ilustrasi


GMA News melaporkan bahwa Uskup Angelito Lampon dari Vikariat Jolo menyatakan, orang-orang Kristen mulai membentuk milisi bersenjata di Sulu, Jum’at (22/01).
Masyarakat Kristen di wilayah Sulu, Filipina yang berpenduduk mayoritas Muslim bersiap angkat senjata guna menyerang kelompok militan Muslim.

Pada hari Rabu, Konferensi Uskup Katolik Filipina melaporkan bahwa, sekitar 300 anggota milisi Kristen telah berkumpul dan berjanji untuk mengangkat senjata.

Bahkan, mereka juga berjanji bahwa akan memurtadkan masyarakat Muslim Moro agar memeluk agama mereka.
Selain itu, mereka juga menebar ancaman jika ada warga Kristen yang membela masyarakat Muslim atau bergabung dengan milisi BIFF, sempalan dari MILF.

“Jika ada dari barisan kami di belakang mereka, kami akan menyelidiki. Kami tidak akan mentolerirnya dan kami akan mengajukan tuntutan terhadap mereka,” katanya.

Dikutip dari Anadolu Agency, mereka juga telah membakar bendera “Laa Ilaaha Illallaah” yang sekarang dituding sebagai simbol militan ISIS di Syam.

Sebelumnya, pemerintah Filipina dikabarkan telah menawarkan delapan pangkalan militer untuk Amerika Serikat. Salah satu dari tujuan penawaran tersebut untuk mengantisipasi militan Islam dalam kebijakan “War On Terror”

Sumber: suaranews.com

(nahimunkar.com)