Selasa, 11 Muharram 1436 H / 4 November 2014 07:28 wib

BANDUNG (voa-islam.com) Pentolan syiah Jalaluddin Rakhmat kembali melontarkan pernyataan kontroversi. Beberapa pekan yang lalu dalam sebuah diskusi bertajuk “Revolusi Mental dari Ali Hingga Jokowi”, Jalal mengaku bahwa saat ini dirinya sedang menulis disertasi tentang “Kegagalan Nabi Muhammad Tunjuk Pemimpin Sesudahnya”.

“Ajaib, Muhammad adalah seorang yang cerdas dan seorang manajer yang brilian (sebelumnya ditulis penyihir, red). Ternyata dia tidak berhasil mengorganisasikan masyarakat sesudahnya, karena dia tidak meninggalkan siapa pemimpin masyarakat sesudahnya. Dia pergi begitu saja, tanpa meninggalkan siapa yang dia amanati untuk meneruskan memimpin masyarakat,” ujar Jalal, mengutip pernyataan Arnold Toynbee dalam disertasinya seperti yang ditulis diberbagai media.

Tentu saja pernyataan Jalal tersebut mendapat tantangan dan kecaman. Salah satunya dari Ketua Pengurus Wilayah Pemuda Persis Jabar, Ustadz Syarif Hidayat, M.Pd.

Menurutnya, sebetulnya tidak terlalu heran jika Jalal selalu mencari-cari cara mendiskreditkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan generasi pertama beliau – para shahabat – radhiyallahu ‘anhum ajma’in.

“Kalau tidak begitu, ya belum syi’ah. Bukankah dalam ajaran mereka (syiah –red) menghina shahabat, khususnya al-Khulafah al-Rasyidin selain Ali, adalah bagian ritual dan aqidah mereka, sebagaimana dalam salah satu bait dalam maqtal Husein yang menjadi bagian ritual Asyura setiap tahun, mereka menghina dan melaknat para shahabat,” katanya dalam rilis yang diterima voa-islam.com, Kamis (23/10/2014) yang lalu.

“Dan inilah, titik permusuhan umat Islam dengan umat Syi’ah. Jadi, lebih kasar daripada itupun wajar bila Jalal yang mengungkapkannya. Mau kegagalan Nabi, mau kesalahan Nabi, itu hal lumrah keluar dari mulut-mulut Syi’i. Sebab, jangankan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, malah Allah pun kata golongan ghulat diantara mereka, salah alamat memberikan wahyu. Disangkanya Allah itu seperti Ayu Ting Ting yang bingung mencari-cari alamat. Inilah tuduhan keji musuh-musuh Islam,” tambahnya.

Namun yang lebih parah dari Jalal, menurut Ustadz Syarif adalah metodelogi penelitian disertasinya. Entah karena ingin disebut ilmiah atau lebih keren, ia mengambil sandaran tesis dan teorinya dari seorang orientalis.

“Padahal, pernyataan buruk citra Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari referensi ulama- syi’ah sendiri kan banyak. Atau muncul supaya terlihat lebih doktoral jadi ngutip-ngutip pendapat orientalis tanpa sikap kritis sedikit pun. Aduhai Jalal, betapa ruginya dirimu, hari gini masih ngekor orientalis! Kemana akalmu, kemana nuranimu,” tegasnya.

“Ana berdoa, semoga disertasi tersebu gagal dan ditolak oleh dosen pengujinya kelak,” pungkasnya. [syahid/voa-islam.com]


Allah ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِنْ دُونِكُمْ لا يَأْلُونَكُمْ خَبَالا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الآيَاتِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.” (QS. Ali Imran[3]: 118)

 

(nahimunkar.com)

(Dibaca 706 kali, 1 untuk hari ini)