Gara-gara pajak dari rokok di Indonesia mencapai 115-an triliun rupiah pertahun atau karena pemerintah sudah tidak peduli lagi dengan rusaknya masyarakat, maka iklan rokok pun semakin gila-gilaan. Sampai-sampai ada iklan mesum yang mencabik-cabik moral pun tampaknya masih dibiarkan.

Antara penguasa yang belum tentu punya hati nurani kemanusiaan, dan pengusaha yang rakus dan tak peduli moral menjadikan nasib bangsa ini terutama umat Islam jadi mangsa utamanya untuk dirusak dan diracuni.

Inilah sorotannya.

***

Bahaya yang mengancam bangsa ini

 

Oleh Irfan Noviandana

 

Sahabat sekalian sebangsa setanah air, masa depan bangsa Indonesia ada ditangan kita. Sudah kewajiban kita menjaga moralitas bangsa ini.

Sudah sangat mengkhawatirkan tingginya angka perokok dinegeri ini. Bahaya yang mengancam para perokok dan orang-orang disekitar sudah kita ketahui bersama. Namun iklan – iklan rokok ini kian merajalela tanpa memikirkan dampak bahaya bagi para perokoknya.

Belum selesai dengan bahaya kesehatan yang mengancam kita semua, iklan-iklan rokok ini bak preman yang meresahkan. Tanpa peduli iklan mereka begitu merugikan dan merusak bangsa ini.
Mereka kian berani menantang masyarakat Indonesia yang sejatinya moralitas menjadi pijakan negeri ini.

Iklan yang terpampang pada reklame Sampoerna A Mild sebuah produk rokok dari PT. HM Sampoerna Tbk, dengan memasang foto sepasang pemuda pemudi dengan adegan yang nyaris berciuman dengan pesan “Mula-mula Malu Malu, Lama-lama Mau” ini sangat jelas memberikan pesan negatif pada masyarakat, meracuni moral bangsa kita khususnya para pemuda pemudi. Iklan yang memiliki pesan mesum ini sudah menyebar dan terpasang pada reklame – reklame dibeberapa daerah di Indonesia.

Bisa kita bayangkan bahaya yang mengancam pada bangsa ini khususnya kaum pemuda pemudi.

* * *

Dengan share gambar ini, Anda sudah membantu berikan peringatan keras kepada Perusahaan Rokok dan Agensi Periklanan yang telah mengkampanyekan iklan Rokok dengan gambar dan pesan bernada mesum ini.

Via: Fimadani

 

(nahimunkar.com) 

(Dibaca 553 kali, 1 untuk hari ini)