• Pihak penyelenggara telah menjelaskan pada media, pembatalan ini terkait dengan permintaan ustadz Solmed yang berat. Ketika awal akad, ustadz sudah setuju dengan pemberian honor HKD 6000, tiket PP pesawat perjalanan Jakarta-Hong Kong untuk 2 orang, namun ternyata akhirnya ustadz meminta penyelenggara untuk menaikkan honor menjadi HKD 10.000.

 solmed

Suatu hal yang menarik ketika media Indonesia dihiasi berita tentang ustadz Solmed. Saya katakan menarik karena berisi tentang statement beliau yang mengatakan bahwa menggagalkan ceramah ke Hong Kong karena tidak mau ceramahnya dibisniskan.

Jujur saya sempat salut ketika membaca berita tersebut, dan dalam hati berkata “kali ini saya mendukung beliau jika pernyataannya benar.” Namun perlu saya garis bawahi, hanya mendukung statement beliau tentang ini, bukan mendukung hal lainnya, terutama masalah akidah.

Ustadz yang satu ini memang sangat tenar di tanah air lantaran berangkat dari latar belakang seorang aktivis sebelum namanya setenar sekarang. Sebagai seorang muslim, yang juga eks BMI (Buruh Migran Indonesia) di Hong Kong, sangat wajib bagi saya mencerna sebuah berita dari dua pihak, apalagi ini berkaitan dengan berita tentang BMI, yang sebenarnya mereka itu berjasa pada pemerintah, karena telah mengurangi pengangguran di tanah air, dan mereka itu adalah wanita-wanita yang seharusnya menjadi tanggungan negara, namun sangat disayangkan, mereka justru dijadikan semacam sapi perah oleh pemerintah, devisa dari pengiriman kerja mereka ke luar negeri diambil pemerintah, namun hak-haknya sebagai pekerja banyak yang dizolimi.

Akhirnya saya benar-benar mencari berita valid ini dari para rekan-rekan di Hong Kong dan dari pihak-pihak yang terikat akad dengan ustadz Solmed akan keberangkatannya ke Hong Kong. Dan di sanalah akhirnya saya temukan sebuah jawaban memuaskan dari banyak pihak, bahwasanya yang dikatakan ustadz Solmed membatalkan ceramah di Hong Kong itu tidak benar, panitia penyelenggara telah memberi klarifikasi bahwa panitialah yang membatalkan ustadz Solmed untuk ceramah ke Hong Kong.

Bukan tanpa alasan pembatalan ini. Pihak penyelenggara telah menjelaskan pada media, pembatalan ini terkait dengan permintaan ustadz Solmed yang berat. Ketika awal akad ustadz sudah setuju dengan pemberian honor HKD 6000, tiket PP pesawat perjalanan Jakarta-Hong Kong untuk 2 orang, namun ternyata akhirnya ustadz meminta penyelenggara untuk menaikkan honor menjadi HKD 10.000.

Teruntuk Bapak Solmed yang telah digelari “ustadz” oleh sebagian masyarakat Indonesia, dan teruntuk semua pendakwah, saya sarankan, jika ingin berdakwah ke Hong Kong agar menggunakan biaya pribadi. Semua masyarakat tahu, para BMI ini nekat meninggalkan keluarga, suami, anak, orang tua demi mencari penghidupan yang layak. Sangat disayangkan jika pendakwah tidak mau menggunakan biaya pribadi untuk mendakwahi mereka, apalagi jika sampai pendakwah mau menerima uang amplop dalam jumlah besar. [YPS] VOA-ISLAM.COM Jum’at, 16 Aug 2013, Kepada Solmed yang Bergelar Ustadz, Soal Gagalnya Ceramah Ke Hong Kong

***

Tidak menjaga mulut

Bila dibuka lembaran berita, ternyata ada berita ini:

Diberitakan, dua ustadz yang sedang naik daun ditegur Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) karena melanggar kesopanan dan norma tayangan yang disiarkan televisi. Keduanya adalah Solmed dan Taufiqurrahman.

Teguran KPI dialamatkan kepada stasiun televisi swasta SCTV yang menayangkan program musik Inbox SCTV. Dalam acara Inbox itulah Solmed dan Taufiqurrahman dinilai melanggar kesopanan dan norma tayangan.

Komisioner KPI Nina Mutmainnah Armando, di Kantor Kemenkominfo, Senin (06/8 2012), menyatakan, ada ustadz yang bisa disebut kebablasan karena ikut bercanda melecehkan.

Pada tayangan live Inbox 20 Juli 2012, Solmed melemparkan banyolan yang merendahkan komedian Narji Cagur. “Jadi, kalau iblis diciptakan untuk menggoda manusia, begitulah takdir Narji diciptakan untuk dicaci-maki manusia.” ucap Solmed./ fmdn

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.220 kali, 1 untuk hari ini)