MUI: Kondom Jangan Dijual Bebas

Waspada! Ada ancaman Azab Allah Ta’ala alias bencana di dunia.

Untuk para penguasa dan pemimpin negeri ini, tidak takutkah ancaman Azab Allah yang disampaikan Nabi-Nya ini?

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِذَا ظَهَرَ الزِّنَا وَالرِّبَا فِي قَرْيَةٍ ، فَقَدْ أَحَلُّوا بِأَنْفُسِهِمْ كِتَابَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ.

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Apabila zina dan riba telah nampak di suatu kampong maka sungguh mereka telah menghalalkan diri mereka ketetapan (adzab) Allah ‘Azza wa Jalla. (HR At-Thabrani, Al-Hakim dia berkata shahih sanadnya, dan Al-baihaqi, menuru Al-Albani dalam Shahih At-Targhib wat Tarhib 1859 adalah hasan lighairihi).

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- :« مَا نَقَضَ قَوْمٌ الْعَهْدَ قَطُّ إِلاَّ كَانَ الْقَتْلُ بَيْنَهُمْ وَلاَ ظَهَرَتِ الْفَاحِشَةُ فِى قَوْمٍ قَطُّ إِلاَّ سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْهِمُ الْمَوْتَ وَلاَ مَنَعَ قَوْمٌ الزَّكَاةَ إِلاَّ حَبَسَ اللَّهُ عَنْهُمُ الْقَطْرَ ».

Dari Abdullah bin Buraidah dari ayahnya, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Tidaklah suatu kaum merusak janji sama sekali kecuali akan ada pembunuhan di antara mereka. Dan tidaklah perzinaan nampak di suatu kaum kecuali Allah akan menguasakan kematian atas mereka, dan tidaklah suatu kaum menahan zakat kecuali Allah akan menahan hujan dari mereka. (HR Al-Hakim, ia berkata shahih atas syarat Muslim, dan riwayat Al-Baihaqi, menurut Al-Albani shahih lighairihi dalam Shahih At-Targhib wat-Tarhib nomor 2418).

عَنْ مَيْمُونَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا تَزَالُ أُمَّتِي بِخَيْرٍ مَا لَمْ يَفْشُ فِيهِمْ وَلَدُ الزِّنَا فَإِذَا فَشَا فِيهِمْ وَلَدُ الزِّنَا فَيُوشِكُ أَنْ يَعُمَّهُمْ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ بِعِقَابٍ

Dari Maimunah isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Umatku akan senantiasa dalam kebaikan selama di antara mereka tidak bermunculan anak hasil zina, jika anak hasil zina telah bermunculan di antara mereka, maka dikawatirkan Allah akan menghukum mereka semua.” (HR Ahmad 25600 sanadnya hasan, menurut Al-Albani hasan lighairi dalam shahih At-Targhib wat-Tarhib no 2400).

Mengenai masalah kondom, inilah beritanya.

***

Astaghfirullah! Menjelang Valentine, Penjualan Kondom di Sejumlah Daerah Mengalami Peningkatan

BEKASI (voa-islam)—Menjelang hari Valentine yang jatuh setiap 14 Februari, penjualan alat kontrasepsi kondom di beberapa daerah mengalami peningkatan.

Di dua kota di Kalimantan Timur, Balikpapan dan Samarinda dikabarkan stok kondom di berbagai apotek habis terjual.

“Kondom kosong di apotek. Ini kan sangat bahaya. Kalau yang menggunakan orangtua tidak masalah, kalau yang menggunakan anak di bawah umur bagaimana? Kita harus bergerek, kalau tidak kita siapa lagi,” kata Meiliana, Pejabat (Pj) Wali Kota Samarinda seperti dikutip Banjarmasinpos.

Informasi kosongnya kondom di apotek tersebut, diterima Meiliana saat anak-anak Forum Silahtuhrahmi Lembaga Dakwah Kaltim dan Kaltar, Pusdima Unmul, dan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) melaksanakan diskusi di ruangnya.

Terkait fenomena terebut, Meilina kemudian membuat surat edaran ke kalangan sekolah. Ia juga mengaku telah menginstruksikan Satpol Pamong Praja agar merazia tempat hiburan malam pada malam perayaan Valentine, Sabtu atau Ahad (13-14/2/2016).

Fenomena serupa juga terjadi di Balikpapan. Penjualan telah meningkat sejak Rabu ( 10/2/2016) kemarin.

Yuyun, karyawan apotek di Jalan Jenderal Sudirman, Balikpapan, menerangkan penjualan kondom memang selalu laris setiap hari, baik pada hari normal sekalipun. Bahkan, waktu paling ramai pembelian kondom adalah pukul 22.00 Wita.

