Saya أبو حسين ألطويلبي mohon izin untuk menanggapi.

PERTAMA: Tujuan dan motivasi MUI menerbitkan buku tersebut adalah untuk menjaga Ideologi Ummat Islam (yang mayoritas) di negeri ini dari berbagai penyimpangan dan aliran sesat yang mengamcam keutuhan bangsa Indonesia, semisal aliran sesat Syi’ah Rafidhah dari Iran yang menyusup ke Indonesia.

Karena Syi’ah rafidhah yang berkembang di Indonesia apabila telah berkuasa dan semakin kuat maka dikhawatirkan akan melakukan hal yang sama seperti di negeri-negeri Arab berupa konflik dan pembantaian berdarah terhadap ummat Islam.

KEDUA: Syi’ah dengan Islam itu bukan “berbeda”, tapi MENYIMPANG.

Jadi, Syi’ah itu menyimpang dari Islam dan ajarannya Sesat Menyesatkan sebagaimana fatwa Kyai Haji Hasyim Asy’ari Rahimahullah (pendiri NU) dalam kitabnya Qanun Asasi.

Perlu kita ketahui bersama, “Perbedaan” dengan “penyimpangan” itu berbeda, tidak sama.

FATWA MUIContoh misal, kelompok Salafiyah dengan kelompok Asy’ariyah itu memilik banyak perbedaan, baik Ushul maupun furu’, akan tetapi kedua kelompok ini TIDAK MENYIMPANG dari Pokok ajaran Islam, Salafi dan aswaja NU memiliki rukun Iman dan rukun Islam yang sama, kiblat yang sama, kitab suci yang sama; tidak seperti Syi’ah Rafidhah yang kitab sucinya bukan Al-Qur’an akan tetapi mushaf Fathimah, Syi’ah juga tidak berkiblat ke Ka’bah akan tetapi berkiblat ke Najaf di Iran dan Karbala di Iraq. Tentu ini sudah jauh menyimpang.
Demikian pula, Aswaja NU dan Salafi memiliki maraji’ yang sama dalam fiqih ibadah, yakni Mazhab Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hanbali, yang semuanya adalah MAZHAB AHLUS SUNNAH WAL-JAMA’AH.

Aswaja NU cenderung bermazhab Syafi’i, sedangkan Salafi cenderung bermazhab Hanbali, yang di dalam dua kelompok ini terjadi perdebatan internal secara ilmiah; tidak sebagaimana Syi’ah, Syi’ah tidak mengacu pada EMPAT IMAM MAZHAB, namun Syi’ah menciptakan Mazhab sendiri yaitu “Mazhab Ja’fariyah” yang mereka klaim sebagai Mazhab “Ahlul Bait” yang didirikan Imam Ja’far Shadiq.
Nah dengan demikian, ini bukan sekedar “Perbedaan”, tapi ini PENYIMPANGAN !!

Ketika seluruh Ummat Islam sedunia melaksanakan Shalat dalam satu hari sebanyak LIMA WAKTU, sementara itu Syi’ah melaksanakan shalat satu hari TIGA WAKTU, dengan alasan di Jama’. Nah ini bukan perbedaan namanya, tapi PENYIMPANGAN.

Dengan demikian, setelah membaca buku ini kemudian menyesuaikannya dengan realitas yang ada; baik data referensi maupun fakta di lapangan, maka ada tiga alasan kenapa saya ber-opini untuk menyebarkan buku, “Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syiah di Indonesia” terbitan MUI ini.

Tiga alasan itu adalah sebagai berikut:

  1. Buku tersebut sangat layak untuk di sebarluaskan, bahkan wajib dijadikan panduan bagi umat Muslim Indonesia secara khusus dan ummat Islam se-dunia secara umum dalam merajut ukhuwah Islamiyah guna menjaga keamanan dan keutuhan bangsa dan negara dari perpecahan dan penistaan agama serta ideologi.

Buku MUI Pusat tentang Kesesatan Syiah 2Karena buku tersebut mengandung pesan amar ma’ruf nahi munkar dan ukhuwah Islamiyah di tubuh umat Islam yang belakangan ini sedang didera berbagai fitnah adu domba dan propaganda dari berbagai musuh-musuh Islam seperti yahudi, zionis, majusi,dan liberal.

Buku ini sangat layak di beri penghargaan, karena lahir dari adanya rasa simpatik terhadap Islam dan ummat Islam yang senantiasa dinodai oleh sekte-sekte sesat yang menginginkan perpecahan dan konflik berdarah antar sesama muslim terjadi, semisal Sekte Syi’ah Rafidhah ini.

  1. Buku tersebut sebenarnya bukan semata-mata fatwa dan inisiatif Majelis Ulama Indonesia, akan tetapi buku ini terbit mewakili ummat Islam Indonesia.

Buku tersebut diterbitkan dengan hasil musyawarah dan ijtima’ para Ulama dari berbagai ormas, meski mendapat penolakan dari Emilia Renita AZ (istri seorang pendeta Syi’ah) dan beberapa oknum di lembaga MUI karena karena adanya kepentingan tertentu, semisal Umar Shihab yang selama ini dikenal sebagai para pengkhianat ummat karena membela Kelompok sesat.

  1. Buku tersebut sangat sesuai dengan hasil Muktamar Ulama Internasional yang diadakan di Cairo Mesir pada hari Kamis tanggal 13 Juni 2013 yang mengeluarkan resolusi kewajiban berjihad dengan jiwa, harta, senjata dan apa saja yang bisa digunakan untuk berjihad melawan syi’ah di Syiria, dan seruan untuk memboikot semua produk dan perusahaan Iran dan juga Hizbusy Syaithan yang mendukung Basyar Assad si penjagal ahlussunah di syiria.

فتوى وجوب الجهاد بالنفس والمال والسلاح – بيان مؤتمر علماء الأمة
الكاتب: إدارة الموقع
الخميس, 13 حزيران/يونيو 2013 14:05
أهم ما جاء في بيــان علمـاء الأمـة :

ـ وجوب الجهـــاد لنصرة إخواننا في سوريــا بالنفس و المــال و السلاح
و كل أنواع الجهاد و النصرة و ما من شأنه إنقاذ الشعب السوري من قتل
النظام الطائفي المجرم .

ـ اعتبار ما يجري في أرض الشام من عدوان سافر من النظام الإيراني
و حزب الله و حلفائـهم الطائفيين حربـــــاً معلنـــــــــةً على الإســلام
و المسلميـن عامـــــــــــــة .

ـ دعـوة الشعوب الإسلامية إلى مقاطعة البضائع و الشركات و المصالح
الإيرانيــــــــــة انتصاراً لدمــــــاء الشعب السوري .

ـ مطالبة حكومات الغرب و المسلمين و مجلس التعاون الخليجي و الجامعة العربية و منظمة المؤتمر الإسلامي بالوقوف الموقف الحازم ضد النظام الطائفي المجرم ،و سرعة إغاثة الشعب السوري و ثواره بكل ما يحتاجون إليه من عتاد و سلاح لصد النظام الطائفي و وقفه ، و قطع التعامل مع الدول المساندة له من روسيا و الصين و إيران و غيرها و قبول تمثيل سفراء للثوار السوريين ..

ـ استنكار تصنيف بعض الفصائل المقاتلة بالإرهاب في الوقت الذي
يغض الطرف عن جرائم النظام.

تاريخ آخر تحديث: الخميس, 13 حزيران/يونيو 2013 14:09.

Sekian dan terimakasih.

Abu Husein At-Thuwailibi.

(Dibaca 381 kali, 1 untuk hari ini)