Bupati Manokwari yang juga pendeta itu tampak plin plan sekali. Mulutnya mengatakan netral agama, tetapi kenyataannya melarang masjid.

Pelarangan itu jelas melanggar konstitusi, dan memberi contoh buruk, intoleransi secara resmi yang kemungkinan mengakibatkan gejolak nasional . Maka Menteri Dalam Negeri harus mengatasi masalah ini, bahkan layak menindaknya.

Inilah beritanya.

***

Larang Masjid Manokwari Dibangun, Bupati: “Saya Netral Terhadap Seluruh Agama”

bupati-manokwari-655x360

MANOKWARI, muslimdaily.net– Saleh Partaonan Daulay Ketua Komisi VIII DPR RI pada Rabu (4/11) lalu meminta Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama RI segera turun tangan menyikapi larangan pembangunan masjid oleh Bupati Manokwari Bastian Salabai di wilayah Andai, Distrik Manokwari Selatan dalam Larangan yang tertuang melalui surat bernomor 450/456 tanggal 1 November 2015.

Menurutnya, urusan agama warga negara tidak termasuk bagian yang diotonomisasikan. Hal itu bagian yang harus diperhatikan oleh pemerintah pusat. Menurutnya Mendagri seharusnya meminta klarifikasi kepada Bupati Manokwari terkait surat resmi yang dikeluarkannya itu.

Tak terkecuali Jerry Sumampouw, Juru Bicara Persatuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) yang menyayangkan adanya pelarangan pembangunan masjid tersebut. Menurutnya, PGI sejak dulu tidak pernah sepakat dengan adanya aturan pelarangan rumah ibadah untuk agama manapun.

“Kami menolak adanya pelarangan pembangunan rumah ibadah. Bahkan, kami selama ini dorong gereja harus taat aturan pembangunan rumah ibadah sehingga tidak ada pelarangan,” ujar Jerry Sumampouw sebagaimana yang dilansir dari JPNN.

Sikap dan pernyataan yang terbalik justru ditunjukkan Bupati yang juga pendeta ini belum lama sebelum adanya demonstrasi penolakan pada Pawai Taaruf Tahun Baru Hijriah Rabu (14/10) lalu di lapangan Borasi, Kota Manokwari.

Dalam kegiatan hari besar warga Muslim itu Bupati Manokwari Bastian Salabai membuka star pawai disertai oleh Komandan Distrik Militer 1703 Manokwari Letnan Kolonel Infantri Stevanus Aribowo.

Bastian Salabai, mengatakan selama empat tahun dia memimpin Manokwari, dia netral terhadap seluruh agama di daerah itu. Ia juga mengatakan bahwa hubungan umat beragama di Manokwari selama ini berlangsung harmonis tanpa ada konflik agama.

Bahkan ia pun meminta keharmonisan tersebut harus dijaga demi ketentraman serta keamanan. (Febby)/ http://www.muslimdaily.net/

(nahimunkar.com)

(Dibaca 9.870 kali, 1 untuk hari ini)