Pendukung Pemimpin Bohong Lagi Zalim Bukanlah Golongan Nabi SAW

Yang paling menjadikan Umat Islam mengelus dada, Menag Lukman yang disebut mendukung LGBT (tingkah banci dan semacamnya) itu jadi amirul hajj (pemimpin haji) Indonesia tahun ini 1437H/ 2016. Sedangkan tingkah benci itu dilaknat dalam Islam, bahkan kalau sampai berbuat homosex maka hukum bunuh atas pelakunya.

Bagaimana ketika seorang yang ketahuan jelas membela LGBT yang dilaknata oleh Islam tahu-tahu dia mengangkat dirinya (selaku Menteri Agama) jadi pemimpin ibadah haji yang merupakan ibadah inti/ rukun dalam Islam, bahkan membawahi 155 ribuan jamaah haji dari negeri terbesar umat Islamnya di dunia ini.

Berita tentang dukunga Menag Lukman terhadap kaum banci dan semacamnya itu dapat dibaca di sini: https://www.nahimunkar.org/hadiri-acara-penghargaan-dan-mendukung-lgbt-mui-menag-lukman-wajib-bertobat/

Juga dapat disimak dalam video dan transkripnya yang jelas membela LGBT di sini: https://www.nahimunkar.org/menag-lukman-video-wawancara-jelas-mendukung-penghargaan-kelompok-lgbt/

Menjadi hal yang perlu dicermati, kenapa sampai terjadi hal sangat aneh itu. LGBT dilaknat dalam Islam, bahkan pelaku homosex hukumannya adalah hukum bunuh, tetapi ada orang yang mendukungnya, bahkan jadi amirul hajj.

Menag Lukman Sering Meresahkan Umat Islam

Di samping kejadian terakhir mendukung LGBT tersebut, sebelumnya telah ada pernyataan keras terhadapnya.

Satu orang saja (yakni Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin) dalam waktu singkat sudah menggoncangkan Umat Islam dengan lontaran-lontaran yang menurut PPP (Partai Persatuan Pembangunan) ada 4 hal yang menyakiti Umat Islam.

Perilaku dan tindakan Menteri Lukman yang dinilai kontroversi seperti:

  1. Mengakui baha’i sebagai agama.
  2. Memfasilitasi kegiatan syiah di Kantor Kementerian Agama (Kemenag). Hal ini dianggap memberikan stigma bahwa syiah adalah bagian dari umat Islam.
  3. Usulan pembacaan Alquran dengan langgam Jawa dalam acara Isra Mikraj di Istana Negara. Ide tersebut dipandang tidak tepat, sehingga menimbulkan kecaman umat Islam dari seluruh penjuru negeri.
  4. Menag menyatakan, umat Islam yang berpuasa harus menghormati orang lain yang tidak berpuasa.

Sekjen MIUMI Bachtiar Nasir menyebut gejala buruk ini sebagai adanya orang-orang tidak berkompeten dalam bidang agama kemudian mengurusi persoalan-persoalan di bidang agama.

Gejala buruk ini dikhawatirkan termasuk ruwaibidhah dan pertanda imarah sufaha’.

Bila dirujukkan kepada Hadits Nabi saw maka gejala buruk ini dikhawatirkan termasuk dalam hadits tentang ruwaibidhah dan lebih celakanya lagi keadaan ini dikhawatirkan termasuk pertanda imarah sufaha’.

حَدِيث أَنَس ” أَنَّ أَمَام الدَّجَّال سُنُونَ خَدَّاعَات يُكَذَّب فِيهَا الصَّادِق وَيُصَدَّق فِيهَا الْكَاذِب وَيُخَوَّن فِيهَا الْأَمِين وَيُؤْتَمَن فِيهَا الْخَائِن وَيَتَكَلَّم فِيهَا الرُّوَيْبِضَة ” الْحَدِيث أَخْرَجَهُ أَحْمَد وَأَبُو يَعْلَى وَالْبَزَّار وَسَنَده جَيِّد , وَمِثْله لِابْنِ مَاجَهْ مِنْ حَدِيث أَبِي هُرَيْرَة وَفِيهِ ” قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَة ؟ قَالَ الرَّجُل التَّافِه يَتَكَلَّم فِي أَمْر الْعَامَّة “( فتح الباري).

