Mahluk inilah Bapak Moyangnya Maling Maling tingkat Tinggi para China.!
Semoga bisa menambah pengetahuan kita.
Siapa Tokoh Etnis China Yang Merusak Negara Ini?
Pertama tentu saja Liem Sioe Liong alias Sudono Salim. Sudah almarhum, sekarang digantikan anaknya Antony Salim. Keluarga mereka berencana kuasai RI lagi.
Tahun 1998 rumah keluarga Salim, orang terkaya di Indonesia, pemilik Bank BCA yang merampok BLBI /APBN Rp. 55.76 triliun dibakar massa rakyat.
Rumah Sudono Salim/Liem Sioe Liong di Jalan G Sahari dibakar massa yang marah dengan dominasi ekonomi dan perampokannya atas kekayaan RI.
Sampai saat ini, Rumah keluarga Salim, tidak pernah diperbaiki. Dibiarkan saja menghitam akibat sisa kebakaran. Untuk apa? Sebagai MONUMEN.
Sebagai MONUMEN untuk dijadikan pengingat, memori, motivasi keluarga mereka memendam Dendam untuk kembali menguasai Indonesia. Dan saatnya sudah tiba!
Liem Sioe Liong, sahabat dekat Suharto ini, sejak awal revolusi kemerdekaan di Jogyakarta, menjelma menjadi konglomerat terkaya di Indonesia.
Atas rekomendasi pemerintah China, Liem Sioe Liong merekrut Muchtar Riady alias Li Mok Tie menjadi Direktur Utama Bank BCA miliknya.
Muchtar Riady alias Li Mok Tie menurut dokumen2 FBI, CIA, Kongres AS dan Dept Hukum AS adalah anggota intelijen China.
30 tahun bergabung dengan Sudono Salim, Muchtar Riady, ayah James riady mendirikan Lippo Grup, modalnya berasal dari Global China Resources.
Menurut dokumen2 resmi AS, Global China resources adalah perusahaan kedok dari China Military Intellegence/badan intelijen militer China.
Salim Grup merampok kekayaan SDA RI, menciptakan komunitas konglomerat China di RI, merampok BLBI Rp. 55 triliun, kini mau berdaulat di RI.
Hampir semua konglomerat China di Indonesia adalah musuh negara, pengemplang pajak, penyelundup, penimbun kebutuhan pokok, kartel, dst.
Hampir semua konglomerat China di indonesia bersikap rasis, diskriminatif terhadap Islam dan pribumi. Termasuk Bank Mega grup milik Salim.
Chairul Tanjung boneka di Bank Mega, Trans Corp atau Grup Para. Dia hanya jongos, yang kini sibuk membiayai jokowi agar jadi presiden boneka.
Bank Mega itu sejatinya reinkarnasi Bank BCA milik Salim. Mereka rampok 55 Triliun dari BLBI/APBN RI lalu sebagian digunakan beli Bank Mega.
Hampir semua konglomerat China lakukan korupsi pajak, korupsi bea masuk, royalti, iuran dan kewajiban2 pada negara.
Hampir semua konglomerat China menyimpan uang dan kekayaan mereka ke luar negeri terutama singapura dan China. Sudah jadi rahasia umum.
Kita mengenal Eddy Tansil yang pada puluhan tahun lalu saja sudah korupsi 1.3 triliun di Bapindo (BUMN), kakaknya Hendra Rahardja juga korup.
Hendra Raharja konon “sudah meninggal” di Australia. Hendra Buron ke Australia setelah merampok BLBI triliunan rupiah melalui Bank BHS.
Sebut saja 10 konglomerat China, semuanya pasti koruptor, perampok dan rasis. Sebut 100, mungkin ada 1-2 yang nasionalis dan bersih.
Sebut 1000 konglomerat China di indonesia, mungkin kita dapatkan 5-10 konglomerat yang bisa kita akui sebagai WNI sejati. Sisanya? Bajingan!
Tak heran Prabowo Subianto pernah teriak : “Indonesia rela mundur 50 tahun, asal para WNI etnis China busuk diusir semua dari RI!”
Sesungguhnya para Petinggi Negri ini mengetahui dgn Terang! Tentang Kejahatan China. Tetapi Hanya PRABOWO yg paling Berani Lantang! Bersuara. Itulah sebabnya ia Di Benci..
Anda masih Ragu dengan Keterangan ini??
Silahkan pilih AHOK

Sukria

(nahimunkar.com)