Ilustrasi, mengathungkan tangan untuk mendapatkan kucuran/ foto orgindox/ksks


Teriakan Sesuai Perkiraan Kesukaan yang Diaathungi Tangan

Terdengar teriakan orang-orang di lembah yang mengathungkan tangan untuk mendapatkan kucuran sesuatu dari yang di atas bukit. Teriakan-teriakan itu dimaksudkan untuk menyenang-nyenangkan orang yang di atas bukit, agar bila sudah senang hatinya maka mau mengucurkan sesuatu.

Ketika yang bawah sedang mengathungkan tangan sambil berteriak: cakep.. cakep… ; berarti orang yang di atas bukit yang diharapkan mengucuri sesuatu kepada yang bawah itu adalah orang yang suka dipuji bahwa dirinya cakep.

Ketika yang teriak-teriak di bawah dengan mengathungkan tangan itu meneriakkan kata-kata yang menunjukkan bencinya kepada Islam, bencinya kepada simbol-simbol Islam, bencinya kepada syiar-syiar Islam, bencinya kepada apa-apa yang akan menyuburkan Islam; berarti orang di atas bukit yang sedang diathungi tangan-tangan nista itu adalah orang yang diyakini sebagai pembenci Islam walau menampakkan dirinya sebagai wong Islam. Bahkan kadang ya kuplukan dan sarungan.

Kini ada fenomena, sedikit-sedikit meneriakkan kata-kata yang menyakiti Umat Islam. Mengadakan aksi yang memusuhi Islam. Bahkan sampai berani membakar masjid agar dapat diundang ke puncak bukit. Hingga manusia-manusia dari kelompok yang kemarin-kemarin dikenal sebagai golongan Islam pun bermunculan mbalangi Islam dengan aneka celoteh dan aksi yang menunjukkan sikap miring-miringnya terhadap Islam. Bahkan yang senada dengan itu sampai tega menjelak-jelekkan Arab (Islam) pakai ayat Al-Qur’an.

Itu semua karena pada dasarnya mereka meyakini, orang-orang yang sedang di atas bukit, yang sedang mereka athungi tangan agar memberikan kucuran, itu adalah pembenci Islam; walau menampakkan diri sebagai wong Islam, bahkan kadang pakai peci dan bahkan sarungan.

Wallahu a’lam.

***

Via Fb Hartono Ahmad Jaiz

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.556 kali, 1 untuk hari ini)