Jakarta – Penyebutan nama Presiden SBY yang terungkap dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta ini memang cukup mengejutkan. Baru kali ini penyebutan nama Presiden muncul dalam sidang kasus koruspi.

Istana Kepresidenan kembali diterpa isu korupsi. Kali ini mencuat dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (29/8/2013). Percakapan penyadapan telepon dan kesaksian Ridwan Hakim, putera Hilmi Aminuddin, tak tanggung-tanggung menyebut Presiden SBY.

Dalam rekaman itu, didengarkan suara Fathanah yang menyampaikan kepada Ridwan bahwa uang Rp 40 miliar sudah beres dikirim melalui Sengman dan Hendra. Mendengar rekaman itu, Ketua Majelis Hakim Nawawi Pomolango kemudian menanyakan nama yang muncul tersebut kepada Ridwan.

“Ada nama Sengman. Itu siapa?” tanya Nawawi. “Itu nama orang, Pak,” jawab Ridwan. “Iya, siapa?” tanya hakim lagi yang tampak kesal dengan jawaban Ridwan. Ridwan kemudian menjelaskan bahwa Sengman adalah utusan Presiden SBY.

“Waktu saya diputarkan (rekaman) ini di penyidikan KPK, saya jelaskan Bapak Sengman ini setahu saya ini utusan Presiden kalau datang ke PKS,” jawab Ridwan. “Presidennya siapa?” tanya Nawawi. “Presiden kita, Pak SBY. (Sengman) di BAP (Berita Acara Pemeriksaan) ditulis dia orang dekatnya Pak SBY,” jawab Ridwan lagi.

Mantan Menteri Perekonomian, Rizal Ramli meminta agar Istana jujur untuk mengakui bahwa Sengman adalah orang dekat Istana. Menurutnya, SBY cukup dekat dengan Sengman yang disebut menerima Rp 40 miliar dari kasus korupsi yang menyeret mantan Presiden PKS itu.

“Sudah akui saja Istana kenal sama Sengman, terus perbaiki Istana, jangan terima ini terima itu,” kata Rizal, Jakarta, Jumat (30/8/2013) malam.

Informasi yang dihimpun INILAH.COM tentang sosok Sengman Tjahja ini memang kenal dengan Presiden SBY. Keduanya disebutkan telah menjalin pertemanan sejak SBY menjabat Pangdam II/Sriwijaya Tahun 1996/1997.

Bukti kedekatan kedua sosok ini ditunjukkan kehadiran Presiden SBY dalam resepsi pernikahan putri anak Sengman Tjahja pada 30 Oktober 2008 sepertu ditulis di laman Polda Metro Jaya.

 

Inilah beritanya.

***

 

Istana Tersandung Skandal Daging?

 Jakarta – Istana Kepresidenan kembali diterpa isu korupsi. Kali ini mencuat dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Percakapan penyadapan telepon dan kesaksian Ridwan Hakim, putera Hilmi Aminuddin, tak tanggung-tanggung menyebut Presiden SBY.

 Saksi dalam sidang kasus suap impor daging Ridwan Hakim memberi kesaksian di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Jumat (29/8/2013) ada nama Presiden SBY dan Sengman Tjahja.

Hal itu terungkap saat diputarkan rekaman percakapan antara Fathanah dengan  Ridwan Hakim yang menyebutkan ada uang Rp40 miliar sudah beres dikirim melalui Sengman dan Hendra. Menindaklanjuti rekaman tersebut, Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Nawawi Pomolango menanyakan lebih lanjut tentang nama tersebut

“Ada nama Sengman. Itu siapa?” tanya Nawawi. “Itu nama orang, Pak,” jawab Ridwan. “Iya, siapa?” tanya hakim lagi yang tampak kesal dengan jawaban Ridwan. Ridwan kemudian menjelaskan bahwa Sengman adalah utusan Presiden SBY.

“Waktu saya diputarkan (rekaman) ini di penyidikan KPK, saya jelaskan Bapak Sengman ini setahu saya ini utusan Presiden kalau datang ke PKS,” jawab Ridwan. “Presidennya siapa?” tanya Nawawi. “Presiden kita, Pak SBY. (Sengman) di BAP (Berita Acara Pemeriksaan) ditulis dia orang dekatnya Pak SBY,” jawab Ridwan lagi.

