Ilustrasi

.

Baru-baru ini Ketua MUI Ahmad Khalil Ridwan menyarankan agar masjid-masjid tidak usah pakai kaligrafi, lampu kristal, dan menara.

Menuru Kyai Khalil, menara pun kini tidak begitu diperlukan. Kalau dulu memang ya, karena orang adzan perlu naik ke atas agar suaranya terdengar ke mana-mana. Sekarang kan sudah ada pengeras suara, jadi cukup didirikan tiang besi saja untuk memasangnya. Jangan sampai masjid-masjid itu dibangun dengan adanya hal-hal yang dikhawatirkan kita terkena ayat tentang mubadzir,  sarannya. Yang terpenting justru terjaganya keaktifan shalat bejamaah sebagaimana ditekankan oleh Pak DR Patrialis Akbar, Hakim MK dalam sambutannya tadi, dan kegiatan Islam secara intensif untuk kepentingan Umat Islam, seperti Masjid Nabawi zaman Nabi shallalahu ‘alaihi wa salam. Sampai untuk mengobati orang-orang yang luka sehabis perang pun di masjid, ulasnya.

Saran itu disampaikan ketika meresmikan Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq Jl Raya Cianjur aerah Bandung KM6 Karang Tengah Cianjur Jawa Barat, Rabu 5/2 2014. (Ketua MUI : Masjid Tidak Perlu Kaligrafi, Lampu Kristal, dan Menara – See more at: https://www.nahimunkar.org/ketua-mui-masjid-tidak-perlu-kaligrafi-lampu-kristal-dan-menara/#sthash.udGzoqF9.dpuf )

Bila difahami dengan nalar yang jernih, saran Ketua MUI itu akan terasa bijaknya. Apalagi kini menara-menara masjid diincar oleh para pengusaha seluler untuk disewa jadi sarang BTS. Padahal kemungkinan BTS itu ada radiasi, sedang jamaah yang shalat di masjid dan juga masyarakat lingkungan masjid perlu dijaga dari ekses radiasi.

Apa itu BTS

Menurut mycell2line.com, BTS adalah singkatan dari Base Transceiver Station. BTS merupakan suatu elemen dalam jaringan seluler (Cell Network) yang berperan penting sebagai pemancar dan penerima sinyal dari handphone pengguna (MS/Mobile Station). Tanpa adanya BTS, atau ketika BTS terdekat di lokasi Anda bermasalah, bisa dipastikan sinyal yang diterima oleh MS ikut bermasalah seperti sinyal hilang, blank spot, telepon putus dan sebagainya. BTS secara umum berbentuk menara pemancar dengan ketinggian bervariasi antara 40 – 75 meter. (http://mycell2line.com/).

Dalam artikel mengenai beberapa dampak negatif dari adanya tower BTS disebutkan, penelitian terbaru di India kembali menegaskan adanya ancaman kanker terutama pada anak dan remaja. Sang peneliti, Prof Girish Kumar bahkan mengatakan bahaya radiasi juga terdapat di sekitar menara Base Transceiver Station (BTS). “Satu BTS bisa memancarkan daya 50-100W. Negara yang punya banyak operator seluler seperti India bisa terpapar daya hingga 200-400W. Radiasinya tak bisa dianggap remeh, bisa sangat mematikan,” ungkap Prof Kumar. Dikutip dari DNAindia, berikut ini sejumlah dampak negatif yang bisa ditimbulkan akibat radiasi yang berlebihan dari ponsel dan menara BTS, di antaranya:

  • Medan elektromagnet di sekitar menara BTS dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh. Akibatnya tubuh lebih sering mengalami reaksi alergi seperti ruam dan gatal-gatal.
  • Medan elektromagnetik di sekitar BTS juga berdampak pada lingkungan hidup. Burung dan lebah menjadi sering mengalami disorientasi atau kehilangan arah sehingga mudah stres karena tidak bisa menemukan arah pulang menuju ke sarang. (Dampak Negatif Dari Ponsel Dan Tower BTS (Base Transceiver Station) December 13, 2013 by otomotoshare).

Di samping itu perlu diingat, masjid bukan tempat untuk perdagangan. Apalagi asset masjid seperti menara tentunya bukan barang dagangan. Masalah perdagangan di masjid itu bahkan  Nabi sahallalahu ‘alaihi wasallam mengecamnya.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِذَا رَأَيْتُمْ مَنْ يَبِيعُ أَوْ يَبْتَاعُ فِي الْمَسْجِدِ فَقُولُوا لَا أَرْبَحَ اللَّهُ تِجَارَتَكَ وَإِذَا رَأَيْتُمْ مَنْ يَنْشُدُ فِيهِ ضَالَّةً فَقُولُوا لَا رَدَّ اللَّهُ عَلَيْكَ

“Jika kalian melihat orang membeli atau menjual di dalam masjid, maka katakanlah, “Semoga Allah tidak memberi keuntungan kepada barang daganganmu.” Jika kalian melihat orang yang mencari sesuatu yang hilang di dalamnya maka katakanlah, “Semoga Allah tidak mengembalikannya kepadamu.” (HR. At-Tirmizi no. 1321 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 573).

Bagaimana pula ketika menara masjid itu disewa untuk nangkring di sana yang namanya BTS, padahal lewat BTS itu aneka macam bahkan yang porno-porno pun tersalur. Apakah tega, masjid-masjid menjadi sarana penyaluran hal-hal yang diharamkan Islam hanya demi secuil harta, yang itupun merupakan perdagangan di masjid yang diancam oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam?

Nahimunkar.com pernah dimintai pendapat oleh seorang ketua masjid di Jakarta. Dia mengaku didatangi orang yang mengiming-imingi duit sekian puluh juta dan hanya cukup menyerahkan menara masjid untuk disewa jadi menara BTS selama sekian tahun. Lalu nahimunkar.com menjawab seperti yang tertulis di sini ini, ditambah dengan saran, Anda akan mempertanggung jawabkannya di akherat kelak, sesuatu yang berat.

Ternyata Alhamdulillah sang ketua masjid tidak merelakan menara masjid itu disewa untuk BTS. Beberapa waktu lalu beliau meninggal. Semoga saja ketua masjid yang menggantikannya tidak tergoda uang.

Perlu disadari, untuk masuk masjid saja disyari’atkan shalat tahiyatal masjid, penghormatan terhadap masjid. Maka semestinya umat Islam berhati-hati dan merujuk kepada yang telah dituntunkan Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.070 kali, 1 untuk hari ini)