Menag Yaqut Mau Ikuti Pihak Gereja soal Pelajaran Agama Islam, atau Ikuti Islam?

Dikabarkan, ‘Disurati PGI, Menag Yaqut Minta Kemenag Perbaiki Materi Pelajaran Agama Islam yang Menyinggung Injil’.

Rupanya pihak gereja telah berani ‘lompat pagar’, mengintervensi materi pelajaran agama Islam segala. Bahkan sikap ceroboh pihak gereja yang seharusnya tak perlu digubris itu seakan mendapat penghargaan khusus dari Menag Yaqut. (Ada apa kalau begini?).

Perlu diingat, Islam itu agama dari Allah. Pelajaran agama Islam ya hanya menyampaikan agama dari Allah itu. Siapapun tidak boleh mengubah-ubah ajaran agama Islam. Apalagi mengikuti permintaan pihak gereja ataupun lainnya.

Lebih dari itu, bahkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pun tugasnya hanya menyampaikan dan melaksanakan agama dari Allah Ta’ala itu. Tidak boleh mengada-adakan dari dirinya sendiri, walau beliau Utusan yang dipercaya oleh Allah ta’ala. Bahkan ada ancamannya yang sangat keras.

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang jelas2 Utusan Allah Subhanahu wa Ta’ala, Nabi yang jadi penghulunya para anbiya’ wal mursalin saja diancam keras oleh Alah Ta’ala bila berani mengutak-atik Islam. Silakan baca firman Allah Ta’ala ini:

{ وَلَوْ تَقَوَّلَ عَلَيْنَا بَعْضَ الْأَقَاوِيلِ (44) لَأَخَذْنَا مِنْهُ بِالْيَمِينِ (45) ثُمَّ لَقَطَعْنَا مِنْهُ الْوَتِينَ (46) فَمَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ عَنْهُ حَاجِزِينَ (47) وَإِنَّهُ لَتَذْكِرَةٌ لِلْمُتَّقِينَ (48) وَإِنَّا لَنَعْلَمُ أَنَّ مِنْكُمْ مُكَذِّبِينَ (49) وَإِنَّهُ لَحَسْرَةٌ عَلَى الْكَافِرِينَ } [الحاقة: 44 – 50]

44. Seandainya dia (Muhammad) mengadakan sebagian perkataan atas (nama) Kami, [Al Haqqah:44]

45. niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya. [Al Haqqah:45]

46. Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya. [Al Haqqah:46]

47. Maka sekali-kali tidak ada seorangpun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami), dari pemotongan urat nadi itu. [Al Haqqah:47]

48. Dan sesungguhnya Al Quran itu benar-benar suatu pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. [Al Haqqah:48]

49. Dan sesungguhnya Kami benar-benar mengetahui bahwa di antara kamu ada orang yang mendustakan(nya). [Al Haqqah:49]

50. Dan sesungguhnya Al Quran itu benar-benar menjadi penyesalan bagi orang-orang kafir (di akhirat). [Al Haqqah:50]

الوجيز للواحدي (ص: 1130)

{ولو تقول علينا بعض الأقاويل} يعني: النبي صلى الله عليه وسلم لو قال ما لم يُؤمر به وأتى بشيءٍ مِنْ قِبَل نفسه

Seandainya dia (Muhammad) mengadakan sebagian perkataan atas (nama) Kami, [Al Haqqah:44] maksudnya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam seandainya berkata sesuatu yang tidak diperintahkan dengannya dan membawa sesuatu dari arah dirinya sendiri, (maka langsung diancam oleh Allah Ta’ala):

niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya.

Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya.

Maka sekali-kali tidak ada seorangpun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami), dari pemotongan urat nadi itu [Al Haqqah: 45, 46, 47].