Penyebutan nama Presiden SBY yang terungkap dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta ini memang cukup mengejutkan. Baru kali ini penyebutan nama Presiden muncul dalam sidang kasus koruspi.

Pihak Istana pun meresponsnya dengan membantah Sengman merupakan utusan Presiden SBY. Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha menegaskan Sengman bukanlah utusan Presiden SBY. “Kalau ditanyakan apakah (Sengman) itu utusan presiden, saya katakan bukan. Tidak ada nama tersebut dalam utusan Presiden SBY. Kecuali kalau presiden yang lain. Kan presiden banyak sekarang,” kata Julian di Istana Negara, Jumat (30/8/2013).

Hal senada juga ditegaskan Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Marzuki Alie yang membantah Sengman merupakan utusan Presiden SBY. Meski, Marzuki tidak menampik bila dirinya kenal dengan pengusaha asal Palembang itu. “Saya kenal di Palembang sudah lama. Kemudian tidak terlihat lagi di Palembang, karena hotel yang dimiliki sudah dijual,” kata Marzuki kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (30/8/2013).

Marzuki menegaskan tidak ada kaitan antara Sengman dengan Partai Demokrat. Marzuki yang berkiprah sejak awal di Partai Demokrat tidak mengetahui kiprah Sengman di Partai Demokrat. Terkait penyebutan Sengman sebagai utusan Presiden SBY, Marzuki berujar “Ah, itu bohong saja. Mungkin dia jual nama, bohonglah itu,” tepis Marzuki seraya berlalu.

Informasi yang dihimpun INILAH.COM tentang sosok Sengman Tjahja ini memang kenal dengan Presiden SBY. Keduanya disebutkan telah menjalin pertemanan sejak SBY menjabat Pangdam II/Sriwijaya Tahun 1996/1997.

Bukti kedekatan kedua sosok ini ditunjukkan kehadiran Presiden SBY dalam resepsi pernikahan putri anak Sengman Tjahja pada 30 Oktober 2008 sepertu ditulis di laman Polda Metro Jaya.

Tertulis di laman tersebut “Resepsi Pernikahan Karen Tjahja & Slandy Karlam diselenggarakan oleh Keluarga Sengman Tjahja & Keluarga Hendry Karlam di Grand Ballroom Hotel Mulia, Jl. Asia Afrika Jakarta Pusat. Penanggung jawab acara Panitia Pernikahan dan akan dihadiri sekitar 2.500 orang. Kegiatan akan dihadiri Presiden RI beserta Ibu Ani Bambang Yudhoyono”. [mdr] Oleh: R Ferdian Andi R INILAH.COM, nasional – Sabtu, 31 Agustus 2013 | 11:04 WIB

***

SBY dan Ibu Ani Hadiri Pernikahan Anak Sengman

 Oleh: R Ferdian Andi

nasional – Jumat, 30 Agustus 2013 | 19:01 WIB

 INILAH.COM, Jakarta – Misteri soal nama Sengman yang mencuat dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kamis (29/8/2013) sebagai utusan Presiden SBY sebagaimana yang disampaikan Ridwan Hakim mulai terkuak.

Hubungan Sengman Tjahja dan Presiden SBY dan keluarga bukanlah hubungan yang biasa. Buktinya, Presiden SBY dan Ibu Ani Yudhoyono menghadiri acara pernikahan putri Sengman Tjahja pada 30 Oktober 2008 lalu.

Hal tersebut terungkap di laman resmi Polda Metro Jaya ihwal acara pernikahan anak Sengman Tjahja. Dalam laman tersebut ditulis, “Resepsi Pernikahan Karen Tjahja & Slandy Karlam diselenggarakan oleh Keluarga Sengman Tjahja & Keluarga Hendry Karlam di Grand Ballroom Hotel Mulia, Jl. Asia Afrika Jakarta Pusat.Penanggung jawab acara Panitia Pernikahan dan akan dihadiri sekitar 2.500 orang. Kegiatan akan dihadiri Presiden RI beserta Ibu Ani Bambang Yudhoyono”.