“Di sini, sebenarnya setiap hari (kondom) selalu banyak dicari. Bahkan saat malam, di waktu akhir pekan, stok selalu kosong karena banyak dibeli. Apalagi malam Valentine yang waktunya berlangsung pada hari libur,” kata Yuyun.

Pengalaman tahun lalu saat Valentine 2015, pembelian kondom cukup tinggi. Bahkan dari selusin kotak yang setiap kotaknya berisi 12 kondom, pasti habis terjual. Pihak apotek pun selalu menambah stok kondom, karena cepat habis terbeli.

“Yang jelas seperti pengalaman tahun lalu, dipastikan tahun ini saat Valentine penjualan kondom meningkat,” ujarnya.

Memang tak semua apotek laris manis penjualan kondom, ada pula yang tetap normal saja, seperti yang terjadi apotek di Jalan M Yamin Samarinda.

Sementara itu di Bandar Lampung penjualan kondom juga mengalami peningkatan.

Salah satu pedagang kaki lima di bilangan Ramayana, Burhan mengaku penjualan kondom ini mulai laku sejak beberapa hari lalu. Menurutnya, kebanyakan yang membeli alat konstrasepsi itu pemuda tanggung dengan usia sekitar 17 – 23 tahun.

“Masih muda yang beli. Rata-rata yah. Mungkin kalau ditaksir umurnya sekitar 20-an lah. Tapi ada juga yang masih kayak anak sekolah,” kat Burhan seperti dikutip Tribun Lampung.

Pendapat senada juga disampaikan Ilham, pedagang kaki lima di Jalan Radin Intan. Pembelian kondom mulai meningkat beberapa hari kebelakang. Menurutnya, sejak dua hari lalu ia bisa menjual sekitar lima sampai tujuh kotak kondom merek lokal. Per kotaknya ada tiga sachet kondom.

“Saya nggak pernah nanya sih. Yang penting mereka bayar. Kalau mereka pakai buat apa, itu urusan mereka. Saya kan hanya jual saja,” kata Ilham.* [Dbs/Syaf/voa-islam.com] Sabtu, 4 Jumadil Awwal 1437 H / 13 Februari 2016 11:52 wib

***

MUI Prabumulih: Kondom Jangan Dijual Bebas

H ALI AMAN

KETUA MAJELIS ULAMA INDINESIA (MUI) KOTA PRABUMULIH, H ALI AMAN /RMOLSUMSEL

RMOL. Hari valentine kerap dijadikan ajang untuk melakukan hal hal negatif, salah satunya dengan melakukan seks bebas dengan pasangan yang bukan suami istri.

Untuk mengantisipasi hal hal yang dapat merusak generasi muda, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Prabumulih, H Ali Aman menghimbau agar para pedagang ataupun toko untuk selektif dalam menjual alat kontrasepsi salah satunya kondom ke masyarakat.

“Bagi pedagang harus selektif lah kalau yang beli anak anak berusia muda ya jangan dilayani, kecuali yang beli itu orang tua yang telah berkeluarga,” ungkanya, kepadaRakyat Merdeka Online Sumsel, Rabu (10/1).

Lebih lanjut, Ali begitu ia disapa menuturkan, para pedagang hendaknya tidak mesti memikirkan keuntungan semata. Lebih dari itu, para pedagang juga diharapkan dapat memperhatikan dampak dari penjualan kondom dan peruntukannya.

“Harus selektif. Jangan sampai gara gara memikirkan keuntungan sesaat, apa yang dilakukan para pedagang ini dapat merusak umat, merusak akhlak generasi muda,” tuturnya.

Tak hanya itu, Ali juga meminta agar pihak pihak terkait juga melakukan razia ke hotel hotel dan memberi pengarahan terhadap toko toko yang menjual kondom. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi perbuatan perbuatan negatif di hari Valentine nanti.

“Untuk pihak pihak  terkait, kalau bisa diadakan razia kehotel hotel. Agar kita tidak kecolongan terutama segala sesuatu yang merusak generasi muda kita. Termasuk juga pemberian arahan ke toko toko agar tidak menjual kondom secara bebas,” ujarnya.

Ali juga menghimbau agar masyarakat khususnya pemuda pemudi tidak ikut ikutan merayakan valentine mengingat hal itu tidak ada di ajaran agama Islam.

“Hari Valentine itu kan bukan hari umat Islam. Kalaupun ada yang ikut merayakan berarti sudah mengikuti kepercayaan itu,” pungkasnya. rmolsumsel.com/DEDE SUHEN, RABU, 10 FEBRUARI 2016 

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.269 kali, 1 untuk hari ini)