Menag Lukman Hakim Saifuddin (yang Hapus Materi Perang Jihad dari Pelajaran Tarikh Islam), dan Ulah Bapaknya, Menag Saifuddin Zuhri Zaman Orde Lama

 


 

Ilustrasi foto viva/dok ist

 

Tak tanggung-tanggung. Gerakan untuk mengacak-acak Islam dan umat Islam garis lurus kelihatannya dipimpin langsung oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Dia akan menghapus materi tentang perang jihad di dalam pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). Belum lama ini, Lukman Hakim pula yang membantah bahwa pemerintah Jokowi akan menghapuskan sama sekali pendidikan agama Islam. Bukan hanya materi perang.
 
Menurut para petinggi Kementerian Agama (Kemenag), penghapusan materi perang dari SKI dimaksudkan agar Islam tidak lagi dikait-kaitkan dengan perang.
 
Logika seperti ini tentu bertentangan dengan sejarah peperangan sepanjang zaman. Lihat saja, siapa-siapa yang terlibat Perang Dunia I (1914-1918), Perang Dunia II (1939-1945), dan perang-perang lain setelah itu? Ingat Perang Korea (1950-1953). Kemudian Perang Vietnam yang berlangsung 20 tahun (1955-1975). Perang Falkland atau Malvinas antara Inggris dan Argentina (1982).
 
Apakah orang Islam yang melakukan perang-perang dahsyat ini? Siapa yang menggunakan bom nuklir pertama yang membumihanguskan Hiroshima dan Nagasaki? Jawabanya: Amerika Serikat. Siapa yang melancarkan serangan mendadak ke Pearl Harbour yang memicu Amerika menjatuhkan bom nuklir itu? Jawabannya: Jepang. Apakah orang Amerika dan orang Jepang itu beragama Islam dan mereka belajar sejarah perang Islam sehingga menjadi suka berperang? Jawabannya: tak mungkin. (Silakan baca selengkapnya
artikel ‘Pak Menteri Agama, RRC yang Paling Senang Penghapusan Sejarah Perang Jihad’ Oleh Asyari Usman (Wartawan Senior) 
https://www.nahimunkar.org/pak-menteri-agama-rrc-yang-paling-senang-penghapusan-sejarah-perang-jihad/? ).

 

Dari berita Menag Lukman Hakim Saifuddin wong NU yang mengusik Umat Islam itu menjadikan teringatnya berita ulah bapaknya (Saifuddin Zuhri wong NU pula) yang mengusik Umat Islam pula ketika dia jadi Menteri Agama zaman orde lama, sedang NU gabung dalam apa yang disebut NASAKOM (Nasional, Agama yakni NU, dan Komunis/ PKI).

Ini beritanya.

***

 

 

Ulah Menag (Sang Bapak) Orde Lama Diulang (Sang Anak) di Zaman Now?

 


 

Beredar di medsos, kicauan Haekal Hassan Barras @haikal_hassan 19 Mei 2018:

Th 1964 Menteri Agama KH Syaifuddin Zuhri (ayahnya MenAg) melarang 167 judul buku agama masuk pesantren a.l karangan Buya HAMKA, Prof. Hasbi Ashidiq, KH. Machmud Yunus (Penulis Kamus Arab-Indonesia dan beberapa kitab tafsir), dan A. Hassan (Pendiri Persis). WOW…

***

Bila dilihat dari kiprahnya, Menteri Agama zaman Orde Lama (Soekarno) KH Syaifuddin Zuhri itu dikenal sebagai kyai NU (Nahdlatul Ulama). Sedang tokoh-tokoh Islam yang buku-bukunya dilarang masuk ke pesantren itu tampaknya bukan tokoh NU.

Saat itu istilah liberal yang digandengkan dengan Islam (Islam Liberal) belum ada, karena istilah Islam Liberal (mengaku Islam tapi merelatifkan kebenaran Islam dan disamakan dengan agama-agama lain) itu baru muncul zaman Gus Dur tahun 2000-an. Yang belakangan disebut Islam liberal itu pernah disindir keras oleh M Natsir tokoh Masyumi zaman menjelang kemerdekaan 1945, dia menyebutnya ‘orang Islam yang sikapnya netral agama’ itu lebih sulit dihadapi ketimbang (kita sebagai orang Islam menghadapi) non Muslim.

Itulh kurang lebihnya cikal bakal Islam Liberal di zaman sebelum merdeka 1945. Bagaima pula ketika mereka yang bersikap netral agama (kini Islam liberal) itu memegang kekuasaan?

Terbukti, belakangan, di zaman Presiden Jokowi, kini Menag Lukman Hakim Saifuddin (anaknya Menteri Agama zaman Orde Lama KH Syaifuddin Zuhri tersebut) pun ‘mampu bikin heboh’, memunculkan daftar 200 muballigh rilisan Kemenag, Ramadhan 1439H/ 2018.

Apa hebohnya?

Di antaranya, pentolan Islam Liberal Abdul Moqsith Ghazali yang bahkan dia itu pembela nabi palsu Moshaddeq pun dimasukkan dalam daftar 200 muballigh rekomendasi Kemenag itu. (lihat link ini: https://www.nahimunkar.org/rancunya-daftar-200-muballigh-rilisan-kemenag-ada-emha-pengoplos-shalawat-dengan-nyanyian-gereja-dan-moqsith-pembela-nabi-palsu-moshaddeq/ ).

Demikian pula tukang nyanyi di gereja-gereja dan pengoplos shalawat dengan lagu gereja yakni Emha Ainun Najib pun dimasukkan daftar tersebut. https://www.nahimunkar.org/diduga-dua-pembela-lia-eden-dan-pentolan-pemusik-pengoplos-shalawat-dengan-nyanyian-gereja-masuk-daftar-terawal-200-muballigh-yang-direkomendasikan-kemenag/

 

 

Pembela Ahok penista agama, wong NU Yahya Staqub mantan juru bicara Gus Dur juga dicantumkan dalam daftar 200 muballih itu. https://www.nahimunkar.org/wong-nu-pembela-ahok-penista-agama-masuk-daftar-200-muballigh-rilisan-kemenag/

 

Tidak ketinggalan pula, wong NU A Mustofa Bisri pembela Ahmadiyah yang terdaftar dalam AKKBB yang diumumkan bela Ahmadiah agama nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad pun tercantum dalam daftar 200 muballigh rilisan Kemenag. Pembelaan A Mustofa Biri terhadap Ahmadiyah telah ada sorotannya, silakan simak ini. https://www.nahimunkar.org/ngawurnya-a-mustofa-bisri/

 

Keruan saja daftar 200 muballgh rilisan kemenag itu dianggap meresahkan umat Islam dan banyak suara santer yang memprotesnya, agar daftar 200 mubaligh rilisan Kemenag itu dicabut, dan Menag agar minta maaf.

 

Di antara bukti protes, beredar di medsos seperti berikut ini.

***

 

NAH LOHHH🤔🤔SEJARAH TERULANG










    

via fb Farida Juli Rahmayanti 

20 Mei pukul 6:45 · 

 

(nahimunkar.org)

Top of Form

 

(Dibaca 1.628 kali, 1 untuk hari ini)