Ilustasi

.

Apa hukum orang yang menghina orang yang teguh dengan perintah-perintah Allah dan Rasul-Nya?

Jawab Syaikh Shalih Al-‘Utsaimin:

Mengolok-olok/ menghina orang yang teguh pada perintah-perintah Allah Ta’ala dan Rasul-Nya karena keadaan mereka mentaati perintah-perintah itu, maka (penghinaan itu) diharamkan, dan sangat berbahaya bagi seseorang. Karena dikhawatirkan kebenciannya kepada mereka itu lantaran kebencian terhadap apa-apa yang ada pada diri mereka yaitu istiqomah/ konsisten di atas agama Allah. Ketika itu maka penghinaanya kepada mereka adalah penghinaan pada jalan mereka yang mereka jalani, maka menyerupai orang yang Allah firmankan atas mereka:

 وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللَّهِ وَءَايَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ (65) لَا تَعْتَذِرُوا قَدْكَفَرْتُمْ بَعْدَإِيمَانِكُمْ إِنْ نَعْفُ عَنْ طَائِفَةٍ مِنْكُمْ نُعَذِّبْ طَائِفَةً بِأَنَّهُمْ كَانُوا مُجْرِمِينَ (66)

Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab: “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja”. Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?”

Tidak usah kamu minta ma`af, karena kamu kafir sesudah beriman..” (QS At-taubah/ 9: 65, 66).

Ayat itu hanya turun mengenai kaum dari orang-orang munafiq yang berkata: “Belum pernah kami melihat orang seperti para ahli baca Al-Qur’an ini –maksud mereka adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallamdan para sahabatnya–, orang yang lebih buncit perutnya, lebih dusta lisannya dan lebih pengecut dalam perang”, maka Allah turunkan ayat ini mengenai mereka. Maka hendaknya berhat-hatilah orang-orang yang menghina ahli kebenaran karena keadaan mereka dari ahli agama. Allah berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ أَجْرَمُوا كَانُوا مِنَ الَّذِينَ ءَامَنُوا يَضْحَكُونَ(29)وَإِذَا مَرُّوا بِهِمْ يَتَغَامَزُونَ (30)وَإِذَا انْقَلَبُوا إِلَى أَهْلِهِمُ انْقَلَبُوا فَكِهِينَ(31)وَإِذَا رَأَوْهُمْ قَالُوا إِنَّ هَؤُلَاءِ لَضَالُّونَ (32) وَمَا أُرْسِلُوا عَلَيْهِمْ حَافِظِينَ (33) فَالْيَوْمَ الَّذِينَءَامَنُوا مِنَ الْكُفَّارِيَضْحَكُونَ (34) عَلَى الْأَرَائِكِ يَنْظُرُونَ (35) هَلْ ثُوِّبَ الْكُفَّارُ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ(36)

Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang dahulunya (di dunia) menertawakan orang-orang yang beriman.

Dan apabila orang-orang yang beriman lalu di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya.

Dan apabila orang-orang berdosa itu kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira.

Dan apabila mereka melihat orang-orang mu’min, mereka mengatakan: “Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat”,

padahal orang-orang yang berdosa itu tidak dikirim untuk penjaga bagi orang-orang mu’min.

Maka pada hari ini, orang-orang yang beriman menertawakan orang-orang kafir,

mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang.

Sesungguhnya orang-orang kafir telah diberi ganjaran terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan. (QS Al-Muthoffifien/ 83: 29, 30, 31, 32, 33, 34, 35, 36).

(Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin, Mausu’ah al-Fatawa al-Islamiyyah, Az-Zuhri lilbaromajiyyat, Kairo, tt):.

الاستهزاء بالملتزمين و بأوامر الله تعالى ورسوله لكونهم التزموا بذلك محرم وخطير جداً على المرء لأنه يخشى أن تكون كراهته لهم لكراهة ما هم عليه من الاستقامة على دين الله وحينئذ يكون استهزاؤه بهم استهزاء بطريقهم الذي هم عليه فيشبهون من قال الله عنهم ( ولئن سألتهم ليقولن إنما كنا نخوض ونلعب قل أبالله وآياته ورسوله كنتم تستهزءون . لا تعتذروا قد كفرتم بعد إيمانكم ) فإنما نزلت في قوم من المنافقين قالوا ما رأينا مثل قرائنا هؤلاء – يعنون رسول الله وأصحابه أرغب بطوناً و لا أكذب لساناً و لا أجبن عند اللقاء فأنزل الله فيهم هذه الآية . فليحذر الذين يسخرون من أهل الحق لكونهم من أهل الدين فإن الله يقول ( إن الذين أجرموا كانوا من الذين آمنوا يضحكون . وإذا مروا بهم يتغامزون وإذا انقلبوا إلى أهلهم انقلبوا فكهين وإذا رأوهم قالوا إن هؤلاء لضالون وما أرسلوا عليهم حافظين. فاليوم الذين آمنوا من الكفار يضحكون على الأرائك ينظرون . هل ثوب الكفار ما كانوا يفعلون ) .

(nahimunkar.com)

(Dibaca 774 kali, 1 untuk hari ini)