Sebelumnya, Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha menegaskan Sengman bukanlah utusan Presiden SBY. “Kalau ditanyakan apakah (Sengman) itu utusan presiden, saya katakan bukan. Tidak ada nama tersebut dalam utusan Presiden SBY. Kecuali kalau presiden yang lain. Kan presiden banyak sekarang,” kata Julian di Istana Negara, Jumat (30/8/2013).[bay]

***

Rizal Ramli Minta Istana Jujur Soal Sengman

 Oleh: Marlen Sitompul

nasional – Sabtu, 31 Agustus 2013 | 09:49 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Pihak Istana mengaku tidak kenal dengan nama Sengman yang disebut orang dekat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Nama Sengman muncul di pengadilan kasus korupsi impor daging sapi sebagai utusan Presiden SBY.

Mantan Menteri Perekonomian, Rizal Ramli meminta agar Istana jujur untuk mengakui bahwa Sengman adalah orang dekat Istana. Menurutnya, SBY cukup dekat dengan Sengman yang disebut menerima Rp 40 miliar dari kasus korupsi yang menyeret mantan Presiden PKS itu.

“Sudah akui saja Istana kenal sama Sengman, terus perbaiki Istana, jangan terima ini terima itu,” kata Rizal, Jakarta, Jumat (30/8/2013) malam.

Namun demikian, Rizal enggan menjelaskan kedekatan Presiden SBY dengan Sengman. Yang pasti, kata Rizal, Istana kerap ‘bermain’ dalam setiap kebijakan.

“Janganlah, masa mesti saya sebutkan satu persatu,” tegasnya.

Tapi pihak Istana membantah mengenal Sengman? “Saya tidak tahu, silahkan tanya psikologi,” sindir mantan Menteri Keuangan itu.

Sebelumnya, Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha menegaskan Sengman bukanlah utusan Presiden SBY. “Kalau ditanyakan apakah (Sengman) itu utusan presiden, saya katakan bukan. Tidak ada nama tersebut dalam utusan Presiden SBY. Kecuali kalau presiden yang lain. Kan presiden banyak sekarang,” kata Julian di Istana Negara, Jumat (30/8/2013). [mes]

***

Utusan SBY Diduga Terima Suap 40 M, Demokrat Tutup Mulut

Jakarta (SI Online) – Sejumlah petinggi Partai Demokrat enggan mengomentari kesaksian putra Hilmi Aminudin, Ridwan Hakim yang menyebut ada penyerahan uang Rp 40 miliar kepada utusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bernama Sengman.

“Soal duit Rp 40 miliar saya tidak mau berkomentar,” kata Wakil Ketua Umum II Partai Demokrat, Max Sopacua di Kompleks Parlemen Senayan, Jumat (30/8).

Max beralasan kesaksian itu masuk dalam ranah hukum. Dia khawatir komentarnya bisa menimbulkan persepsi seakan-akan mengetahui persoalan korupsi suap sapi impor. “Takutnya saya dianggap paling tahu. Tidak, lah,” ujarnya.

Yang terbaik, menurut Max, adalah menyerahkan masalah tersebut pada proses hukum. “Saya kira biarkan hukum berjalan,” katanya.

Sebelumnya dalam kesaksian untuk terdakwa Ahmad Fathanah di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi kemarin (29/8/2013), Ridwan mengaku pernah ada penyerahan uang Rp 40 miliar dari PT Indoguna Utama kepada orang dekat SBY bernama Sengman. “Sengman itu siapa?” Kata Hakim Ketua Nawawi Pomolango.

“Sengman itu utusan Presiden yang mulia,” jawab Ridwan.

“Presiden apa?” tanya hakim kembali.

“Ya Presiden SBY,” timpal Ridwan.

Namun, Ridwan tak menjelaskan maksud uang Rp 40 miliar itu. “Saya tidak tahu,” jawab Ridwan.

red: syaiful
sumber: RoL

Si online Jumat, 30/08/2013 17:33:52 | syaiful falah

***

Publik Penasaran ingin Melihat Foto Wajah Sengman, orang dekat Presiden SBY terkait Korupsi Sapi

Fri, 30/08/2013 – 23:31 WIB

 sby

JAKARTA- Terkait korupsi impor daging sapi, berita mengenai Sengman yang dikabarkan kenal dekat SBY jadi buruan publik. Publik mencari foto Sengman secepatnya karena penasaran. Dalam dialog di TVONE, mantan menko ekuin Rizal Ramli menyatakan KPK tidak terlalu sulit mencari Sengman. ” Berbagai pihak mengenal Sengman sebagai pengusaha,” kata Rizal Ramli (RR)..

