Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo (Aktual.com)


Pernyataan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo yang mengancam akan menganulir sejumlah peraturan daerah khususnya Perda Aceh tentang jilbab menuai kontroversi.

Sejumlah warga Aceh langsung menolak ancaman itu.

“Kenapa pemerintah alergi terhadap Atjeh? Ada apa ya? Kalau peraturan tidak pakai celana alias bugil gak melanggar HAM? memang aneh…..,” kata Fadhli, salah seorang civitas akademika Universitas Syiah Kuala.

“Mendagri macam LGBT juga kayaknya, itu kan peraturan syariat Islam, macam bukan orang Islam aja omongannya,” kata Teuku Yusri.

“Mendagri nampaknya bodoh tidak mengerti tentang kekhususan aceh (uupa) dalam menerapkan syariat Islam…pak, jilbab itu (menutup aurat) diwajibkan pada wanita muslim,” kata Musliadi.

Mengenai alasan perda jilbab melanggar HAM karena mewajibkan wanita non muslim berjilbab, netizen pun angkat bicara.

“Sudah pernah ke Aceh? Coba dulu ke Aceh, tunjukkan mana orang Kristen, Budha, Hindu yang diwajibkan pakai jilbab,” kata Ahmad Zakiy. [Ibnu K/Bersamadakwah] – Feb 24, 2016 

(nahimunkar.com)