• Syiah IJABI (Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia) yang hendak menggelar acara ternyata belum mengantongi izin dari kepolisian Republik Indonesia.
  • Sampai Jum’at pagi, “… izin kegiatan belum diberikan karena Kementerian Agama belum keluarkan rekomendasi.”
  • Bila Syiah tetap melaksanakannya, sudah ada Laskar dari Ormas yang berjanji mengadakan aksi pembubaran acara tersebut.

Kelompok sesat dan menyesatkan Syiah akan mengadakan acara sesat Idul Ghadir di Jakarta Sabu 26/ 10 2013. Majelis Mujahidin telah meminta pemerintah untuk tidak memberi izin acara tersebut dilaksanakan. Laskar Mujahidin juga akan memimpin langsung aksi pembubaran acara tersebut jika tetap terlaksana.

Dalam konfirmasi pertelepon dengan arrahmah.com, jelang sholat Jumat ini, Kordinator lapangan aksi besok Ustadz Abu Robbani Abdullah mengatakan bahwa laskar Mujahidin dari beberapa daerah akan datang ke Jakarta dengan kekuatan penuh demi menjaga aqidah umat Islam dari acara Syiah yang sesat menyesatkan tersebut.

 Situs arrahmah.com memberitakan sebagai berikut.

Polisi belum beri izin acara Syiah Idul Ghadir

A. Z. MuttaqinJum’at, 20 Zulhijjah 1434 H / 25 Oktober 2013 11:26

JAKARTA (Arrahmah.com) – Ormas Syiah IJABI (Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia) yang hendak menggelar acara ternyata belum mengantongi izin dari kepolisian Republik Indonesia.

Hal ini ditegaskan oleh AKBP Rakhmat Syafir dari bagian Sosial budaya Mabes Polri dalam pesan pendeknya kepada Majelis Mujahidin. “Yang jelas izin kegiatan belum diberikan karena Kementerian Agama belum keluarkan rekomendasi,” tulisnya pagi tadi Jumat.

“Pada prinsipnya Polri dalam berikan izin setiap kegiatan masyarakat berdasarkan masukan dari instansi terkait,” tambah Rakhmat.

Pesan pendek tersebut adalah jawaban atas pertanyaan Sekretaris Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin Ustadz Shobbarin Syakur

“Assalamua’alaikum, mohon info bagaimana acara Idul Ghadir Syiah 26 Oktober jadi diadakan. Ini upacara org Syiah Iran. Waspadai Gerakan Transnasional Ideologi Syiah Iran. Pembiaran kegiatan-kegiatan khas syiah akan berakibat fatal bagi NKRI. Ini adalah jalan bagi ekspor revolusi Syiah,” tulis Ustadz Shobbarin.

Sebagaimana diberitakan kelompok sesat dan menyesatkan Syiah akan mengadakan acara sesat Idul Ghadir di Jakarta esok. Majelis Mujahidin telah meminta pemerintah untuk tidak memberi izin acara tersebut dilaksanakan. Laskar Mujahidin juga akan memimpin langsung aksi pembubaran acara tersebut jika tetap terlaksana.

Dalam konfirmasi pertelepon dengan arrahmah.com, jelang sholat Jumat ini, Kordinator lapangan aksi besok Ustadz Abu Robbani Abdullah mengatakan bahwa laskar Mujahidin dari beberapa daerah akan datang ke Jakarta dengan kekuatan penuh demi menjaga aqidah umat Islam dari acara Syiah yang sesat menyesatkan tersebut.

(azmuttaqin/arrahmah.com)

***

Sementara itu Radio Dakta dalam situsnya memberitakan:

MIUMI Desak SBY Tolak Perayaan Idul Ghadir

JAKARTA_DAKTACOM: Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) mengecam keras perayaan Hari Raya Besar Syiah yang akan diselenggarakan pada sabtu (26/10) di Gedung Smesco, Jakarta. Dalam pandangan mayoritas umat Islam Indonesia yang menganut Ahlu Sunnah wal Jamaah, hanya ada dua hari raya besar, yakni Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Idul Adha.

Sekjen MIUMI Ustadz Bachtiar Nasir menilai perayaan Idul Ghadir sebagai aktivitas kelompok Syiah Indonesia yang berupaya memecah belah umat Islam. Hal itu disebabkan perayaan Idul Ghadir merupakan pelestarian dan perayaan kebencian dan dendam Syiah kepada para sahabat Nabi Muhammad SAW yang terkemuka, yakni Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab dan Utsman bin Affan.

