Silakan simak berikut ini.

***

Heboh! Ini Surat Ancaman PKI Tahun 1953 Sebut Islam Agama Arab, Kok Mirip Saat Ini

Berita Islam 24H – Kehebohan publik belum berhenti atas pidato Megawati yang menyebut “Kalau mau jadi orang Islam, jangan jadi orang Arab.”

Akun media sosial LASKAR CYBER mengunggah fakta sejarah Surat Ancaman PKI di tahun 1953 kepada tokoh-tokoh Islam dan para ulama, salah satunya kepada Kyai Haji DJAHARI.

Dalam surat ancaman PKI ini mirip propaganda di masa kini. Tinggalkan agama Arab, kembali ke ajaran leluhur nusantara.

Berikut isinya:

Tertanggal 25 Djuli 1953

Kepada

H. DJAHARI

Di

Tjibeureum

Bebas!

Dengan ini kami peringatkan kepada kamu, jang mempunjai kedudukan sebagai; Agen Agama ‘Arab, penjebar agama D.I, kawan/pembantu D.I, sebagaimana telah kami peringatkan pada rapat umum PKI di Lapang Oleh Raga Tjibeureum, SUPAJA SETERIMANJA PERINGATAN INI, SUPAJA TOBAT, SUPAJA MENGHENTIKAN SEMUA GERAKNJA, SUPAJA KEMBALI KEPADA AGAMA KARUHUN KITA SILIWANGI. Tentang Tuhan Allah jang kamu takuti tentang Muhammad penipu jang kamu pudja, biarkan kami jang menumpas/melawannja.

Kami menunggu bukti tobat kamu; AWAS AWAS, sekali lagi AWAS, Ingatlah pembalasan dari kami kaum PROLETAR.

Dari kami

RAKJAT PROLETAR TJIBEUREUM

***

 INI BUKTI sejarah bahwasanya yang memusuhi Islam itu PKI.

Akankah terulang di masa kini? [pi]

Sumber: beritaislam24h.net/Thursday, January 12, 2017

(nahimunkar.com) Posted on 12 Januari 2017

by Nahimunkar.com

***

Dalam surat ancaman PKI itu mirip propaganda di masa kini. Tinggalkan agama Arab, kembali ke ajaran leluhur nusantara.

Ada yang menganggap Islam Nusantara Islam Sejati, sedang Islam Arab/ Timur Tengah itu abal-abal.

Simak berikut ini.

***

Dedengkot NU Penerus Gus Dur Mengklaim Islam Nusantara lah yang Islam Sejati, dan mengecam Islam Arab / Timur Tengah sebagai Islam Abal-abal

by Nahimunkar.com, 3 Juli 2018

Dedengkot NU Yahya Cholil Staquf Penerus Gus Dur Mengklaim Islam Nusantara lah yang Islam Sejati, dan mengecam Islam Arab / Timur Tengah sebagai Islam Abal-abal

(Maaf ditampilkannya video ini sama sekali bukan karena mengiyakan iringan musik yang ada, namun karena  video ini insyaAllah bermanfaat, maka kami unggah. Maaf).

Video:

***

Dedengkot NU Yahya Cholil Staquf Penerus Gus Dur yang Mengklaim Islam Nusantara lah yang Islam Sejati, dan mengecam Islam Arab / Timur Tengah sebagai Islam Abal-abal itu kemudian ditugasi khutbah di Arafah 1439H/ 2018 untuk jamaah haji Inonesia setelah beberapa waktu dia diundang Yahudi Israel untuk pidato di Israel.

***

Jamaah Haji Indonesia Tahun ini Jadi Sasaran Percobaan Praktek ‘Peng-NU-an’ dan ‘Peng-Islam Nusantara-an’?

by Nahimunkar.com, 23 Agustus 2018

Tampak sebagian jamaah haji Indonesia sedang wuquf di (dalam tenda mendengarkan khutbah) di Arafah Senin 9 Dzulhijjah 1439H/ 20 Agustus 2018./ foto suaramojokerto.com

Yahya Staquf pentolan NU (yang bilang Islam Nusantara itu Islam sejati, sedang Islam  Arab/ Timteng itu Islam abal-abal) malah ditugasi berkhutbah di Arafah, Senin 20/8 2018 untuk jamaah haji Indonesia.

