menerangkan,

“Kalaupun dia (ahlul bid’ah tersebut) tidak berhak atau tidak memungkinkan untuk dihukum, maka kita harus menjelaskan bid’ahnya tersebut dan mentahdzir (umat) darinya, sesungguhnya hal ini termasuk bentuk amar ma’ruf dan nahi munkar yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Majmu’ al-Fatawa (XXXV/414). Lihat pula: Sittu Durar min Ushul Ahl al-Atsar, karya Syaikh Abdul Malik Ramadhani: hal. 109-112).

Video:

https://www.facebook.com/abuibrahimalbetawi/videos/4303092039715597

Abu Ibrahim Al BatawyAL-FIRQAH AN-NAJIAH (Jalan Golongan yang Selamat)

aigtSf9 Meip segghpeuoknsuolr nhm0h7.0enthdd0  · 

(nahimunkar.org)

(Dibaca 214 kali, 1 untuk hari ini)