MUI: Pamer kecantikan alias tabarruj dilarang Islam, apalagi plus westernisasi dan liberalisasi wanita

“MUI telah menyatakan menolak keras penyelenggaraan Miss World karena tidak sesuai ajaran Islam yang mewajibkan muslimah menutup aurat,” kata Menteri Agama Suryadharma Ali usai menjadi pembicara utama dalam Pertemuan Ilmiah Internasional Bahasa Arab di Padang, Sumatra Barat, Kamis (29/8)

Bukan hanya tidak sesuai ajaran Islam, lanjut Menag, nilai yang diusung ajang Miss World juga sangat berbeda dengan budaya Indonesia.

 tolak miss 3islampos

Inilah beritanya.

***

Menteri Agama Desak Panitia Miss World Patuhi Fatwa MUI

Menteri Agama Suryadharma Ali mengingatkan panitia kontes kecantikan Miss World 2013 harus memperhatikan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Suryadharma mengatakan selain soal keamanan yang menjadi tanggung jawab aparat kepolisian atau masalah lain yang berhubungan dengan pihak terkait, penyelenggaraan Miss World juga harus memperhatikan fatwa MUI.

“MUI telah menyatakan menolak keras penyelenggaraan Miss World karena tidak sesuai ajaran Islam yang mewajibkan muslimah menutup aurat,” katanya usai menjadi pembicara utama dalam Pertemuan Ilmiah Internasional Bahasa Arab di Padang, Sumatra Barat, Kamis (29/8)

Sebagaimana diketahui, MUI telah menyatakan menolak keras penyelenggaraan Miss World karena tidak sesuai ajaran Islam yang mewajibkan muslimah menutup aurat.

Bukan hanya tidak sesuai ajaran Islam, lanjut Menag, nilai yang diusung ajang Miss World juga sangat berbeda dengan budaya Indonesia.

“Saya berharap agar tidak ada kontroversi di kita. Kita memerlukan ketenangan,” kata Suryadharma.

Rencananya ajang Miss World 2013 akan diselenggarakan pada 8 September 2013. [de/Islampos] By Pizaro on August 30, 2013

***

Pamer kecantikan alias tabarruj dilarang Islam, apalagi plus westernisasi dan liberalisasi wanita

Sekjen MUI, Amirsyah Tambunan menjelaskan: “Kalaupun tidak ada sesi menampilkan penggunaan pakaian dalam, tetap kegiatan Miss World ini mengedepankan pada konsumsi sensualitas kecantikan wanita dan Islam mengharamkan seorang wanita mempertontonkan kecantikannya atau disebut tabarruj,” jelas Amirsyah kepada hidayatullah.com usai konferensi pers penolakan kegiatan Miss World di kantor MUI Jakarta, Jum’at (23/08/2013).

Menurut MUI, Miss World begitu jelas memiliki misi westernisasi terutama untuk kalangan wanita. Misi liberalisasi wanita ini juga bertentangan dengan nilai-nilai konstitusi UUD 45.

Sementara itu Dr Adian Husaini yang lantang menolak miss world,  seperti dikutip hidayatullah.com,  ia meminta jangan diam melihat kemunkaran dengan akan diselenggarakannya ajang Miss World. Menurutnya,  melakukan amar ma`ruf (mengajak kepada perbuatan baik) dan nahi munkar (mencegah keburukan/kemaksiatan) bisa dengan kekuatannya (tangan/kekuasaan) atau dengan lisan (tulisan), jadi tidak ada alasan diam. Karena diamnya umat akan dipertanggungjawabkan di akherat.

“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawaban,” ujar Adian mengutip Quran Surat Al Isra’: 36.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 732 kali, 1 untuk hari ini)