(Kritikan keras terhadap Yahya Staquf yang memuji Islam Nusantara dapat disimak di sini: Dedengkot NU Penerus Gus Dur Mengklaim Islam Nusantara lah yang Islam Sejati, dan mengecam Islam Arab / Timur Tengah sebagai Islam Abal-abal  Posted on 3 Juli 2018

by Nahimunkar.com )

Sebelumnya, Sabtu 18/8 ia (Yahya Staquf yang belum lama pulang dari Israel itu) telah kumpul dengan Ma’ruf Amin, Menag Lukman dan pentolan2 NU lainnya di Makkah.

Ma’ruf Amin bilang dalam acara NU di Makkah itu: “Islam Nusantara itu Islamnya Nahdlatul Ulama. Kita tidak hanya ingin meng-NU-kan Indonesia, tapi juga meng-NU-kan dunia.” https://www.facebook.com/HartonoAhmadJaiz/posts/1753022261481449?__tn__=K-R

Besoknya, ahad 19/8 sore (menjelang wuquf) terjadi badai di Makkah, Arafah dan Mina. https://www.nahimunkar.org/badai-di-makkah-kiswah-kabah-tersingkap-maghrib-menjelang-wuquf-1439-2018/

Jamaah haji Indonesia tahun 1439H / 2018 ini selain dikhutbahi Yahya Staquf yang (orang NU ini beredar videonya) mengunggulkan Islam Nusantara dan mencela apa yang ia sebut Islam Arab/ Timteng sebagai Islam abal-abal, masih pula (jamaah haji Indonesia tahun ini) “didampingi” dedengkot NU Ma’ruf Amin yang bertanda tangan fatwa tentang Dana Haji untuk dipakai pembangunan infrastruktur.

Dana haji digunakan pula untuk proyek LRT yang ternyata mesinnya dibeli dari China, baru saja diresmikan Jokowi di Palembang ternyata sudah 3 kali mogok. Malah banyak juga proyek-proyek infrastruktur yang ambruk hingga menewaskan sejumah orang, diduga menggunakan bahan tak berlualitas dari China. (Meskipun itu bukan tanggung jawab Ma’ruf Amin, tetapi secara moral tentu menambah tidak relanya Umat Islam ketika setoran ongkos untuk berhajinya digunakan untuk keperluan seperti itu, padahal akadnya hanyalah untuk beribadah haji).

Ada juga infrastruktur yang begitu diresmikan kemudian hanya jadi sarana/ tempat pacaran.

Makanya beredar sorotan tajam kepada Ma’ruf Amin soal dana haji itu. https://www.nahimunkar.org/maruf-amin-dipertanyakan-tanggung-jawabnya-soal-dana-haji-digunakan-untuk-infrastruktur/

Nasib jamaah haji Indonesia tahun ini rupanya langsung dijadikan percobaan praktek ‘Peng-NU-an’ sekaligus ‘peng-Islam Nusantara-an’ oleh pentolan-pentolan NU.

Ingat, polah tingkah memencongkan Islam yang kental dengan ashobiyah (fanatisme golongan dsb) yang sangat dilarang dalam Islam itu justru dilaksanakan oleh pentoln-pentolan NU di Tanah Suci (Tanah Haram) Makkah, dan di Bulan Haram, Dzulhijjah. Berbuat kemaksiatan di kota suci/ Tanah Haram itu saja sudah jelas ancamannya, apalagi mengenai agama Allah, Islam.

Di kota Mekkah, siapapun dilarang berbuat maksiat.
Perbuatan maksiat di kota Mekkah, dosanya sangat besar daripada di tempat lain. Allah berfirman :

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَيَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ الَّذِي جَعَلْنَاهُ لِلنَّاسِ سَوَاءً الْعَاكِفُ فِيهِ وَالْبَادِ ۚ وَمَن يُرِدْ فِيهِ بِإِلْحَادٍ بِظُلْمٍ نُّذِقْهُ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalangi manusia dari jalan Allah dan Masjidilharam yang telah Kami jadikan untuk semua manusia, baik yang bermukim di situ maupun di padang pasir dan siapa yang bermaksud di dalamnya melakukan kejahatan secara zhalim, niscaya akan Kami rasakan kepadanya sebahagian siksa yang pedih” [al Hajj/22:25] [5]

Ayat ini, menurut penjelasan Syaikh as Sa’di, mengandung kewajiban untuk menghormati tanah Haram, keharusan mengagungkannya dengan pengagungan yang besar, dan menjadi peringatan bagi yang ingin berbuat maksiat. (Taisiril Karimir-Rahman, 536.)/ almanhaj.or.id, Keutamaan Kota Suci Mekkah Oleh Ustadz Ashim Bin Musthafa

Itu semua akan menjadi tabungan buruk yang akan dipertanggung jawabkan di akherat kelak. Bahkan siapapun yang mendukung pemencongan Islam ini akan mendapatkan bagian atas tingkahnya.