Dialog itu melibatkan Ruhut Sitompul dari Fraksi DPR Demokrat dan Mardani dari PKS.  Dalam hal ini, RR, Ruhut dan Mardani sepakat siapapun yang terlibat dalam kasus suap impor sapi harus ditindak KPK sesuai hukum yang berlaku, termasuk soal Sengman yang disebut dalam persidangan Ridwan Hakim dan  Fathanah, juga terlibat.

.Tokoh nasional Rizal Ramli PhD mengungkapkan bahwa dia kenal Sengman, dan nama itu sudah lama juga dikenal Presiden SBY sejak jadi Pangdam Sriwijaya dulu di era Orde Baru. Sengman sahabat SBY.

Foto Susilo Bambang Yudhoyono bersama Kristiani Herawati (Ani Yudhoyono) terpajang di belakang ruang resepsionis Hotel Princess, Kompleks Ilir Barat Permai, Palembang. Presiden dan Ibu Ani, yang berbusana muslim, tersenyum lebar. Tak ada yang salah dengan pemasangan foto itu. Masyarakat Palembang pun mafhum soal kedekatan Sengman Tjahja, pemilik hotel tersebut, dengan Yudhoyono.

Banyak narasumber di Palembang menyebutkan Sengman mengenal Yudhoyono jauh sebelum menjadi presiden. Sengman merintis persahabatan sejak SBY-panggilan akrab Yudhoyono-menjabat Panglima Daerah Militer Sriwijaya pada 1996-1997. Ketika itu Sengman adalah pengusaha di Kota Pempek.

Persahabatan mereka setidaknya terlihat ketika Sengman menghadiri wisuda Agus Harimurti, anak sulung Yudhoyono, di Nanyang Technological University, Singapura, Juli lima tahun silam. Presiden Yudhoyono juga hadir pada resepsi pernikahan anak Sengman bernama Karen Tjahja dengan Slandy Karlam di grand ballroom Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Oktober 2008.

Sengman, saat dihubungi lewat sambungan telepon, tak mau banyak berkomentar tentang pertemanannya dengan Presiden. “Saya sedang di luar kota,” ujarnya buru-buru mengakhiri percakapan. Adapun Heru Lelono, anggota Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi, mengatakan tak tahu sejauh mana pertemanan Presiden dengan Sengman. “Saya tak tahu apakah Presiden mengenal Sengman atau tidak,” ujar Heru kepada Tempo di Jakarta, Kamis pekan lalu. “Yang jelas, Pak SBY punya banyak teman.”

Di Palembang, Sengman dikenal sebagai pengusaha properti. Situs berita www.tempointeraktif.com pada Juni 2005 pernah memberitakan kakek tiga cucu ini. Ketika itu Sengman menjadi Direktur Utama PT Bayu Jaya Lestari Sukses, pengembang kompleks terpadu Mal Palembang Square. Pembangunan properti ini merupakan bagian dari persiapan Sumatera Selatan menyelenggarakan Pekan Olahraga Nasional, September 2004.

Proyek pembangunan Palembang Square ramai dibicarakan karena ada dugaan penyelewengan pemberian izin hak pakai atas tanah milik Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Masalah pokoknya adalah pengalihan fungsi tanah seluas 56.217 meter persegi di kawasan strategis eks Taman Ria Sriwijaya itu ke perusahaan milik Sengman.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Selatan membentuk panitia khusus menyelidiki dugaan ini. Sengman merespons pembentukan panitia khusus itu, dan menyatakan berkomitmen menyelesaikan pembangunan Palembang Square. “Saya yakin masalahnya clear dan bisa diluruskan,” katanya saat itu.

Belakangan Sengman mengalihkan kepemilikan Palembang Square kepada Grup Lippo pada 2008. Pengalihan ini juga menimbulkan masalah karena Sengman dianggap berjalan sendiri tanpa melibatkan pemerintah Sumatera Selatan. Sejak ramai-ramai itu, Sengman “menghilang” dari Palembang.

