Menag Yaqut Mau Perangi Populisme Islam, Dipertanyakan: Yaqut Agamanya Apa?

 

  •  Menag seharusnya adil, sebab seolah hanya Islam yang dia khawatirkan.
  • “Memang tidak ada populisme agama lain? Kenapa lebih mengawasi dan mengkhawatirkan Islam yang memang disini sudah besar dan terbesar? Mari adil,” tulis Eka Gumilar di twitternya, Senin (28/12).
  • “Agama Menag sendiri apa?” tanyanya.
  • Sementara itu Fadli Zon Anggota Komisi I DPR RI menanggapi Menag Yaqut: “Ayo kita berdebat di ruang publik apa itu “populisme”, “populisme Islam” dan apa urusannya Menag ngurusi ini. Apa tupoksinya?” kata Fadli Zon.

 

Silakan simak ini.

 

***

Yaqut Cholil Janji Perangi Populisme Islam, Politikus Partai Gerindra: Agama Menag sendiri apa?


Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. (@gusyaqut/Instagram)

JAKARTA — Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, pihaknya tidak akan membiarkan populisme Islam berkembang di Indonesia. Populisme merupakan usaha untuk menggiring agama menjadi norma konflik.

“Agama dijadikan norma konflik itu dalam bahasa ekstremnya, siapapun yang berbeda keyakinannya, maka dia dianggap musuh dan karenanya harus diperangi. Istilah kerennya itu populisme islam,” ujar Gus Yaqut dalam sebuah acara webinar lintas agama, Ahad (27/12) kemarin.

Menang bilang, pihaknya akan terus berusaha memerangi populisme Islam di tanah air agar tidak terus membesar.

Baca juga: Wasekjen PA 212 Sindir Gus Yaqut: Menag yang Gagal Paham Terhadap Agamanya Sendiri

“Dan saya tidak ingin, kita semua, tentu saja tidak ingin populisme Islam ini berkembang luas sehingga kita kewalahan memeranginya,” lanjut Ketua GP Ansor ini.

Menanggapi itu, Ketua Umum Rekonsiliasi Masyarakat (Rekat), Eka Gumilar mempertanyakan maksud populisme Islam yang disebut Menag Yaqut.

Bagi dia, Menag seharusnya adil, sebab seolah Islam yang hanya dikhawatirkan.

“Memang tidak ada populisme agama lain? Kenapa lebih mengawasi dan mengkhawatirkan Islam yang memang disini sudah besar dan terbesar? Mari adil,” tulis Eka Gumilar di twitternya, Senin (28/12).

Politikus Partai Gerindra ini juga menanyakan agama Yaqut. “Agama Menag sendiri apa?” katanya.

Sementara itu, Anggota Komisi I DPR RI, Fadli Zon juga menanggapi pernyataan Menag Yaqut tersebut. Fadli mengajak Yaqut membuka ruang debat untuk membahas soal populisme Islam.

“Ayo kita berdebat di ruang publik apa itu “populisme”, “populisme Islam” dan apa urusannya Menag ngurusi ini. Apa tupoksinya?” kata Fadli Zon. (dal/fin).

FAJAR.CO.ID, Senin, 28 Desember 2020 13:00, Editor: Edy Arsyad

 

(nahimunkar.org)


 

(Dibaca 735 kali, 1 untuk hari ini)