{ مَنْ يَشْفَعْ شَفَاعَةً حَسَنَةً يَكُنْ لَهُ نَصِيبٌ مِنْهَا وَمَنْ يَشْفَعْ شَفَاعَةً سَيِّئَةً يَكُنْ لَهُ كِفْلٌ مِنْهَا وَكَانَ اللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ مُقِيتًا } [النساء: 85]

Barangsiapa yang memberikan syafa’at yang baik, niscaya ia akan memperoleh bahagian (pahala) dari padanya. Dan barangsiapa memberi syafa’at yang buruk, niscaya ia akan memikul bahagian (dosa) dari padanya. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. [An-Nisaa’:85].

(nahimunkar.org)

***

Islam Nusantara mengembalikan keada kemusyrikan, karena pengusulnya yakni Said Aqil Siradj  ketua umum NU (Nahdlatul Ulama) membolehkan upacara kemusyrikan, di antaranya dia membolehkan upacara mapag (mnjemput) Dewi Sri (yang dianggap oleh kaum musyrikin sebagai dewi padi).

***

Said Aqil Siraj (SAS) Soal Membolehkan Tradisi Menjemput Dewi Sri Walau Itu Kufur & Syirik

by Nahimunkar.com, 23 Juni 2018

Video:

Video pidato Said Aqil Siradj Ketua Umum PBNU kembali viral. Kali ini ia membacakan ‘fatwa’nya bahwa upacara menjemput Dewi Sri (Mapag Dewi Sri) ketika menyambut panen dengan  Sholawatan dan istighosah hukumnya Tidak Apa-apa, atau tidak haram.

Apa itu Mapag Dewi Sri? Mapag Dewi Sri adalah salah satu adat masyarakat Indonesia khususnya Jawa dan Sunda yang dilaksanakan untuk menyambut datangnya panen raya. Dalam Mitologi.Jawa dan Sunda ada keyakinan bahwa Dewi Sri lah yang mengatur panen tetumbuhan.

Karena itu acara ini biasanya dilakukan dengan mengarak simbol Dewi Sri mengelilingi kampung dengan diiringi berbagai atraksi kesenian, pergelaran Wayang Kulit Purwa, selamatan dan acara memperebutkan air yang berasal dari tujuh mata air.

Aliran kepercayaan kuno meyakini bahwa air yang berasal dari tujuh mata air dipercaya sebagai obat untuk segala macam penyakit dan tolak bala. Berikut video saat Said Aqil Siradj pidato :

 Said Aqil dalam pidatonya membawa qoul Imam Sufya  bin Uyainah, “Laa yanbaghil khuuruju minal.‘aadati illa fil haraam” (tidak boleh meninggalkan tradisi adat kecuali yang haram). Dengan kata lain Said Aqil menganggap ritual Mapag Dewi Sri bukanlah haram, kendati mengandung.keyakinan-keyakinan takhayul dan khurofat tentang Dewi Sri

Jika ditinjau dari aqidah Islam, tentu keyakinan ini termasuk kemusyrikan, sebab yang mengatur panen, curah hujan, memberi rizki, adalah Allah Subhanahu Wata’ala, bukan entitas lain. Sehingga sebuah ritual.(peribadatan) yang memiliki keyakinan itu adalah haram.

https://kaffah.net/viral-video-said-aqil-siraj-soal-membolehkan-tradisi-menjemput-dewi-sri/

___

Barangsiapa yang mengatakan kedua ritual ini boleh, kafir lah ia tanpa ada keraguan

​Dewi Sri adalah tokoh mitologi Hindu yang konon menjadi sumber asal tanaman padi. Karenanya lah kemudian masyarakat agraris tradisional (baca : kuno) Jawa-Bali memujanya sebagai lambang keberkahan dan kesuburan dengan segala ritualnya yang kental dengan nuansa animisme dan dinamisme.