Hadits Anas: Sesungguhnya di depan Dajjal ada tahun-tahun banyak tipuan –di mana saat itu– orang jujur didustakan, pembohong dibenarkan, orang yang amanah dianggap khianat, orang yang khianat dianggap amanah, dan di sana berbicaralah Ruwaibidhoh. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya, apa itu Ruwaibidhoh? Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Orang yang bodoh (tetapi) berbicara mengenai urusan orang banyak/ umum. (Hadits dikeluarkan oleh Imam Ahmad, Abu Ya’la, dan Al-Bazzar, sanadnya jayyid/ bagus. Dan juga riwayat Ibnu Majah dari Abu Hurairah. Lihat Kitab Fathul Bari, juz 13 halaman 84 ).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِنَّهَا سَتَأْتِي عَلَى النَّاسِ سِنُونَ خَدَّاعَةٌ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ السَّفِيهُ يَتَكَلَّمُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ

“Sesungguhnya akan datang kepada manusia tahun-tahun penuh tipu daya. Para pendusta dipercaya sedangkan orang jujur dianggap berdusta. Penghianat diberi amanah sedangkan orang yang amanat dituduh khianat. Dan pada saat itu, para Ruwaibidhah mulai angkat bicara. Ada yang bertanya, ‘Siapa itu Ruwaibidhah?’ Beliau menjawab, ‘Orang dungu yang berbicara tentang urusan orang banyak (umat).” (HR. Ahmad, Syaikh Ahmad Syakir dalam ta’liqnya terhadap Musnad Ahmad menyatakan isnadnya hasan dan matannya shahih. Syaikh Al-Albani juga menshahihkannya dalam al-Shahihah no. 1887)

Pendukung Pemimpin Bohong Lagi Zalim Bukan Golongannya Nabi SAW

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِكَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ أَعَاذَكَ اللَّهُ مِنْ إِمَارَةِ السُّفَهَاءِ قَالَ وَمَا إِمَارَةُ السُّفَهَاءِ قَالَ أُمَرَاءُ يَكُونُونَ بَعْدِي لَا يَقْتَدُونَ بِهَدْيِي وَلَا يَسْتَنُّونَ بِسُنَّتِي فَمَنْ صَدَّقَهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَأُولَئِكَ لَيْسُوا مِنِّي وَلَسْتُ مِنْهُمْ وَلَا يَرِدُوا عَلَيَّ حَوْضِي وَمَنْ لَمْ يُصَدِّقْهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَلَمْ يُعِنْهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَأُولَئِكَ مِنِّي وَأَنَا مِنْهُمْ وَسَيَرِدُوا عَلَيَّ حَوْضِي

الراوي : جابر بن عبدالله المحدث : الألباني

المصدر : صحيح الترغيب الصفحة أو الرقم: 2242 خلاصة حكم المحدث : صحيح لغيره

/Dorar.net

Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Ka’b bin’ Ujroh, “Semoga Allah melindungimu dari pemerintahan orang-orang yang bodoh”, (Ka’b bin ‘Ujroh Radliyallahu’anhu) bertanya, apa itu kepemerintahan orang bodoh? (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) bersabda: “Yaitu para pemimpin negara sesudahku yang tidak mengikuti petunjukku dan tidak pula berjalan dengan sunnahku, barangsiapa yang membenarkan mereka dengan kebohongan mereka serta menolong mereka atas kedholiman mereka maka dia bukanlah golonganku, dan aku juga bukan termasuk golongannya, mereka tidak akan datang kepadaku di atas telagaku, barang siapa yang tidak membenarkan mereka atas kebohongan mereka, serta tidak menolong mereka atas kedholiman mereka maka mereka adalah golonganku dan aku juga golongan mereka serta mereka akan mendatangiku di atas telagaku. (Musnad Ahmad No.13919, shahih lighairihi menurut Al-Albani dalam Shahih at-Targhib).

Allahul Musta’an. Wa laa haula walaa quwwata illaa billahil ‘aliyyil ‘adhiim.

(nahimunkar.com)

***

Angkat Diri Sendiri Jadi Amirul Haj, Menteri Agama Dapat Uang Harian Rp72 juta

Jakarta, HanTer – Center For Budget Analysis (CBA) mempertanyakan Amirul Haj atau pimpinan tertinggi penyelenggara ibadah haji tahun 2016 yang disandang Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin.

Pengangkatan Lukman sebagai Amirul Haj sesuai surat keputusannya sendiri yaitu Keputusan Menteri Agama No.418 Tahun 2016 tentang pembentukan Amirul Haj, Naib, Sekretaris, Anggota, dan Sekretariat pada operasional penyelenggaraan ibadah Haji tahun 1437 H / 2016 M.

“Sebagai Amirul Haj, yang mengurusin Haji, ternyata tidak mau gratis. Sehingga, lukman hakim saifuddin sebagai amirul Haj mendapat penghasilan tambah atau uang harian sebesar Rp.4 juta perhari,” kata Direktur CBA Uchok Sky Khadafi di Jakarta, Minggu (21/8/2016).

Menurut Uchok, dengan mendapatkan penghasilan harian tersebut akan membuat rakyat bertanya-tanya karena ternyata enak, dan nikmat sekali menjadi Menteri Agama. Karena sudah mendapat fasilitas naik haji gratis, masih pula mendapatkan uang harian yang nilainya juga sangat fantastis. Waktu dan tugas amirul haj saat musim haji adalah, kemungkinan 18 hari.

