Buka Blokade Masjid Jamie’ BSC Al-Futuwwah Cipete Utara, Berikan Akses Jalan Untuk Jamaah

GazainJakarta00

Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Umat islam di Indonesia saat ini dikejutkan dengan kabar sebuah masjid dibilangan Jakarta Selatan, tepatnya Cipete Utara sedang menghadapi persengketaan antara Pengurus Masjid Jamie’ BSC Al-Futuwwah Cipete Utara dengan PT FIM Jasa Eka Tama.

Sudah dua tahun terakhir Masjid Al – Futuwwah dan Pesantren Yatim Piatu – Dhu’afa di Cipete Utara terisolasi karena area sekitar mereka ditembok beton oleh pemilik lahan, PT FIM Jasa Eka Tama yang dikelola oleh Ichsan Thalib.

Pagar tembok tersebut hanya menyisakan lorong jalan sempit selebar 1,5 meter untuk masuk dan keluar masyarakat menuju ke masjid.

Muhammad Sanwani Na’im selaku Ketua Masjid dan Pesantren Yatim Piatu-Dhu’afa BSC Al-Futuwwah mengatakan, akibat pemagaran ini, jamaah, santri, dan anak-anak yatim di panti asuhan terhalang dalam melakukan aktivitas ibadah dan pendidikan mereka. “Sebelum ada akses jalan kecil yang ada sekarang, beberapa santri dan anak yatim bahkan harus menaiki pagar untuk masuk pesantren atau masjid,” tuturnya.

Sebelumnya Ketua Umum DMI Jusuf Kalla, Jumat (10/5). Yang sekarang menjabat wakil presiden ini cukup kesal mendengar kabar adanya pengembang, yakni PT FIM Jasa Eka Tama yang dengan sengaja menutup akses jalan masuk dan keluar Masjid al-Futuwwah, di Cipete Utara, Jakarta Selatan, karena alasan kepemilikan lahan.“Saya ingatkan kepada pengembang, jangan remehkan masjid,” tegas pria yang akrab disapa JK ini.

Ia meminta PT FIM Jasa Eka Tama yang memagari area Masjid al-Futuwwah agar segera memberi akses jamaah untuk masuk dan keluar masjid dengan sarana yang layak. Pemagaran yang telah “memenjarakan” masjid dari masyarakat ini, kata JK, harus mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Jakarta Selatan.

JK cukup kesal pada pengembang yang menghalang-halangi umat beribadah dengan menutup akses jalan masjid hanya karena masalah tanah.“Enak sekali mereka memagari begitu saja tanpa melihat kemanfaatan masjid tersebut. Biar nanti saya langsung bilang ke wali kota Jakarta Selatan urus pengembang ini,” ketusnya.

Saat awal pembelian lahan, pihak developer tidak melakukan komunikasi dengan pengurus masjid, sehingga ada lahan yang diperuntukkan bagi jalan warga selebar 3 meter tersebut, terpatok pagar beton, sehingga warga hanya mendapatkan jatah jalan seluas 1,5 meter, itupun dengan jalur yang berlika-liku, seperti labirin dengan sudut menyiku tajam, sehingga menyulitkan bagi warga yang jalan berpapasan, atau menaiki sepeda atau sepeda motor. Dapat dibayangkan susahnya warga, jamaah dan nasib lebih dari 300 anak binaan santri Yatim Piatu-Dhu’afa, melintasi jalan masyarakat yang sudah ada sejak 40 tahun lalu untuk beraktifitas sehari-hari.

Itulah yang terjadi di Januari hingga April 2013, dimana developer mulai meratakan tanah, membuldozer dan memagari tembok setinggi 2 meter.

Pada tahun 2014 masalah ini semakin merugikan jamaah masjid dengan terbitnya Sertifikat BPN bernomor 09.02.05.10.1.05423, yaitu sertipikat Hak Milik No. 5423 yang diterbitkan pada 21 Januari 2014, jalan WAQAF menuju ke MASJID, lahan menara masjid dan lahan 50 M2 milik YAYASAN BSC AL-FUTUWWAH, berada dalam Sertifikat milik developer.

Dengan petisi ini kami mendesak kepada Developer PT FIM Jasa Eka Tama, yaitu bapak Ichsan Thalib, Direktur PT FIM JASA EKATAMA, yang juga Aktivis Kemanusian MER-C ini memberikan hak akses jalan yang layak selebar 3 meter seperti semula untuk jamaah masjid BSC AL-FUTUWWAH.

MEMPETISI KE

Presiden Indonesia

DPRD DKI JAKARTA

gubernur DKI jakarta

dan 1 penerima lainnya

PT FIM Jasa Eka Tama

Berikan Akses Jalan Masjid Jamie’ BSC Al-Futuwwah Cipete Utara
Berikan Akses Jalan Untuk Jamaah

Irfan Noviandana Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia

https://www.change.org/

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.723 kali, 1 untuk hari ini)