Misal, Mapag Dewi Sri – yang katanya si Sri ini menjaga tanaman padi. Salah satu elemen penting dalam ritual ini adalah sesajen. Dengan mempersembahkan sesajen dalam perhelatan Mapag Dewi Sri tersebut diharapkan mendapatkan hasil panen yang memuaskan.

Upacara yang masih saudaraan dengan Mapag Sri adalah Nadran. Nadran sukuran laut dilakukan agar hasil tangkapan ikan para nelayan banyak/melimpah.

Untuk itu, disediakan sesajen berupa kepala kerbau, kembang tujuh rupa, buah-buahan, makanan khas, dan lain sebagainya yang dipersembahkan untuk penguasa laut.

Perbuatan Mapag Sri dan Nadran Laut ini jelas syirik akbar. Allah ta’ala berfirman:

ﻗُﻞْ ﺇِﻥَّ ﺻَﻠَﺎﺗِﻲ ﻭَﻧُﺴُﻜِﻲ ﻭَﻣَﺤْﻴَﺎﻱَ ﻭَﻣَﻤَﺎﺗِﻲ ﻟِﻠَّﻪِ ﺭَﺏِّ ﺍﻟْﻌَﺎﻟَﻤِﻴﻦَ

“Katakanlah sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah Rabb semesta alam” [QS Al-An’aam : 162].

ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﺸْﺮِﻙْ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﻓَﻜَﺄَﻧَّﻤَﺎ ﺧَﺮَّ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﺀِ ﻓَﺘَﺨْﻄَﻔُﻪُ ﺍﻟﻄَّﻴْﺮُ ﺃَﻭْ ﺗَﻬْﻮِﻱﺑِﻪِ ﺍﻟﺮِّﻳﺢُ ﻓِﻲ ﻣَﻜَﺎﻥٍ ﺳَﺤِﻴﻖٍ

Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh” [QS. Al-Hajj : 31].

ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻻ ﻳَﻐْﻔِﺮُ ﺃَﻥْ ﻳُﺸْﺮَﻙَ ﺑِﻪِ ﻭَﻳَﻐْﻔِﺮُ ﻣَﺎ ﺩُﻭﻥَ ﺫَﻟِﻚَ ﻟِﻤَﻦْ ﻳَﺸَﺎﺀُ ﻭَﻣَﻦْﻳُﺸْﺮِﻙْ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﻓَﻘَﺪِ ﺍﻓْﺘَﺮَﻯ ﺇِﺛْﻤًﺎ ﻋَﻈِﻴﻤًﺎ

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka.sungguh ia telah berbuat dosa yang besar” [QS. An-Nisaa’ : 48].

Tidak bisa menjadi ‘syar’iy’ ( ? ) hanya sekedar dikasih nyanyian shalawatan. Barangsiapa yang mengatakan kedua ritual ini boleh, kafir lah ia tanpa ada keraguan. Apalagi yang mengatakannya adalah orang yang tahu bahasa Arab, serta pernah belajar dan diajari tentang tauhid dan syirik beserta dalil-dalilnya; maka tidak ada udzur kejahilan baginya. Kecuali saat bicara yang bersangkutan sedang hilang akalnya (baca : gila).

Keterangan:Gambar 1 adalah patung Dewi Sri koleksi Museum Sonobudoyo.

Gambar 2 adalah kepala kerbau isi sesajen ritual Nadran.

Oleh : Dony Arif Wibowo / assunahsalafushshalih.wordpress.com

(nahimunkar.org)

***

Praktek sesajen kemusyrikan itu ketika dibesar-besarkan bahkan dibangkitkan kembali dalam acara festival suatu daerah seperti di Palu, maka ditimpakanlah kepada mereka bencana tsunami,dan gempa di pantai Palu. Seribu lebih korban meninggal kena reruntuhan akibat tsunami, bahkan ada 1400-an rumah amblas di satu perkampungan sedalam 5 meteran, hancur.