“Jadi, kalau diasumsi uang yang bisa masuk ke kantong amirul haj, Lukman Hakim Saifuddin adalah sebesar Rp.72 juta untuk musim haji tahun 2016. Dimana 18 hari dikali dengan Rp4 juta perhari. Ini hanya untuk seorang amirul haj saja,” ungkap Uchok.

Jika rombongan amirul haj berjumlah 12 orang maka untuk uang harian saja akan menghabiskan atau menghambur hambur uang negara sebesar Rp.477 juta selama 18 hari. Uang tersebut merupakan hasil pajak yang ternyata dihabiskan untuk hal yang tidak berguna. Oleh karena itu Uchok meminta untuk segera membekukan uang harian sebesar Rp.4 juta perhari buat menteri agama, atau uang APBN total sebesar Rp.447 juta untuk 12 rombongan amirul haj.

“Kalau uang harian ini tetap diberikan, ini berarti Menteri Agama yang tidak mempunyai malu sama sekali. Karena jamaah haji harus membayar antara Rp.31.1 –  38.9 juta. Masa amirul haj harus dapat uang harian, ini betul betul logika yang tidak masuk akal sehat, manusia waras,” tegasnya.

Uchok menilai, selama Kemenag dipimpin Lukman Hakim, kinerjanya juga adem ayem, tidak ada terobosan dalam namun ingin mencari selamat. Tapi, giliran membuat uang harian sebagai amirul haj, pintarnya bukan main, dengan cara membuat keputusan menteri agama sendiri, dengan menetapkan bahwa untuk uang harian sebesar Rp.4 juta perhari.

“Kami minta kepada DPR untuk segera menekan Menteri Agama, agar uang harian amirul haj segera dihapus, dan memerintahkan agar Lukman Hakim Saifuudin untuk mencabut sendiri surat keputusan Kemenag RI No.418 tahun 2016,” tegasnya.

Sementara itu Kabid Humas Kemenag, Rosidin Karidi mengatakan, Amirul Hajj adalah sebuah jabatan dalam struktur operasional haji yang dibentuk setiap tahun. Sementara uang harian Menteri Agama terima karena sesuai peraturan menteri keuangan. Uang harian berlaku kepada siapapun yang menjalankan perjalanan dinas keluar negeri.

“Uang harian itu berlaku kepada siapapun yang menjalankan perjalanan dinas ke luar negeri. Rinciannya sudah jelas diatur,” ujar Rosidin.

(safari)/nasional.harianterbit.com

Di Publish Pada Tanggal : Minggu, 21 Agustus 2016

***

Rombongan ‘Amirul Haj’ Diumumkan, Sejumlah Pimpinan Ormas Islam Turut Serta

by Muhammad 20 Ags 2016

(gomuslim). Sejumlah pimpinan organisasi Islam masuk dalam rombongan haji bersama Menteri Agama Lukman Hakim  Saifuddin yang akan menunaikan tugas sebagai ‘Amirul Haj’ (pemimpin jamaah haji) dalam penyelenggaraan haji tahun 1437 Hijriah/2016 Masehi. Rombongan dijadwal menuju tanah suci pada 4 September 2016 dan kembali ke tanah air pada 21 September 2016.

Demikian disampaikan Kasubdit Pembinaan Petugas Haji Ditjen Penyelenggara Haji dan Umrah Khoirizi Dasir di Jakarta.

Penetapan itu merujuk pada Surat Keputusan (SK) Menteri Agama Nomor 418 tahun 2016 yang diumumkan pada Jumat sore kemarin (19/08/2016), terdapat sejumlah tokoh Muslim yang turut serta Lukman Hakim selaku Amirul Haj.

Dalam SK tertera antara lain: Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, KH Miftahul Akhyar (wakil Rais Aam PBNU), Marpuji Ali (anggota Pimpinan Pusat Muhammadiyah) dan Mahsusi (Kapusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan Badan Litbang Kemenag).

Selain itu, terdapat nama Hasanuddin AF (Ketua Komisi Fatwa MUI), Abdullah Djaidi (Ketua Umum Pimpinan Pusat Al irsyad Al islamiyah), Mohammad Siddik (Ketua Umum DDII), Masyhuril Khamis (Sekjen PB Al washliyah), Ahmad Bagja (Ketua Dewan Masjid Indonesia) dan Anung Sugihantono (Dirjen Kesehatan Masyarakat).

Selain itu terdapat nama-nama berikut di SK Menteri Agama seperti Agus Sartono (Deputi Menko PMK Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama), Khoirul Huda Basyir (Kabag Pimpinan pada Biro Umum Kementerian Agama) dan Maryono (Kabag Pimpinan pada Biro Umum Kementerian Agama).*/gomuslim.co.id

(nahimunkar.com)

(Dibaca 3.753 kali, 1 untuk hari ini)