Bismillah

Tiba-tiba saja, saya merindukan kembali sosok guru kami, Muhammad Shalih bin Utsaimin rahimahullah.

Senyum ramahnya.
Kerendahan hatinya.
Canda renyahnya.

Selalu terbayang bagaimana warga Unaizah begitu memuliakannya, tapi ia berjalan setiap hari menuju masjid, melintasi jalan kecil dan perempatan JAM BESAR, tanpa seorangpun mengenalinya.

Senantiasa terbayang, beliau dengan rumah tanah liatnya, para santri dengan gedung megahnya.

Selalu saja melintas bayangan, saat di awal-awal bulan beliau membagi-bagikan uang gaji beliau sebagai anggota dewan fatwa 70.000 Riyal (250 -an juta rupiah) kepada banyak warga miskin untuk beragam keperluan, setiap hari, hingga ludes tanpa sisa……

Berdakwah, berbagi dan bercengkrama dalam satu paket yang indah MEMESONA.

Maka hal apalagi yang dapat mengusiknya?

Kecaman, cercaan bahkan TUDUHAN, tak akan mengubah keteduhannya.

Saya tak memandang suci siapapun di hadapan-Nya.

Tapi saya hanya ingin belajar lagi, bagaimana menggenggam DUNIA di tangan kita, tapi tak membiarkan pesonanya membutakan mata hati kita.

(Abu Umar Basyir Healthy Diet Consultant)

Via FB Abu Umar Basyir – 28 September pukul 5:55

(nahimunkar.org)

(Dibaca 961 kali, 1 untuk hari ini)