Perayaan Hari Raya Idul Ghadir ini semakin membuktikan bahwa Syiah memang satu aliran yang secara mendasar berbeda dengan kaum Muslim lainnya.

Penolakan dan penistaan kepada para sahabat Nabi yang utama justru dirayakan sebagai ibadah yang agung menjadi Hari Raya tersendiri. Mereka menganggap Idul Ghadir adalah hari raya terbesar yang melebihi keagungan‘Idul Fithri dan ‘Idul Adha.‘Idul Ghadir adalah sebuah perayaan atas anggapan mereka mengenai pengangkatan Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘Anhu sebagai khalifah di kebun Ghadir Khum.

“Perayaan Hari Raya Idul Ghadir itu memang tidak ada dalilnya dalam Islam,” tegas Prof. Dr. Mohammad Baharum, pakar tentang Syiah dari MUI Pusat.

Itu bisa dipahami bahwa perayaan Idul Ghadir ini adalah suatu rekayasa kelompok Syi’ah. Nabi saw bersabda:“Siapa yang mengada-ada dalam urusan agama kami ini sesuatu yang bukan bagian darinya, maka hal itu tertolak” (HR. Muslim)

Karena sifat ajarannya yang sangat destruktif dan dilandasi dengan semangat kebencian terhadap tokoh-tokoh panutan umat Islam, seperti Abu Bakar ash-Shiddiq r.a. dan para sahabat Nabi lainnya – sangat aneh jika pemerintah SBY mendukung acara tersebut.  Acara seperti ini jelas memecah belah umat Islam dan menistakan agama Islam.

Sudah sangat gamblang, hari raya umat Islam di Indonesia dan seluruh dunia hanya 2 yaitu Idul Fitri dan Idul Adha. Diluar kedua hari raya itu jelas suatu bid’ah agama yang sesat. Ia bukan hanya merusak akidah umat Islam Indonesia, tetapi juga mengancam keutuhan dan persatuan umat Islam di Indonesia ini yang meyakini dan mengamalkan akidah ahlusunnah wal jama’ah. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat sejak lama telah mengukuhkan hal tersebut dengan menegaskan bahwa mayoritas umat Islam Indonesia adalah penganut paham Sunni (Ahlu Sunnah wal Jama’ah) yang tidak mengakui dan menolak paham Syi’ah secara umum dan ajarannya tentang nikah mut’ah secara khusus (Fatwa Nikah Mut’ah 25 Oktober 1997, lihat Himpunan Fatwa MUI: 376).

 Redaksi: Yola Damayanti

***

Di samping itu beredar ajakan sebagai berikut.

Himbauan Bagi Umat Islam Nusantara Ahlus Sunnah wal Jama’ah/Sunni

THIS IS A CALL.

SEBUAH SERUAN!!!

BISMILLAH.

Bahwa dengan diadakannya seminar syiah tentang hari raya idul ghadir khum pada hari sabtu tanggal 26 Oktober 2013 di SMESCO Jl. Gatot subroto kav. 9 maka Majlis Mujahidin berusaha untuk membubarkannya.

Maka dari itu, bersama-sama dengan laskar Majlis Mujahidin, kami dari Sunnah Defence League mengajak ikhwah semua untuk bersama-sama turut serta datang kelokasi untuk membubarkan acara tersebut.

Bagi ikhwan Majlis Mujahidin silahkan kumpul di markaz pukul 7.00. (Korlap: Abu Robbani 085716825116)

Bagi ikhwan yang ingin bergabung dengan Sunnah Defence League silahkan merapat di Gedung Trans Tv pada jam yang sama (Korlap: Ahmad Sahal Roja’i 089630414084)

Aksi kita kali ini adalah aksi tunggal diharapkan kekuatan penuh, ajak ormas islam lain, laskar-laskar mujahidin, jamaah-jamaah pengajian, kaum muslimin seluruhnya. Karena jika perayaan ini dibiarkan maka itu sama saja artinya dengan membiarkan mereka berbuat sesuka hati dinegeri ini.

Sambut seruan ini ya ikhwah fillah, tunjukan pada mereka bahwa kita ada. Tunjukan pada mereka kafir-kafir syiah, bahwa mereka tidak diterima dinegeri ini.

Bubarkan.

Allohuakbar!!!
Allohuakbar!!!
Allohuakbar!!!

Wal iazzatulillah…

Demikian kondisi yang tampaknya menghangat, karena menyangkut adanya upaya-upaya pihak sesat yang dipandang membahayakan bagi aqidah Umat Islam.

(Muhammad Faisal/ nahimunkar.com)

(Dibaca 949 kali, 1 untuk hari ini)