***

Bencana Tsunami Porak Porandakan Pantai Talise Palu, Tepat Menjelang Upacara Pembukaan Festival Pembangkitan Kembali Sesajen Kemusyrikan

(Kiri) Upacara Sesajen Kemusyrikan (penyembuhan ala Suku Kaili Sulawesi Tengah) yang dianggap sukses 28 September 2017 di Pantai Kalise Palu (kiri)/ foto wartanasional.com.

(Kanan) Tepat setahun kemudian, Jum’at 28/9 2018 sesaat menjelang upacara pembukaan pembangkitan kembali kemusyrikan itu dalam bentuk festival tahunan, Festival Pesona Palu Nomoni 3 Tahun 2018;  Allah Ta’ala mengirimkan bala’ berupa amukan tsunami. Tampak gambar mayat-mayat bergelimpangan di pantai Talise Palu akibat diterjang tsunami. / foto rdrbgr.

Sesajen Kemusyrikan yang dianggap sukses 28 September 2017, mau dibuka lagi dengan upacara festival besar tahunan di perkampungan baru (yang baru saja dibangun) di pantai Talise. Upacara menghidupkan kembali kemusyrikan itu akan dibuka Jum’at malam 28/9 2018 dengan nama mentereng: Festival Pesona Palu Nomoni 3 Tahun 2018  . Namun Allah Ta’ala yang sangat murka terhadap kemusyrikan (tapi malah akan dibesar-besarkan kembali itu) dengan menurunkan bala’ bencana tepat sore hari menjelang upacara malam pembukaan pembangkitan kembali kemusyrikan itu dengan amukan tsunami yang memporak porandakan bangunan. Mayat-mayat pun bergelimpangan di pantai Talise Palu yang baru saja dibangun perkampungan dalam rangka festival tahunan pembangkitan kemusyrikan itu dengan biaya Rp4,3miliar. Pemkot Palu menggelontorkan dana sebesar Rp4,3miliar untuk pembangunan kawasan tersebut.

***

Abu Fairuz Kolaka

Katakan “TIDAK”, Pada hal -hal yg bernuansa “KESYIRIKAN”.
Tinggalkanlah,

“Ritual Syirik, Warisan Leluhur Yang Kini Dikemas Dengan Selogan Adat Istiadat Lah Atau Dengan Istilah Event Kebudayaan Lah, Atau Event Nasional”.

https://m.antaranews.com/…/sesajen-penyembuhan-ala-suku-kai…

{وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ} [الشورى: 30]

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy Syuraa: 30)

Ali bin Abi Tholib –radhiyallahu ‘anhu– mengatakan,

مَا نُزِّلَ بَلاَءٌ إِلاَّ بِذَنْبٍ وَلاَ رُفِعَ بَلاَءٌ إِلاَّ بِتَوْبَةٍ

“Tidaklah musibah tersebut turun melainkan karena dosa. Oleh karena itu, tidaklah bisa musibah tersebut hilang melainkan dengan taubat.” (Al Jawabul Kaafi, hal. 87)

Perkataan ‘Ali –radhiyallahu ‘anhu– di sini selaras dengan firman Allah Ta’ala,

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy Syuraa: 30)

Para ulama salaf pun mengatakan yang serupa dengan perkataan di atas.

Ibnu Qoyyim Al Jauziyah –rahimahullah- mengatakan, “Di antara akibat dari berbuat dosa adalah menghilangkan nikmat dan akibat dosa adalah mendatangkan bencana (musibah). Oleh karena itu, hilangnya suatu nikmat dari seorang hamba adalah karena dosa. Begitu pula datangnya berbagai musibah juga disebabkan oleh dosa.” (Al Jawabul Kaafi, hal. 87)

Ibnu Rajab Al Hambali –Rahimahullah- Mengatakan, “Tidaklah Disandarkan Suatu Kejelekan (Kerusakan) Melainkan Pada Dosa Karena Semua Musibah, Itu Semua Disebabkan Karena Dosa.” (Latho’if Ma’arif, Hal. 75)

~Ayo Murnikan Agama Islam ini dengan menghadiri pengajian² SUNNAH memlajari TAUHID.
#Pejuang_Sunnah

Silakan simak selengkapnya di sini: https://www.nahimunkar.org/bencana-tsunami-porak-porandakan-pantai-talise-palu-tepat-menjelang-upacara-pembukaan-festival-pembangkitan-kembali-sesajen-kemusyrikan/

(nahimunkar.org)

(Dibaca 890 kali, 1 untuk hari ini)