•  Saat ini Hak Asasi Manusia (HAM) diperalat untuk melecehkan agama Islam dengan alasan kebebasan.

JAKARTA – Majelis Intelektual Ulama Muda Indonesia (MIUMI) risau dan prihatin terhadap fenomena penggunaan HAM sebagai justifikasi pelecehan dan pelanggaran aturan dan norma agama Islam, bahkan dalam banyak kasus dipelopori oleh institusi resmi negara.  Seperti, pelecehan agama atas nama HAM terlihat pembelaan terhadap homoseksual, perkawinan beda agama, penolakan perda-perda syariat dan lain-lain.

Pendapat tersebut mengemuka diantara para peserta Silaturahmi Nasional (Silatnas) Pertama Majelis Intelektual & Ulama Muda Indonesia (MIUMI) di Arrahman Quranic Learning Islamic Centre, Tebet Jakarta Selatan, Minggu (9/12) dalam rilis kepada arrahmah.com.

Sementara itu situs itoday memberitakan, para peserta Silatnas MIUMI mengungkapkan keprihatinan terhadap fenomena desakan untuk mengubah alasan hukum (illatulhukmi) dengan pendekatan ilmu humaniora dan hermeneutika dalam metode penetapan hukum (manhaj istinbath) Ushul Fiqih.

Para peserta Silatnas pertama MIUMI berencana menyelenggarakan Halaqah Nasional Ulama Ushul Fiqih untuk merumuskan platform metodologi fatwa di Indonesia.  “Hal ini sangat mendesak karena sifat dan fungsi MIUMI sebagai gerakan keilmuan yang ingin mengembalikan otoritas fatwa ulama dalam kehidupan umat,” kata Wakil Sekjen MIUMI, Fahmi Salim.

Dalam kancah nasional, MIUMI dikenal kepeloporannya dalam penolakan Draft RUU Kesetaraan dan Keadilan Gender (KKG) dan dukungan terhadap Fatwa MUI Jawa Timur tentang kesesatan aliran Syi’ah.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 535 kali, 1 untuk hari ini)