Sengman muncul lagi di Bumi Wong Kito akhir Januari lalu ketika meresmikan Mal Paragon di kawasan Ilir Barat Permai. Pusat belanja ini menampung pengusaha kecil-menengah. Peresmian Paragon dilakukan oleh Wakil Wali Kota Palembang Romi Herton. Sengman menyatakan siap berbisnis lagi di Palembang meski Paragon tak semegah Palembang Square.

Kini nama Sengman menjadi buah bibir lagi. Bukan di kalangan pengusaha properti, melainkan di kalangan importir daging. Sengman ikut membantu PT Indoguna Utama mendapatkan jatah kuota impor daging 30 ribu ton.

Sidang kasus dugaan suap impor daging sapi dengan terdakwa Ahmad Fathanah terus berlanjut di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta. Persidangan kasus ini, Kamis (29/8/2013), menghadirkan Ridwan Hakim, putra Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera. Rekaman percakapan Fathanah dan Ridwan diputar dan nama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono disebut.

Pemutaran rekaman pembicaraan tersebut dilakukan oleh jaksa penuntut umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi. Menurut jaksa, percakapan itu terjadi setelah pertemuan Ridwan dan Fathanah di Kuala Lumpur, Malaysia, Januari 2013.

Dalam rekaman itu, didengarkan suara Fathanah yang menyampaikan kepada Ridwan bahwa uang Rp 40 miliar sudah beres dikirim melalui Sengman dan Hendra. Mendengar rekaman itu, Ketua Majelis Hakim Nawawi Pomolango kemudian menanyakan nama yang muncul tersebut kepada Ridwan.

“Ada nama Sengman. Itu siapa?” tanya Nawawi. “Itu nama orang, Pak,” jawab Ridwan. “Iya, siapa?” tanya hakim lagi yang tampak kesal dengan jawaban Ridwan. Ridwan kemudian menjelaskan bahwa Sengman adalah utusan Presiden SBY.

“Waktu saya diputarkan (rekaman) ini di penyidikan KPK, saya jelaskan Bapak Sengman ini setahu saya ini utusan Presiden kalau datang ke PKS,” jawab Ridwan. “Presidennya siapa?” tanya Nawawi. “Presiden kita, Pak SBY. (Sengman) di BAP (Berita Acara Pemeriksaan) ditulis dia orang dekatnya Pak SBY,” jawab Ridwan lagi.

Sementara itu, Hendra menurut Ridwan adalah teman dari Sengman. Ketika dicecar oleh hakim, Ridwan mengaku tidak tahu maksud pembicaraan Fathanah. “Saya tidak tahu karena beliau (Fathanah) bilang ini 40 (Rp 40 miliar) dibawa Sengman,” katanya.

Menurut Ridwan, substansi keseluruhan pembicaraan lewat telepon itu adalah mengenai pemberitaan di majalahTempo saja. “Substansinya masalah (yang dimuat majalah) Tempo itu saya jelaskan. Soal kuota daging sapi, Pak. Permasalahannya nama saya waktu itu disangkutpautkan. Yang saya paham, pemberitaan (Tempo) 2011 salah. Saya tidak ada kaitannya dengan daging sapi,” terang Ridwan.

Dalam rekaman itu, juga disebut nama El dan Engkong. Ridwan yang dikonfirmasi menyatakan bahwa El adalah Direktur Utama PT Indoguna, Maria Elizabeth Liman. Sementara Engkong adalah sebutan untuk ayah Ridwan, Hilmi.

Berikut transkrip percakapan antara Fathanah dan Ridwan Hakim melalui telepon.

F (Fathanah): Saya udah kontak Ibu EL udah beres, Wan.
R (Ridwan): Udah beres ke mana?

F: Udah beres 40 lebih dikirim lewat Sengman dan Hendra waktu itu.
R: Belum nyampe, bos.

F: Lah, udah enggak mungkinlah, makanya ibu El itu nggak mungkin. Udah-udah beres bener, Engkong sendiri waktu itu sesudah itu pernah ketemu dan tidak ada komentar gitu, loh.
R: Iya enggak ada komentar. Masa di depan show room ngasih komentar, kan enggak mungkin. Yang jelas komplainnya ke kita.

