Menanti Penjelasan Menag Fachrul yang Bikin Gaduh soal Radikalisme, Cadar, dan Celana Cingkrang hingga Diminta Mundur

 

Oleh: Tardjono Abu Muas, Pemerhati Masalah Sosial

 

Buntut gaduh soal cadar dan celana cingkrang berujung pada pemanggilan Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia Fachrul Razi oleh Komisi VIII DPR RI, yang akan dilaksanakan Kamis (7/11/2019).

 

Apa dan bagaimana penjelasan Menag di hadapan pimpinan dan anggota Komisi VIII DPR RI kita tunggu saja sama-sama. Akankah polemik soal cadar dan celana cingkrang ini akan terus bergulir atau berhenti seiring ‘Test the Water’ nya dirasakannya tidak kondusif?

 

Nyaris dua pekan kegaduhan terus berlangsung yang bermula dari isu radikalisme yang seolah-olah menjadi program kerja utama dan pertama dari Kabinet Indonesia Maju. Sehingga isu radikalisme ini baik disengaja atau tidak disengaja menutupi isu-isu lain seperti kenaikan iuran BPJS, batalnya penerbitan Perppu KPK dan isu-isu lain yang menyangkut hajat hidup keseharian warga.

 

Tak ada hal yang aneh sebenarnya soal pemanggilan anggota kabinet oleh DPR RI karena memang sudah wajar parlemen adalah mitra kabinet. Yang tidak wajar adalah soal jarak waktu pemanggilannya. Terhitung baru dua pekan bekerja Menag sudah dipanggil DPR RI untuk sesuatu yang seyogyanya tidak dilontarkan atau diwacanakan sehingga timbul kegaduhan sosial.

 

Pertanyaannya, masihkah Menag bersikeras tentang wacana yang telah diwacanakan untuk terus menggulirkan isu radikalisme? Jawabannya, kita tunggu penjelasan Menag di hadapan Komisi VIII DPR RI.

 

***


Bikin Gaduh Publik, Menag Diminta Mengundurkan Diri



[portal-islam.id] Baru seminggu dilantik, Kabinet Indonesia Maju dinilai malah bikin gaduh, alih-alih fokus pada pelayanan dan kesejahteraan rakyat. Salah satu yang mendapat sorotan luas publik adalah Menteri Agama Fachrul Razi.

Juru bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin mendesak Fachrul Razi segera mundur dari jabatannya sebagai Menteri Agama (Menag).

Desakan mundur ini diutarakan lantaran Menag dinilai membuat gaduh, diantaranya wacana pelarangan cadar dan celana cingkrang di instansi pemerintah.

“Segera Menag mengundurkan diri karena telah melakukan kegaduhan terus,” kata Novel Bamukmin seperti dilansir kantor berita RMOL.

Ia menyatakan, sejatinya masih banyak persoalan lain yang jauh lebih besar dan penting yang harusnya diurusi Kementerian Agama.

“PR Kemenag itu masih banyak dan lebih penting diselesaikan dibanding masalah cadar. Seperti jual beli jabatan, LGBT, komunis, aliran sesat, penistaan agama, pornografi dan lain sebagainya” tuturnya. [RMOL] 02 Nov 2019

 

***

 

 

Ketua Komisi VIII DPR Minta Polemik Pelarangan Cadar Disudahi

Rabu, 6 November 2019 00:41 WIB

 

Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto meminta polemik soal pelarangan cadar dan celana cingkrang disudahi. / Laporan Wartawan Tribunnews.Com, Fransiskus Adhiyuda

 

JAKARTA Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto meminta polemik soal pelarangan cadar dan celana cingkrang disudahi.

Yandri pun menyebut akan menggelar rapat kerja (raker) dengan Menteri Agama Fachrul Razi terkait hal itu.

“Nah itu juga yang kita minta saat raker Pak Menteri juga menyampaikan itu. Jadi tidak bisa juga cara berpakaian orang sejalan atau selaras dengan perilaku seseorang secara umum. Misalkan kalau celana cingkrang pasti radikal. Itu kan enggak,” kata Yandri saat ditemui di The Sultan Hotel, Jakarta, Selasa (5/11/2019).

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) menganggap polemik cadar dan celana cingkrang tersebut masih penuh dengan perdebatan dan tidak seharusnya diumbar ke publik.

Ia khawatir, bila hal tersebut dikaitkan dengan cara berpakaian seseorang, penanganan radikalisme justru tidak menyentuh substansi persoalan./ Tribunnews.com


(nahimunkar.org)

(Dibaca 275 kali, 1 untuk hari ini)