Closing Statement Debat Kedua Capres 2019 (Ahad 17 Februari 2019 Pukul: 19:30 WIB – Selesai), Jokowi: tidak ada yang saya takuti kecuali Allah SWT/ foto ytb
ARMADA ILMU
Published on Feb 18, 2019

***

Setiap Muslim apalagi yang berani mengumumkan dirinya hanya takut kepada Allah Subahanahu wa Ta’ala, maka seharusnya mempunyai ciri sebagaimana ditegaskan Syaikh Dr. Ali al-Hudzaifi Hafizhahullah dalam khutbahnya di Masjid Nabawi Madinah sebagai berikut:

“al-Khauf (rasa takut – kepada Allah, red nm) menuntut seorang Muslim untuk bergegas melaksanakan apa-apa yang menjadi hak-hak Allâh Azza wa Jalla dan menjauhkannya dari kelalaian. Rasa ini juga akan menghalanginya dari perbuatan menzhalimi orang lain dan memotivasinya untuk bersikap amanah, jujur, adil serta tidak menyia-nyiakan hak orang lain.” (dipetik dari Khutbah Jum’at di Masjidin Nabawi yang disampaikan oleh Syaikh Dr. Ali al-Hudzaifi hafizhahullah pada tanggal 8 Shafar 1434 dengan judul al-Khaufu minallâh wa Atsaruhu fi Hayâtil Muslim) [Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 11/Tahun XVII/1435H/2014M]./ https://almanhaj.or.id

***

Sebagai tanda apakah memang seseorang itu takut kepada Allah Ta’ala atau tidak di antaranya dapat dilihat siapa teman-temannya. Bila ada orang mengaku hanya takut kepada Allah Ta’ala, namun kebanyakan teman-temannya adalah orang-orang yang tidak taat kepada Allah Ta’ala, bahkan menentang akan diberlakukannya syari’at Allah Ta’ala, maka cukup dipertanyakan pernyataan takutnya kepada Allah Ta’ala itu.

Di samping itu, walau telah mengumumkan diri sebagai orang yang hanya takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, namun bila kelakuan yang dijalani tidak mampu  mewujudkan apa yang telah dinasihatkan Syaikh Dr. Ali al-Hudzaifi Hafizhahullah tersebut, maka pengakuan itu justru akan jadi pertanyaan besar di akherat kelak. Karena konsekuensi dari rasa takut hanya kepada Allah itu, menurut Syaikh tersebut, ‘juga akan menghalanginya dari perbuatan menzhalimi orang lain dan memotivasinya untuk bersikap amanah, jujur, adil serta tidak menyia-nyiakan hak orang lain.’

***

Konsekuensi hanya takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala

Konsekuensi hanya takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, mustinya jauh dari hal-hal  berikut ini.

Sudah Dua Kali Melanggar Larangan Al Maidah 51 Bagaimana Umat Islam Menyikapinya

Ilustrasi /foto Chirpstory

Dilihat jejak Jokowi, sudah dua kali mengangkat orang dekatnya –non Islam– pertama di Solo, wakil Jokowi orang non Islam, lalu menggantikan Jokowi jadi walikota Solo karena Jokowi ke Jakarta. Kedua, di Jakarta, Jokowi punya wakil non Islam juga yakni Ahok, lalu Ahok jadi gubernur menggantikan Jokowi karena Jokowi naik untuk presiden.

Memang yang sudah terjadi begitu, Jokowi dua kali memberikan peluang kepada wong bukan Islam untuk duduk menggantikan Jokowi sebagai pemimpin. Itu jelas2 tidak patuh dengan larangan al-Qur’an Surat Al-Maidah ayat 51, bahkan terang-terangan sampai dua kali, walau dia mengaku Islam. Semoga ini jadi pelajaran benar2 bagi Umat Islam.

Larangan dalam QS Al-Maidah 51 yang pernah dilecehkan Ahok hingga divonis penjara 2 tahun itu, bunyi ayatnya sebagai berikut.

