Hasan Al-Jaizy Al-Jaizy

Tersandera sebab hujan sebagai rahmat Allah di Pom Bensin Jl. Raya Bogor, sekalian saya buat tulisan berikut: sampai kini masih saja banyak yang mendaftar pemesanan DVD gratis. Perlu direspon satu persatu. Padahal sejak 07:30 WIB sudah saya umumkan dan bahkan saya edit status asal, bahwa pemesanan ditutup. Kuota 50 paket sudah habis.

Tapi sejujurnya, berat menolak pemesanan teman-teman sekalian. Saya memohon kepada Allah agar kembali diberikan kekuatan dan kesempatan di hadapan untuk mengadakan proyek ini lagi. Insya Allah setelah lebaran. Yang sudah dapat bagian di kloter hari ini, kelak tidak boleh pesan lagi.

Saya kemudian hendak ceritakan suatu kenyataan:

Akhir 2014 sekian belas hari sebelum menikah, saya bagi-bagi DVD berisikan video-video kajian asatidzah. Mungkin beberapa ikhwah masih ingat. Gratis. Setelah menikah, masih ada beberapa pasang DVD kajian yang tersisa. Setelah pindah kediaman, kajian kami di suatu masjid ‘terusir’. Kemudian pindah ke rumah.

Di rumah, saya bagikan untuk beberapa bapak-bapak hadirin majelis DVD video asatidzah. Harapannya, mereka akhirnya kenal asatidzah dari kalangan Ahlus Sunnah dan kemudian mengenal dakwah Salafiyyah juga ajarannya.

Pas setahun kemudian, suatu Sabtu siang, rumah terkunci. Saya baru pulang setelah ngaji di Rawabambu. Maka pergilah ke masjid tersebut mengisi siang sambil edit video dan rekaman kajian sendiri sendirian.

Sedang sibuk editing, datanglah pengurus masjid. Beliau kemudian memberitakan sesuatu.

“Ingat ga antum dulu kasih ane DVD kajian?”

“Wah, antum waktu itu ana kasih toh?”

“Iya. Makasih banyak. Dulu waktu antum kasih, ana ga punya laptop. Disimpen aja itu DVD. Pas punya laptop, ana tonton. Alhamdulillah ana jadi tahu banyak. Sekarang ada internet di laptop. Dari DVD itu ana kenal Yufid. Sekarang apa-apa kalau ana mau tahu hukum, carinya di Yufid.”

Terharu sendiri jadinya. Padahal dulu, pas saya kasih, beliau ini terkesan tidak ada harapan buat nonton kajian. Tidak punya fasilitas. Ternyata bermanfaat juga.

Di situlah mengapa kita berpikir jangan berhenti sebar yang namanya kebaikan, meskipun kita ini belumlah seberapa. Siapa tahu di menit kesekian, atau hari kesekian ada orang dapat hidayah melalui kita. Siapa tahu kita ini ada di kota mengajar sambil bertahan hidup, dan nun jauh di sana ribuan kilometer jauhnya di suatu desa kecil, ada orang mendapat hidayah melalui kita. Bisa jadi. Bisa jadi. Maka teruslah menyebar manfaat dan ketahuilah kita belum memberi apa-apa. Semua dari Allah dan untuk Allah.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 219 kali, 1 untuk hari ini)