F: Satu dan engkong.
R: Apa?
F: Ke satu dan engkong enggak mungkinlah ya juga. Tapi, udah nyampe kok 40 (empat puluh). Ditenteng langsung sama Ibu kok untuk disampaikan ke Lembang.
R: Enggak ada, komplainnya ke kita bos.

F: Hah? Ya, udah kalo mau.
R: Komplainnya ke kita, kenapa?
F: Dalam waktu dekat ketemu sama Ibu El dulu deh supaya jelas.
R: Oke boleh, boleh, boleh.
F: Bener, Wan?
R: Iya.

F: Enggak nyampe?
R: Enggak nyampe, baru konfirmasi lagi kan kemarin.
F: Ya Allah ya Robbi, ke mana. Masa Sengman dengan Hendra enggak nyampein?
R: Ya, enggak tahu, pokoknya gitu ceritanya.

F: Hehh
R: Jadi gimana, malam ini jadi ketemu enggak?
F: Ketemu, ketemu, saya ketemu di Citos (Cilandak Town Square). Eh Wan, kesemuanya, kewajibannya Ibu El sendiri berapa ke Engkong?
R: Eee, yang jelas, nanti deh diomonginnya.

Seperti diketahui, nama Ridwan pernah disebut dalam persidangan sebelumnya. Komisaris PT Radina Bioadicipta, Elda Devianne Adiningrat, yang juga mantan Ketua Asosiasi Perbenihan Indonesia, mengungkapkan, Ridwan dan Fathanah pernah melakukan pertemuan di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Januari 2013. Elda juga hadir dalam pertemuan itu.

Menurut Elda, dalam pertemuan itu, Ridwan menanyakan kesanggupan Dirut PT Indoguna Maria Elizabeth Liman yang akan dibantu dalam mengurus penambahan kuota impor daging sapi.

Dalam kasus ini, Ahmad Fathanah bersama mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq didakwa menerima pemberian hadiah atau janji dari Juard dan Arya (Direktur PT Indoguna Utama) terkait kepengurusan kuota impor daging sapi untuk perusahaan tersebut Rp 1,3 miliar. Keduanya juga didakwa tindak pidana pencucian uang.

Mantan Menteri Keuangan Rizal Ramli mengaku mengenal Sengman. Pengusaha tersebut disebut-sebut di pengadilan suap daging Sapi sebagai utusan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Sengman ini bisnisman yang pertama kali menyumbang SBY masuk politik. Jadi deket banget. Masa istana membantah,” kata Rizal usai diskusi di DPD, Jakarta, Jumat (30/8/2013).

Rizal mengatakan Sengman merupakan pengusaha di Sumatera Selatan dan merupakan orang yang berada dibelakang SBY secara finansial.

“Jadi memang ini semua akhirnya akan mengarah ke istana hitam. Kalau istana putih itu istana merdeka dimana yang baik-baik yang normatif dibahas. Yang aneh-aneh itu istana hitam. Di mana lokasinya siapa penghuni, saya enggak tahu,” katanya.

Untuk itu, Rizal merasa aneh bila SBY tidak mengenal Sengman. “Tidak masuk akal. Kenalannya sejak di Palembang,” imbuh Mantan Menko Perekonomian itu.

Sebelumnya, nama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga disebut-sebut dalam sidang perkara dugaan suap impor daging sapi dengan terdakwa Ahmad Fathanah, Kamis (29/8/2013).

Dalam persidangan disebutkan, orang dekat Ketua Umum Partai Demokrat itu diduga membawa uang Rp 40 miliar milik PT Indoguna Utama.

Hal tersebut diungkapkan Ridwan Hakim, Anak Bos PKS Hilmi Aminudin, saat bersaksi untuk Fathanah di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis petang.

Dalam persidangan, Ridwan Hakim mengaku pernah ditanya oleh penyidik KPK mengenai uang Rp 40 miliar dari PT Indoguna Utama.

Misteri soal nama Sengman yang mencuat dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kamis (29/8/2013) sebagai utusan Presiden SBY sebagaimana yang disampaikan Ridwan Hakim mulai terkuak.

