(Ustadz Muhammad Wasitho, MA)

Di bulan ramadhan terkadang kita menemui SMS/BBM/WA berisi lelucon yang isinya semacam parodi hadist dengan idiom-idiom yang biasa digunakan dalam ayat-ayat اللّه Ta’ala & hadits-hadits Rasul-Nya.

Tujuannya hanya ingin membuat orang lain tertawa … contohnya: “sesungguhnya.. ” atau “barang siapa..” lalu ditambahkan (HR Rasuna Said), (HR Irama), (Riwayat Abu Tajir), (Al Famart), (An Nokia ayat sekian), dll, adalah sangat berbahaya senda gurau menyangkut Agama اللّه!

Sahabat yang dirahmati اللّه, berhati-hatilah dengan lisan & senda gurau … terutama yang menyangkut dengan senda-gurau al-Quran & al-Hadist …

Sungguh keras teguran & peringatan dalam al-Quran atas akibat senda gurau tersebut :

{ وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ (65) لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ إِنْ نَعْفُ عَنْ طَائِفَةٍ مِنْكُمْ نُعَذِّبْ طَائِفَةً بِأَنَّهُمْ كَانُوا مُجْرِمِينَ} [التوبة: 65، 66]

Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab: ‘Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau & bermain-main saja’. Katakanlah: ‘Apakah dengan اللّه, ayat²-Nya & Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?’ Tak usah kamu minta ma’af, karena kamu telah kafir sesudah beriman!” [QS. at-Taubah: 65-66]

Ayat di atas menunjukkan bahwa mengolok-olok اللّه Ta’ala, Rasulullaah صلى الله عليه وسلم & ayat-ayat اللّه Ta’ala adalah suatu bentuk kekufuran.

Dan barangsiapa mengolok-olok salah satu dari ketiga hal ini, maka dia juga telah mengolok-olok yang lainnya

[Kitab at-Tauhid, Dr Shalih ibn Fauzan ibn ‘Abdillaah al-Fauzan, hal 59]

Perbuatan semacam itu (plesetan-plesetan) termasuk melecehkan nama-nama surat Al-Quran, dan para Ulama sunnah perawi hadits yg berjuang dengan ikhlas menjaga kemurnian agama Islam dari penyimpangan dan perubahan yg dilakukan oleh orang2 jahil lagi batil.

Perbuatan itu bisa menjerumuskan pelakunya kepada kekufuran. Dan setidak2nya ia telah berbuat dosa besar.

Oleh karenanya, Tidak sepantasnya seorang muslim melakukan hal tsb.

(Na’udzu billaahi minal kufri wal fusuuqi wal ‘ishyaan)

Smg kita termasuk bagian dari muslim/muslimat yg menjaga kehormatan & wibawa Islam, karena rasa cinta kita kepada Allah & Rasul-Nya

Via Jarot Prasetyo

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.661 kali, 1 untuk hari ini)