Nah! Nabi Utusan Allah Ta’ala saja diancam sekeras itu apabila berani mengadakan sesuatu dari dirinya sendiri atas nama (agama) Allah. Apalagi manusia biasa yang bukan nabi. Apalagi malah mengikuti bisikan orang kafir, misalnya. Betapa lebih besar dan dahsyat lagi ancamannya.

Wahai Pak Menag Yaqut. Silakan dicamkan benar2 ayat-ayat ancaman dari Allah Subhanahu wa Ta’ala itu. Bahkan silakan baca baik2. Kakek sampean, Mbah Kyai Bisri Musthofa (ayahnya ayah sampean) telah berjasa kepada Umat Islam ini menyusun Kitab Tafisr Bahasa Jawa, Al-Ibriz, 30 Juz dan dipelajari di pesantren2 dan Umat Islam di Jawa pada umumnya. Jasa baik kakek sampeyan itu jangan dikhianati dengan malah mengikuti bisikan pihak lain yang sangat berat ancamannya dalam ayat2 suci itu.

Monggo disimak tafsir tulisan Kakek sampeyan baik2, agar kita mampu menghargai warisan ilmu yang telah digoreskan dalam kitab tafsir yang berharga itu.

Semoga peringatan ini bermanfaat bagi penulis dan juga Pak Modin anyar serta Umat Islam pada umumnya.

Aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin.

***

Berita tentang Menag kaitannya dengan surat dari PGI, silakan simak ini.

***


Disurati PGI, Yaqut Minta Kemenag Perbaiki Materi Pelajaran Agama Islam yang Menyinggung Injil

@geloranews 
27 Februari 2021


 

 

GELORA.CO – Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) menyurati Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas agar buku pelajaran agama Islam terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) yang menyinggung kitab Injil dan Taurat dikaji ulang. Menag Yaqut Cholil Qoumas meminta Kemdikbud materi ajaran itu diperbaiki.

 

“Saya belum menerima suratnya. Tapi sudah mendengar masalah ini sebelumnya,” kata Yaqut Cholil Qoumas kepada detikcom, Sabtu (27/2/2021).

 

Yaqut Cholil Qoumas yang akrab disapa Gus Yaqut sudah memerintahkan jajaran Kemenag mendalami serta memperbaiki materi pengajaran tersebut. Perbaikan akan disampaikan ke Kemdikbud.

 

“Dan saya sudah minta jajaran di Kemenag untuk mendalami dan memperbaiki materi pengajaran agama Islam yang disusun sejak 2017 tersebut, untuk disampaikan kepada Kemendikbud,” ujarnya.

 

Sebelumnya, buku pelajaran agama Islam terbitan Kemdikbud menyinggung soal kitab Injil dan Taurat. PGI menyurati Menag Yaqut Cholil Qoumas supaya buku itu dikaji ulang.

 

“Terkait dengan ini, Sekum PGI telah menyampaikan ke Menteri Agama beserta dengan copy pdf buku-buku tersebut. Oleh Menag sudah diinstruksikan ke stafnya untuk segera berkoordinasi dengan pihak Kemendikbud untuk mengkaji materi dari buku-buku ini bila ternyata masih digunakan,” kata Ketua Umum PGI Pendeta Gomar Gultom dalam berita di situs PGI, dikutip detikcom pada Sabtu (27/2).

 

Gomar meminta buku itu tidak disikapi secara berlebihan. Soalnya, buku itu memang merupakan mata pelajaran agama Islam.

 

“Ini adalah mata pelajaran agama Islam. Dan tentu saja isinya adalah pemahaman dan ajaran Islam, termasuk mengenai agama Kristen dan Injil. Lalu bagaimana kita menanggapinya? Ya, tidak perlu ditanggapi. Tugas kita adalah memberikan informasi autentik tentang ajaran Kristen kepada murid-murid Kristen, bukan menggugat isi pengajaran agama yang lain,” kata Gomar.

 

Buku itu adalah buku pelajaran ‘Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti’ untuk Kelas XI SMA, terbitan Kemdikbud tahun 2017. []

 

(nahimunkar.org)