۞يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَتَّخِذُواْ ٱلۡيَهُودَ وَٱلنَّصَٰرَىٰٓ أَوۡلِيَآءَۘ بَعۡضُهُمۡ أَوۡلِيَآءُ بَعۡضٖۚ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمۡ فَإِنَّهُۥ مِنۡهُمۡۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهۡدِي ٱلۡقَوۡمَ ٱلظَّٰلِمِينَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (QS Al-Maaidah: 51)

Lantas bagaimana untuk menyikapinya, karena orang yang telah melanggar larangan QS Al-Maidah 51 terang-terangan sampai dua kali itu kini dia sekarang juga mencalonkan diri dalam pemilihan presiden 2019, yang akan berlangsung 17 April 2019.

Umat Islam sudah memiliki pedoman, Al-Qur’an dan Hadits Nabi Muhammad shallalahu ‘alaihi wa sallam. Tinggal merujuknya. Di antaranya, mari kita simak ayat berkut ini, dari tafsirweb.com

***

Surat Ali ‘Imran Ayat 118

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِنْ دُونِكُمْ لَا يَأْلُونَكُمْ خَبَالًا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ ۚ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْآيَاتِ ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ

Terjemah Arti: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.

TAFSIR AYAT

Setelah pada ayat sebelumnya Allah menjelaskan bahwa amal perbuatan orang kafir tidak akan mendatangkan kebaikan karena tidak dilandasi keimanan, maka pada ayat ini Allah memperingatkan umat Islam agar tidak menjadikan orang kafir sebagai orang kepercayaan, karena mereka akan berkhianat.

Wahai orang-orang yang beriman! janganlah kamu menjadikan orang-orang yang di luar kalanganmu, yaitu orang-orang yang tidak beriman atau beriman tidak secara benar seperti orang-orang munafik, sebagai teman kepercayaanmu, sehingga kamu membocorkan rahasiamu, karena mereka tidak henti-hentinya menyusahkan dan menimbulkan kemudaratan atas kamu. Mereka berbuat itu karena mengharapkan kehancuranmu yang diawali dengan perpecahan dan bercerai-berai.

Beginilah kamu, wahai umat Islam! kamu salah telah menyukai mereka lantaran sikap manis mereka yang pura-pura, padahal mereka tidak menyukaimu karena agama dan pandangan hidupmu tidak sama dengan mereka, dan kamu beriman kepada semua kitab termasuk kitab yang diturunkan kepada nabi mereka, padahal mereka beriman hanya kepada sebagian isi kitab yang diturunkan kepada nabi mereka dan mengingkari kerasulan Nabi Muhammad dan kebenaran Al-Qur’an.

Apabila sebagian dari mereka berjumpa kamu, mereka berkata, kami beriman, padahal ucapan itu hanya untuk menipu kamu. Hal tersebut terbukti apabila mereka menyendiri berada di belakangmu dan jauh dari kamu, mereka menggigit ujung jari karena marah yang mencapai puncaknya dan disertai rasa benci kepadamu karena kamu beriman kepada Allah dan kerasulan Nabi Muhammad. Mereka berharap agar nikmat iman itu lenyap dari kamu.

Katakanlah kepada mereka, matilah kamu karena kemarahanmu itu, yaitu marahlah dan bencilah kami sampai kamu mati! sungguh, Allah maha mengetahui segala isi hati, mengetahui kebencianmu, kemarahanmu, kedengkianmu dan kebohonganmu kepada kami.

Tafsir Ringkas Kemenag

Referensi: https://tafsirweb.com/1250-surat-ali-imran-ayat-118.html

***

Diduga Ada 20 Penyebab Umat Islam Jauhi Jokowi hingga Elektabilitasnya Makin Melorot

