• Mendatangi Dukun Untuk Tanya Sesuatu, Hukumnya Tak Diterima Shalatnya 40 Malam/ Hari
  • Mendatangi Dukun Menanyakan Sesuatu Dan Mempercayainya Maka Dihukumi Kufur Terhadap Apa Yang Diturunkan Kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wasallam
  • Sebut Rezim Jokowi Kampanye Kemusyrikan, dari Mandikan Mobil Esemka hingga Pawang Hujan, PA 212: Sangat Menjijikkan!

     

     

    profil rara pawang hujan (IG/motogp)

Silakan simak ini.

***

HUKUM MEMPERCAYAI PAWANG HUJAN 


ilustrasi foto/fotodakwah

PERTANYAAN

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Ustadz…..ana mau tanya kalo minta jangan hujan sama pawang hujan, terus bener ga hujan…. itu termasuk syirik besar ato syirik kecil? Ada yg nanya sama ana tolong ustadz…… Syukron

JAWABAN

Wa’alaikumus Salam warohmatullahi Wabarokatuh

Allâh Ta’âlâ berfirman :

وَهُوَ الَّذِي يُرْسِلُ الرِّيَاحَ بُشْرًا بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِ حَتَّىٰ إِذَا أَقَلَّتْ سَحَابًا ثِقَالًا سُقْنَاهُ لِبَلَدٍ مَّيِّتٍ فَأَنزَلْنَا بِهِ الْمَاءَ فَأَخْرَجْنَا بِهِ مِن كُلِّ الثَّمَرَاتِ كَذَ‌ٰلِكَ نُخْرِجُ الْمَوْتَىٰ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

“Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.” (al-A’raf 57) 
1
Yang menggerakkan angin, cuaca, hujan dan lain sebagainya hanyalah Allâh. Manusia hanya bisa memprediksi dari tanda² alami (kauniyah) yg mana prediksi tsb bisa salah dan benar. Maka prediksi cuaca seperti ini yg bersandar pada tanda² alami adalah tdk mengapa, selama tdk diiringi dg keyakinan kebenarannya. Jadi, hanyalah prediksi belaka… 
2
Pawang hujan yang diklaim bisa memindahkan hujan atau menahan hujan, maka sejatinya mereka ini adalah paranormal (dukun) yang seringkali bekerjasama dg jin, sebagaimana dukun² lainnya. 
3
Kata para ulama, dukun dan tukang sihir itu adalah THAGHUT dan PARA PENDUSTA. Allah Ta’âlâ berfirman :

{هَلْ أُنَبِّئُكُمْ عَلَى مَنْ تَنزلُ الشَّيَاطِينُ، تَنزلُ عَلَى كُلِّ أَفَّاكٍ أَثِيمٍ، يُلْقُونَ السَّمْعَ وَأَكْثَرُهُمْ كَاذِبُونَ}

“Maukah Aku beritakan kepada kalian, kepada siapa syaitan-syaitan itu turun? Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta lagi banyak berbuat jahat/buruk (para dukun dan tukang sihir). Syaitan-syaitan tersebut menyampaikan berita yang mereka dengar (dengan mencuri berita dari langit, kepada para dukun dan tukang sihir), dan kebanyakan mereka adalah para pendusta” (QS asy-Syu’araa’: 221-223).

Para ulama tafsir menjelaskan bahwa para pendusta dalam ayat di atas adalah DUKUN dan yang semisal dg mereka. 
4
Mendatangi pawang hujan sama hukumnya dg mendatangi dukun. Hukumnya diperinci sbb :


Mendatangi dan bertanya kpd mereka (dukun) TANPA MEMBENARKANNYA, maka ini hukumnya dosa yang sangat besar dan tidak diterima shalatnya selama empat puluh hari. (bukan artinya tdk perlu sholat, krn sholat itu kewajiban yg tdk boleh ditanggalkan.) = KUFUR ASHGHAR


Mendatangi mereka (dukun) dan MEMBENARKAN mereka maka ini adalah KAFIR. Wal’iyadzubillah. = KUFUR AKBAR
5
Apabila yang dilakukan dukun itu terjadi dan nyata spt yang diklaim. Maka jangan tertipu, sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika ditanya tentang al-kuhhaan (para dukun), beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Mereka adalah orang-orang yang tidak ada artinya”. 

