Mengejutkan! Di Bali Satu Desa Sehari 443 Orang Terindikasi Corona, Diisolasi

 

  • Dampak Corona: Ribuan Turis Eksodus, Bali Merana

Inilah beritanya.

***

Mengejutkan, di Bali, Satu Desa Sehari 443 Orang Terindikasi Corona, Diisolasi

 


Suasana pelaksanaan rapid test di Banjar Serokadan, Desa Abuan, Bangli, Kamis (30/4) (Istimewa)

DENPASAR-Temuan hasil rapid test massal di Banjar Serokadan, Desa Abuan, Bangli benar-benar mengejutkan.

Data yang dihimpun radarbali.id menyebutkan, dari 1.210 warga yang dirapid test, pada Kamis (30/4), ada sebanyak 443 orang dinyatakan reaktif virus Covid-19.

Terkait hasil rapid test, Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra,mengatakan jika tim GTPP langsung melakukan sejumlah upaya.

“Atas hasil (rapid test) itu, maka dilanjutkan kembali untuk pengambilan swab. Tentu hasil swab nanti sebagai hasil akhir,” jawabnya.

Selain itu, proses rapid test juga dikatakan masih tetap berlangsung. Maka, pihaknya mengambil kebijakan untuk mengkarantina desa Abuan.

“Atas ijin bupati, maka kami isolasi atau ditutup dahulu. Tidak boleh keluar dan masuk ke desa itu. Besok dibuatkan dapur umum untuk kebutuhan warga di sana,” tegasnya.

Seperti diketahui, hasil rapid test teradap 1.210 warga di balai banjar dinas serokadan dari 348 warga yang melaksanakan rapid test, hasilnya 13 warga non reaktif dan 335 warga reaktif atau terindikasi Covid-19.

Selanjutnya, di tempek selatan dari 500 warga yang melaksanakan rapid test, hasilnya 494 warga non reactive dan 6 warga reaktif.

Sedangkan  di tempek utara, dari 276 warga yang melaksanakan rapid test hasilnya 260 warga yang non reaktif dan 16 warga reaktif. Begitu juga di SD 2 abuan, dari 86 warga hasilnya 86 warga reaktif.

Sehingga secara keseluruhan, warga yang melaksanakan rapid sebanyak 1.210  dengan rincian warga, non reaktif sebanyak 766 orang dan yang  reaktif 443 orang.

(rb/ara/pra/JPR)/ radarbali.jawapos.com, 30 April 2020, 20: 15: 59 WIB | Editor : Didiek Dwi Praptono

 

 

***

 

Dampak Corona: Ribuan Turis Eksodus, Bali Merana

Wabah virus corona atau Covid-19 benar-benar membuat pariwisata Bali merana. Betapa tidak, tercatat ribuan turis dari mancanegara yang tengah berlibur ke Pulau Dewata harus kembali ke negara asal lantaran pandemi virus corona.

 

General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Herry AY Sikado memaparkan bandara di bawah pengelolaannya melayani penerbangan pemulangan atau repatriasi wisatawan berkewarganegaraan asing di Bali menuju negara asal.

 

Terhitung dari tanggal 8 Februari hingga 27 April 2020, sebanyak 22 penerbangan repatriasi yang mengangkut sedikitnya 3.408 WNA dari berbagai negara telah terlayani.

 

“Penerbangan repatriasi yang pertama adalah dari Pemerintah China yang memulangkan sebanyak 61 warga negara China untuk kembali ke kota Wuhan melalui penerbangan China Eastern MU799 di tanggal 8 Februari. Terakhir, kami melayani penerbangan pemulangan 242 WNA menuju kota Samara di Rusia melalui penerbangan Rossiya Airlines FV6296 di tanggal 27 April lalu,” ujar Herry, Rabu 29 April 2020.

 

Tercatat, sebanyak 14 maskapai penerbangan internasional telah melayani penerbangan repatriasi tersebut yaitu China Eastern, LOT Polish Airlines, Avion Express, Condor Airlines, Qatar Airways, Air Europa, NEOS Airlines, Smartwings, Rossiya Airlines, Sunday Airlines, Air Yakutia, UTAir, Garuda Indonesia, dan Air Cairo.

 

Meski pemerintah telah mengeluarkan larangan bandara melakukan penerbangan komersil reguler, namun menurutnya berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 25 Tahun 2020 di pasal 20 ayat 1, pengecualian larangan operasional penerbangan diberikan terhadap operasional penerbangan repatriasi yang melakukan pemulangan warga negara Indonesia maupun warga negara asing.

 

Hal inilah yang menjadi salah satu alasan Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai tetap beroperasi meski pada situasi pandemi ini.

 

“Tentunya, kami secara terus-menerus berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait penanganan penumpang, baik WNI yang kembali dari luar negeri ataupun wisatawan mancanegara yang pulang kembali ke negaranya. Prosedur penanganan tentunya telah disesuaikan dengan SOP yang berlaku,” jelas Herry.

 

Partner Sindikasi Konten: Viva/ wartaekonomi.co.id, Kamis, 30 April 2020 22:23 WIB

(nahimunkar.org)

(Dibaca 582 kali, 1 untuk hari ini)