(Arsip) Ulama Jawa Timur Menagih Janji MUI Pusat Soal Fatwa Kesesatan Syi’ah. Habib Achmad  Zein  Alkaf, salah satu ulama Jawa Timur yang mendengar langsung janji MUI Pusat untuk mengeluarkan Fatwa kesesatan Syi’ah satu pekan setelah pertemuan dengan para ulama Jawa Timur pada 24 Januari 2012 lalu.

Selasa siang (24/1/2012), puluhan ulama Madura dan MUI Jawa Timur mendatangi kantor MUI Pusat di Jakarta, untuk membeberkan fakta dan data terkait kasus Syi’ah di Sampang, Madura yang meresahkan masyarakat. Mereka menegaskan bahwa persoalan di Sampang bukan persoalan konflik keluarga, melainkan persoalan akidah.

Mendapat banyak masukan itu, Ketua MUI Pusat KH Ma’ruf Amin berterima kasih dan mengakui, bahwa selama ini MUI Pusat memang kekurangan dalam data-data lapangan mengenai kesesatan Syiah. “Dan hari ini MUI Jatim telah memberikan data-data yang berharga,” tegasnya.

Menindaklanjuti data-data itu, Ma’ruf Amin berjanji akan segera menerbitkan Fatwa Kesesatan Syi’ah, selambat-lambatnya tujuh hari setelah pertemuan siang itu. “Kita harapkan Minggu depan,” tegasnya. [taz]/ http://www.voa-islam.com/

Betapa memalukannya bila orang awam saja kini tahu, syiah itu kiblatnya di Karbala bukan Ka’bah, kok malah MUI memelihara mhydn jndi yang  jelas-jelas membela syiah ketika kasus gerombolan syiah mengamuk di Az-Zikra Sentul Bogor, Rabu (11/2/2015) sekitar pukul 22.30.  Sedang janji untuk memfatwakan sesatnya syiah yang telah dijanjikan KH Ma’ruf Amin Ketua MUI (24/1/2012) – kini dia jadi Ketua Umum MUI— belum juga difatwakan. Padahal sudah berkali-kali dilabrak oleh para ulama dari berbagai lembaga dan daerah.

Bahkan dalam susunan kepengurusan MUI pimpinan KH Ma’ruf Amien, 2015-2020, serenceng sosok-sosok yang ditengarai berentangan dengan fatwa ataupun rekomendasi MUI sendiri, rupanya justru dimasukkan ke jajaran kepenguruan MUI. Datanya dapat dilihat daftarnya di link ini: https://www.nahimunkar.org/inilah-orang-orang-yang-selayaknya-dikeluarkan-dari-mui/

Ditengarai, pengurus MUI pentolan liberal abd mqst gzl adalah pendukung nabi palsu mosdq yang  oleh MUI sendiri dihukumi murtad. Pihak MUI ada yang  mengaku, dimasukkannya pendukung nabi palsu tsb ke jajaran kepengurusan MUI adalah atas usulan wong NU. Lhah, kenapa sampai kini belum ada khabarnya bhw pentolan liberal pendukung nabi palsu itu dipecat? Pdhl wong NU yang  usul dan juga mungkin mengusulkan lainnya seperti pentolan LDII hingga masuk jajaran kepengurusan MUI itu wonge wis mati, misalnya. Berarti org2 MUI yang  masih hidup dan tidak mau memecat mrk yang  dimasukkan itu jg setuju2 sj terhadap para pentolan yang  sejatinya bertentangan dg fatwa MUI sendiri atau bertentangan dg rekomendasi2 MUI yang  telah diumum-umumkan sendiri.

Kita menaruh hormat kepada Buya Hamka yang  pilih mundur dari jabatan ketua umum MUI daripada mencabut fatwa haramnya mengucapkan selamat natal. Dan kita hormat pula kepda KH Ali Yafie petinggi MUI tokoh NU yang  pilih mundur dari MUI, ketika presidennya seorang yang tidak peduli terhadap Halal dan Haram, karena sebelum jadi presiden, sebagai ketum NU dia terbukti melakukan hal yang  sangat memalukan yaitu minta sumbangan dana kepada lembaga penyelenggara judi lotre nasional SDSB kemudian menerimanya.

Dua ulama MUI tersebut mundur dengan terhormat dan memegangi prinsip Islam. Tapi kita mau bilang apa sekarang, bila kenyataannya yang  sesat-sesat itu belum dipecat dari MUI. Padahal para ulama sudah melabrak MUI, dan dalam hal menagih janji fatwa sesatnya syiah, MUI juga telah dilabrak ANNAS kumpulan dari para ulama dan tokoh secara nasional, serta entah berapa kali MUI dilabrak ulama-ulama lainnya soal menagih janji fatwa sesatnya syiah.

MUI sendiri di lembaran-lembaran fatwanya telah mengemukakan banyak dalil. Di antaranya ayat ini:

وَلَا تَلۡبِسُواْ ٱلۡحَقَّ بِٱلۡبَٰطِلِ وَتَكۡتُمُواْ ٱلۡحَقَّ وَأَنتُمۡ تَعۡلَمُونَ ٤٢ [سورة البقرة,٤٢]

  1. Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui [Al Baqarah:42]

Allah Ta’ala menegur dengan keras terhadap orang-orang ahli kitab. Teguran itu berlaku pula untuk umat Islam, lebih-lebih para ulama, termasuk juga MUI.

۞أَتَأۡمُرُونَ ٱلنَّاسَ بِٱلۡبِرِّ وَتَنسَوۡنَ أَنفُسَكُمۡ وَأَنتُمۡ تَتۡلُونَ ٱلۡكِتَٰبَۚ أَفَلَا تَعۡقِلُونَ ٤٤ [سورة البقرة,٤٤]

  1. Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban)mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir [Al Baqarah:44]

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.421 kali, 1 untuk hari ini)