Salah seorang sahabat berkata, “Sesungguhnya para dukun tersebut TERKADANG MENYAMPAIKAN KEPADA KAMI SUATU (BERITA) YANG (kemudian ternyata) BENAR. 

Maka Rasulullah  shallallahu  ‘alaihi  wa sallam bersabda, “Kalimat (berita) yang benar itu adalah yang dicuri (dari berita di langit) oleh jin (syaitan), lalu dimasukkannya ke telinga teman dekatnya (yaitu dukun dan tukang sihir), yang kemudian mereka mencampuradukkan berita tersebut dengan seratus kedustaan” (Muttafaq alaihi)

Wallâhu a’lam.
@abinyasalma

______

WAG & Channel Telegram *Al-Wasathiyah Wal I’tidål*

alwasathiyah.com, 19 MAY 2017 UMMUFARAH

***

 

 

Sebut Rezim Jokowi Kampanye Kemusyrikan dari Mandikan Mobil Esemka hingga Pawang Hujan, PA 212: Sangat Menjijikkan!

 

Wakil Ketua PA 212, Habib Novel Bamukmin (Suara.com/Chyntia)

Suara.com – Wakil Ketua Sekretaris Jenderal Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin menyentil Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang selalu menyelipkan ritual-ritual dalam berbagai kegiatannya. Mulai dari memandikan mobil Esemka hingga yang terbaru ialah menampilkan pawang hujan di tengah-tengah penyelenggaraan MotoGP di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu (20/3/2022).

“Perkara kampanye kemusyrikan yang tengah gencar mulai dari viralnya masalah wayang, ritual IKN juga jokowi pernah memandikan mobil Esemka, yang enggak tahu rimbanya sampai saat ini dan terus dilakukan oleh rezim ini,” kata Novel saat dihubungi Suara.com, Senin (21/3/2022).

Novel begitu tidak menyukai atas ritual yang kerap dilakukan pemerintahan Jokowi. Menurutnya ritual-ritual yang dipertontonkan tersebut telah melukai Pancasila.

“Ini sudah sangat memalukan dan menjijikkan karena sudah mencederai dan menyimpang dari Pancasila yang harus paling utamanya dijaga yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, nah keesaan inilah yang tidak boleh dinodai oleh apapun dan siapapun,” ujarnya.

Menurutnya, di negara Indonesia tidak melarang penduduknya untuk memilih dan meyakini agama apapun. Namun menurutnya haram bagi pemeluk agama Islam untuk mencampuradukan agama dengan kepercayaan di luar itu.

Baca Juga:Pawang Hujan MotoGP Mandalika Tampil Vulgar, DPR: ke Depan Harus Dirahasiakan Agar Indonesia Tak Malu Pakai Hal Mistis

 

Terkait dengan pawang hujan, Novel menganggap kalau kegiatan itu jelas bukan ajaran dari agama Islam.

“Kalau para petinggi yang hadir saat penyelenggaraan MotoGP mau musyrik atau murtad silahkan atas nama sendiri tapi jangan mengkampanyekan kemusyrikan, kalau Rara (nama pawang hujan) nya beragama islam. Kalau pun rara beragama lain silahkan pada tempatnya pasti kami akan hormati.”

 

Hujan lebat melanda Sirkuit Mandalika hingga terpaksa untuk menunda start MotoGP Mandalika. Hal itu membuat pawang hujan beraksi di sirkuit.

Aksi pawang hujan bernama lengkap Rara Isti Wulandari ini sontak menjadi sorotan dunia. Wanita yang akrab disapa Mbak Rara itu langsung beraksi keliling sirkuit Mandalika saat hujan deras melanda.

Agung Sandy Lesmana | Ria Rizki Nirmala Sari

Suara.com – Senin, 21 Maret 2022 | 17:59 WIB

(nahimunkar.org)