Ilustrasi Hasil polling di medsos / foto 200 Juta Rakyat Dukung Prabowo – Sandi

  1. Yang menistakan Al Qur’an surat Al Maidah 51 (Ahok), ada di kubu Jokowi.
  2. Yang (diduga) menghina ajaran Islam (Abu Janda, Denny Siregar dkk), ada di kubu Jokowi.
  3. Yang mengaku bangga jadi anak PKI (Ribka Tjiptaning – PDIP), ada di kubu Jokowi.
  4. Yang (diduga) mengkriminalisasi dan fitnah Ulama, ada di kubu Jokowi.
  5. Yang membakar bendera bertuliskan kalimat Tauhid (Oknum Banser), ada di kubu Jokowi.
  6. Yang kepanasan dengan suara azan dan akan men-tertibkan volume suara azan dengan peraturan menteri (Menteri Agama), ada di kubu Jokowi.
  7. Yang anti perda2 Islam dan anti syari’at Islam (PDIP dan PSI), ada di kubu Jokowi.
  8. Yang ingin menghapus kolom agama di KTP (Musdah Mulia – PDIP), ada di kubu Jokowi.
  9. Yang ingin menghapus pelajaran agama di sekolah (Musdah Mulia – PDIP), ada di kubu Jokowi.
  10. Yang membuat semua kebutuhan rakyat naik seperti BBM, Listrik, Gas, Telor, Sembako, Daging, Cabe, Beras, biaya Pendidikan naik (Para menteri kabinet kerja) ada di kubu Jokowi.
  11. Yang mengatakan konde lebih baik dari pada hijab ada di kubu Jokowi.
  12. Yang mengatakan seandainya naik haji dan umroh ditiadakan karena pemborosan, mending uangnya buat kaum duafa / miskin (Ade Armando), ada di kubu Jokowi.
  13. Yang tidak percaya adanya Hari Kiamat dan bilang kaum pengkhayal masa depan (Megawati – PDIP), ada di kubu Jokowi.
  14. Yang mengancam perang dengan umat Islam di Indonesia (Victor Laiskodat – Nasdem / gubernur NTT), ada di kubu Jokowi.
  15. Yang melarang takbir keliling dan sembelih hewan qurban di lapangan terbuka dan di area sekolah (Ahok), ada di kubu Jokowi.
  16. Yang membaca Alquran dengan langgam Jawa (Acara Maulid di Istana), ada di kubu Jokowi.
  17. Yang mengusulkan agar sekolah Islam dikurangi jumlahnya, agar seimbang dengan sekolah kristen yang ada di Indonesia seperti Muhammadiyah dan pesantren2 (Musdah Mulia – PDIP), ada di kubu Jokowi.
  18. Yang mengatakan Al Qur’an bukan kitab suci dan Nabi Muhammad bukan manusia suci, ada di kubu Jokowi.
  19. Yang (diduga) menembaki ulama saat Aksi 411 pada 2016 silam, ada di kubu Jokowi.
  20. Yang menyebut umat Islam yang hadir pada Reuni 212 sebagai Jamaah Monaslimun (Guntur Romli), ada di kubu Jokowi.

Wa Ji

***

Dikhawatirkan terkena teguran keras

Allah ta’ala berfirman :

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفۡعَلُونَ كَبُرَ مَقۡتًا عِندَ ٱللَّهِ أَن تَقُولُواْ مَا لَا تَفۡعَلُونَ

  1. Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?
  2. Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan. [QS. Ash-Shaff : 2-3].

Lantas, kenapa masalah ini perlu diungkap dan diperingatkan? Karena memang di dalam Islam itu sudah ada peringatan untuk amar ma’ruf (memerintahkan kebaikan) dan nahi munkar (mencegah kemunkaran-keburukan).

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

وَالَّذِي نَفْسِي بيَدِهِ لَتَأْمُرُنَّ بالْمَعْرُوفِ، وَلَتَنْهَوُنَّ عَنِ الْمُنْكَرِ، أَوْ لَيُوشِكَنَّ اللَّهُ أَنْ يَبعَثَ عَلَيْكُمْ عِقَابا مِنْ عِنْدِهِ، ثُمَّ لَتَدْعُنَّهُ فَلَا يَسْتَجِيب لَكُمْ

Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, hendaklah kalian tetap menyuruh berbuat kebaikan dan melarang perbuatan munkar, atau (jika kalian tidak melakukannya) hampir saja Allah menurunkan siksa-Nya kepada kalian, kemudian kalian berdoa kepada-Nya namun tidak dikabulkan” [Diriwayatkan oleh Ahmad 5/388-389, At-Tirmidziy no. 2169, Al-Baihaqiy dalam Kubraa 10/93, Al-Baghawiy dalamSyarhus-Sunnah no. 4154, dan yang lainnya; hasan].

Semoga ini bermanfaat.

(nahimunkar.org)

(Dibaca 338 kali, 2 untuk hari ini)