Hubungan Sengman Tjahja dan Presiden SBY dan keluarga bukanlah hubungan yang biasa. Buktinya, Presiden SBY dan Ibu Ani Yudhoyono menghadiri acara pernikahan putri Sengman Tjahja pada 30 Oktober 2008 lalu.

Hal tersebut terungkap di laman resmi Polda Metro Jaya ihwal acara pernikahan anak Sengman Tjahja. Dalam laman tersebut ditulis, “Resepsi Pernikahan Karen Tjahja & Slandy Karlam diselenggarakan oleh Keluarga Sengman Tjahja & Keluarga Hendry Karlam di Grand Ballroom Hotel Mulia, Jl. Asia Afrika Jakarta Pusat.Penanggung jawab acara Panitia Pernikahan dan akan dihadiri sekitar 2.500 orang. Kegiatan akan dihadiri Presiden RI beserta Ibu Ani Bambang Yudhoyono”.

Sebelumnya, Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha maupun staf khsusu SBY heru Lelono  menegaskan Sengman bukanlah utusan Presiden SBY. “Kalau ditanyakan apakah (Sengman) itu utusan presiden, saya katakan bukan. Tidak ada nama tersebut dalam utusan Presiden SBY. Kecuali kalau presiden yang lain. Kan presiden banyak sekarang,” kata Julian di Istana Negara, Jumat (30/8/2013)

Lingkaran Istana mulai terendus masuk dalam pusaran kasus dugaan korupsi impor daging sapi yang melibatkan Ahmad Fathanah dan mantan presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq.

Dalam transkrip pembicaraan saksi Ridwan Hakim dengan terdakwa Ahmad Fathanah yang diperdengarkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada persidangan di Pengadilan Tipikor DKI Jakarta, terungkap peran utusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang disebut dengan Sengman.

Siapakah sebenarnya Sengman? Kedekatannya dengan Presiden SBY dan Ibu Ani Yudhoyono terungkap di lamanreskrimum.metro.polri.go.id. Di laman tersebut, tertulis acara pernikahan yang diadakan oleh Sengman akan dihadiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beserta Ani Yudhoyono pada tahun 2008.

Laman itu  tertera resepsi pernikahan Karen Tjahja yang diduga merupakan putri dari Sengman dan Slandy Karlam. Resepsi tersebut diselenggarakan oleh Keluarga Sengman Tjahja dan keluarga Hendry Karlam di Grand Ballroom Hotel Mulia, Jl.Asia Afrika Jakarta Pusat pada 30 Oktober 2008 dengan undangan 2.500 orang.

Sebelumnya, Jaksa penuntut umum memutarkan rekaman pembicaraan antara Ahmad Fathanah dan Ridwan Hakim, dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (29/8).

Perbincangan itu membahas mengenai adanya tunggakan senilai Rp 40 miliar dari Direktur Utama PT Indoguna Utama Maria Elizabeth Liman terkait kuota impor daging sapi.

Dalam pembicaraan itu, Fathanah menjelaskan baru saja menghubungi Maria. Ia kemudian menekankan Maria sudah mengirimkan sejumlah uang.

Namun Ridwan mengaku belum mendapat informasi mengenai kiriman dana itu. Fathanah masih bersikukuh. “Udahberes. 40 kok lebih dikirim lewat Sengman dan Hendra,” kata dia.

DEMOKRAT BELA SBY

Nama Sengman langsung melejit setelah disebut sebagai utusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono oleh Ridwan Hakim – putra ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera, Hilmi Aminuddin – di pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (29/8). Ridwan mengatakan Sengman adalah orang yang membawa duit Rp 40 juta dan terkait dengan kasus daging sapi impor yang sedang ramai jadi sorotan publik.

Nama SBY, yang juga Ketua Umum Partai Demokrat, di sebut di pengadilan kontan membuat para politikus partai berlambang bintang biru itu ramai-ramai membela sang bos. Serempak mereka menuding Sengman pembohong dan tukang catut nama presiden. Meski Marzuki Alie, Ketua DPR dan salah satu elit Demokrat mengaku kenal dengan orang bernama Sengman.

http://www.rimanews.com/

(nahimunkar.com)

(Dibaca 3.980 kali, 1 untuk hari ini)