JAKARTA – Semua yang mengaku nabi setelah Nabi Muhammad wafat pasti adalah nabi palsu. Tindakan mengaku sebagai nabi sama saja melecehkan agama dan dapat dipidanakan.

“Dalam undang-undang di Indonesia melecehkan agama merupakan  tindakan pidana. Mengaku sebagai nabi baru dalam Islam adalah tindakan pidana,” kata Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain, Sabtu, (6/8).

Saat ini sudah ada tiga nabi palsu yang  dipenjarakan di negeri ini. Pertama Lia Eden, kedua Ahmad Mushoddeq, dan ketiga Cecep di Bandung. Dalam hal ini apapun motifnya nabi palsu harus dipenjarakan segera.

“Mereka harus dipenjara agar tak terlambat. Selain itu jangan sampai makin banyak orang yang tertipu,” kata Tengku.

Jika setelah ditangkap namun kemudian dibuktikan dia gila, bisa dilepaskan saja. Tapi kalau dia ternyata tidak gila maka ini tindakan pidana dan dia wajib dipenjara.

Tengku juga menerangkan nabi palsu di Karawang, merupakan nabi palsu keempat yang harus dipenjara. Sebab ini sudah termasuk penipuan.

Seperti diketahui, Abdul Muhjib diamankan petugas sebab ia diduga mengaku sebagai nabi. Bahkan ia (Abdul Muhjib ) menjual tiket ke surga seharga Rp 2 juta.

Sumber : VoiceofUmmah/ekocm, 06 August 2016In/Cybermedia.link

***

 Awas Ada Nabi Palsu, Jual Tiket Surga Sampai Ubah Syahadat

Ada Nabi Palsu-Jual Tiket Surga

Mungkin kemunculan Nabi palsu di Indonesia bukan kali ini saja terjadi, buktinya baru baru ini warga Karawang, Jawa Barat dibuat resah oleh munculnya ajaran sesat oleh Nabi Palsu ini.

Nabi palsu tersebut adalah Abdul Muhjib ia mengaku jika dirinya nabi dan melakukan penipuan pada warga di sekitar padepokannya di Medal Sari, Kecamatan Tegal Waru, Kabupaten Karawang.

Abdul Muhjib mengaku menjual tiket ke surga seharga Rp 2 juta. Tidak hanya itu, Kasubag Humas Polres Karawang AKP Marjani mengungkap jika pria ini bahkan mengubah kalimat syahadat untuk diajarkan pada pengikutnya.

“Muhjib mengaku nabi meminta pengikutnya untuk mengucapkan syahadat yang telah dia rombak atau versi dia. Yaitu Asyhadu an-laa ilaaha illallaah wa asyhadu anna muhjib da rasuulullaah,” ujar Marjani, seperti PassionMagz lansir dari laman WowKeren.

Abdul Muhjib sendiri diketahui mulai menyebarkan ajaran sesatnya sejak 2015 lalu. Ia dan sejumlah rekannya mendirikan Padepokan Syekh Sangga Bintang Pratama di kawasan Karawang dan berusaha menjaring pengikut.

Beberapa warga yang resah sempat melaporkan Muhjib ke MUI. Ia dan rekannya kemudian diminta untuk bertaubat dan membuat surat perjanjian untuk tidak menyebarkan ajaran sesat lagi. Namun, sejak 3 Agustus lalu, pria ini kembali beraksi dan menjual tiket ke surga tersebut.

Warga yang merasa resah melaporkan Muhjib ke polisi. Mereka kemudian mengamankan Abdul Muhjib. Saat ini pihak polisi Karawang tengah mengumpulkan bukti untuk menjerat nabi palsu ini/ PassionMagz.com – Mon, 8 August 2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.269 kali, 1 untuk hari ini)