Menag Yaqut Diingatkan Jangan Ikuti Jejak Imam Nahrawi Kader GP Ansor yang Terjerat Korupsi Dihukum 10 Tahun Penjara

 


Ilustrasi: Imam Nahrawi (kiri) Kader GP Ansor/ Banser NU mantan Menpora terjerat kasus korupsi dihukum 10 tahun penjara. Kanan Yaqut pentolan GP Ansor/ Banser NU kini diangkat jadi Menteri Agama. Foto/dok. net

 

Yaqut Cholil Qoumas diharapkan untuk tidak mengikuti jejak kader GP Ansor sebelumnya (Imam Nahrawi) yang terjerat kasus korupsi, setelah (Yaqut) menjadi Menteri Agama.

 

Harapan itu disampaikan oleh Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Persaudaraan Alumni (PA) 212, Ustaz Novel Bamukmin menanggapi dilantiknya Gus Yaqut sapaan akrab Yaqut Cholil sebagai Menteri Agama (Menag) menggantikan posisi Fachrul Razi.

 

Novel berharap, Gus Yaqut bisa berbenah diri dan tidak membuat gaduh lagi ketika menjadi Menteri Agama.

 

“Saya tetap berharap Gus Yaqut bisa berbenah diri tidak membuat gaduh lagi dengan bisa merangkul dan menyatukan kembali anak bangsa yang terpecah belah ini,” ujar Novel kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (23/12).

 

Selain itu kata Novel, ia juga berharap agar Gus Yaqut tidak mengikuti kader Ansor pendahulunya, yakni Imam Nahrawi yang melakukan korupsi saat menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).

 

“Yang penting tidak korupsi, sudah cukup dari ormas yang sama menjadi Menpora tapi melakukan korupsi. Dengan begitu menjadi pelajaran mengamanatkan jabatan bukan berdasarkan utang budi, tapi orang yang sudah terbukti perjuangannya untuk bangsa dan negara bukan atas tunduk kepada asing dan aseng,” pungkasnya.

 

Gelora News

23 Desember 2020

***

 

Mantan Menpora Imam Nahrawi Dihukum 10 Tahun Penjara

 

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi sebagai tersangka pada kasus dugaan suap pengurusan dana Hibah KONI dan dugaan penerimaan gratifikasi.

 

Jakarta, – Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi akhirnya dihukum 10 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan.

Jaksa Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjatuhkan vonis tersebut dalam sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta pada Jumat, 12 Juni 2020.

“Menyatakan terdakwa Imam Nahrawi terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan beberapa tindak pidana secara bersama-sama dan berlanjut sebagaimana dakwaan,” kata jaksa KPK, Ronald Worotikan.

Selain hukuman pokok, jaksa juga menuntut Imam Nahrawi membayar uang pengganti sebesar Rp 19 miliar. Jaksa juga menuntut pencabutan hak politik untuk dipilih menjadi pejabat publik selama 5 tahun setelah menjalani masa hukuman.

Jaksa menganggap Imam terbukti menerima suap senilai Rp 11,5 miliar terkait pencarian dana hibah dari Kemenpora ke Komite Olahraga Nasional Indonesia.

Suap diberikan untuk mempercepat proses persetujuan dan pencairan bantuan dana hibah yang diajukan oleh KONI Pusat kepada Kemenpora tahun anggaran 2018.

Jaksa mengatakan suap itu diterima melalui asisten pribadinya, Miftahul Ulum. Selaku operator lapangan, Ulum dituntut 9 tahun penjara.

Selain suap, jaksa menyatakan Imam juga terbukti menerima gratifikasi senilai Rp 8,6 miliar selama menjabat sebagai menteri. Gratifikasi itu berasal dari Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy dan terkait Program Indonesia Emas.

Jaksa KPK menilai perbuatan Imam telah menghambat perkembangan dan prestasi atlet Indonesia. Imam dinilai tidak kooperatif dan mengakui kesalahannya. Sementara, pertimbangan meringankan yakni, Imam bersikap sopan dan memiliki tanggungan keluarga.*(Rikard Djegadut).

INDONEWS.ID, Oleh : Rikard Djegadut – Jum’at, 12/06/2020 18:30 WIB

 

(nahimunkar.org) 

(Dibaca 100 kali, 1 untuk hari ini)