Ketua Parlemen Agama se-dunia Imam Abdul Malik mengaku heran dengan sikap Indonesia yang menolak resolusi untuk mengecam tindakan genosida di Myanmar. Apalagi Indonesia merupakan negara berpenduduk muslim terbesar di dunia dan anggota ASEAN.
Inilah beritanya.
***

DPR Segera Bahas Sikap Indonesia atas Pembersihan Etnis Muslim Rohingya

JAKARTA– Sungguh ironi, saat Eropa dan Amerika telah mendorong Perserikatan Bangsa Bangsa untuk mengeluarkan resolusi yang berisi kecaman terhadap tindakan pembersihan etnis atau genosida kepada muslim Rohingya di Myanmar, justru pemerintah Indonesia malah menolak resolusi itu. Padahal, Indonesia dan Myanmar merupakan negara tetangga di AsiaTenggara.
Hal ini menjadi pembahasan utama dalam diskusi antara Wakil Ketua DPR Bidang Korpolkam Fadli Zon saat menerima Ketua Parlemen Agama se-dunia Imam Abdul Malik Mujahid di ruang kerjanya, Gedung Nusantara III, Rabu (29/10/14). Abdul Malik didampingi sejumlah intelektual muda Islam, diantaranya Prof. Wan Mohd Nor Wan Daud.

“Kongres Amerika adalah yang pertama akan membuat resolusi tentang Rohingya, dan meminta dukungan dari Indonesia. Namun kabarnya,Indonesia malah termasuk negarayang tidak mensupport pencegahan genosida di Rohingya. Kami akan membahas ini di Komisi I DPR dan Badan Musyawarah,” jelas Fadli usai pertemuan, seperti diwartakan laman rersmi DPR-RI.

Politisi Gerindra ini memastikan, jika masukan ini sudah dibahas di DPR, bahkan akan dibahas di Rapat Paripurna, maka akan menjadi sikap resmi dari Parlemen Indonesia. Sehingga, sikap Indonesia di dunia internasional sejalan dengan konstitusi, dan merupakan murni sikap dari masyarakat Indonesia.
“Kita akan meminta Komisi I DPR untuk memanggil Menteri Luar Negeri, agar sikap kita sejalan dengan konstitusi kita. Kan konstitusi kita banyak membicarakan hal tentang Hak Asasi Manusia. Saya rasa masyarakat kita juga concern terhadap kasus Rohingya, supaya terlibat aktif untuk mencegah genosida di Rohingya. Apalagi ini terjadi di negara kawasan Southeast Asia,” imbuh Fadli.
Fadli menambahkan, soal keselamatan pengungsi itu harus dijamin, sesuai dengan prosedur UNHCR atau lainnya. “Untuk alasan kemanusiaan, pengungsi harus diberikan transit area yang baik, diperlakukan secara manusiawi, karena mereka ini adalah korban hak asasi manusia,” tutup Fadli.
Abdul Malik mengaku heran dengan sikap Indonesia yang menolak resolusi untuk mengecam tindakan genosida di Myanmar. Apalagi Indonesia merupakan negara berpenduduk muslim terbesar di dunia dan anggota ASEAN.
Rencananya, Abdul Malik dan tim intelektual muda Islam akan menemui sejumlah tokoh nasional, seperti Amin Rais, Hasyim Muzadi, dan Ketua MUI, Ketua Dewan Da’wah Islam Indonesia, dan sejumlah tokoh pimpinan Ormas Islam di Indonesia untuk membicarakan tentang sikap Indonesia terhadap resolusi PBB. (azm/arrahmah.com) A. Z. Muttaqin Sabtu, 10 Muharram 1436 H / 1 November 2014 21:40
***
Apakah Hasyim Muzadi yang oleh Kyai NU sendiri telah dikecam karena berdusta dan membela syiah itu tetap akan dihubungi sebagai tokoh dalam urusan dunia Islam, perlu dipertimbangkan juga. Yang lebih tahu tentang bagaimana sepak terjang tokoh NU adalah orang-orang terkemuka di NU pula. Sedangkan dalam kasus ini sudah ada sorotan tajam, dapat disimak,

Kyai Hasyim Muzadi Telah Melakukan Kebohongan Besar

By nahimunkar.com on 29 October 2014

Kyai Hasyim Muzadi telah melakukan kebohongan besar, justru kelompok Sunni di Irak-lah yang dijajah dan dihabisi oleh kelompok Syi’ah dengan kejam dan sadis, begitu juga kelompok Sunni di Iran
https://www.nahimunkar.org/kyai-hasyim-muzadi-telah-melakukan-kebohongan-besar/

Membunuh Satu Orang Muslim Seakan Membunuh Semuanya

Membunuh satu orang Muslim (yang tidak halal dibunuh) sama dengan membunuh seluruhnya, dan lebih dahsyat dibanding lenyapnya dunia. Karena telah ditegaskan oleh Allah Ta’ala dalam Al-Qur’an dan ditegaskan pula oleh Nabi Muhammad shallalahu ‘alaihi wa sallam dalam haditsnya.
Firman Allah Ta’ala,

مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا

Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. dan Barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, Maka seolah-olah Dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. (QS Al-Maaidah: 32).
Nabi Muhammad shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَزَوَالُ الدُّنْيَا أَهْوَنُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ قَتْلِ رَجُلٍ مُسْلِمٍ

Sungguh lenyapnya dunia lebih ringan di sisi Allah dibandingkan terbunuhnya seorang Muslim. ( HR. AN-NASA-I (VII/82), dari ‘Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu anhu. Diriwayatkan juga oleh at-Tirmidzi (no. 1395). Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahiih Sunan an-Nasa-i dan lihat Ghaayatul Maraam fii Takhriij Ahaadiitsil Halaal wal Haraam (no. 439).
(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.228 kali, 1 untuk hari ini)