Rabu, 14 Ramadhan 1436 H / 1 Juli 2015

nikah-masal160310jaJAYAPURA (voa-islam.com) – Beberapa muslim dari Papua Nugini (PNG) memperdalam agama Islam di Jayapura, Papua, negara tetangga Indonesia disebelah timur Papua.

Bahkan populasi muslim Papua Nugini meningkat sekitar 500 persen dalam 10 tahun terakhir, sejak peristiwa serangan sembilan September di Amerika Serikat pada tahun 2001 lalu. Saat ini, ada sekitar 4.000 Muslim di negeri ini, dengan banyak memeluk kepercayaan ini dalam beberapa tahun terakhir

Menurut penelitian seorang akademisi dan pakar studi Islam Australia Dr. Scott Flower, populasi muslim Papua Nugini tumbuh 500 persen dalam sepuluh tahun, lapor lembaga Islam berbasis di Australia Muslim Village.

Wikipedia merilis, bahwa orang-orang yang saat ini Papua Nugini dan Papua Barat berdagang dengan Cina dan kerajaan malay, yang terakhir yang beragama Islam, dimulai pada abad ke-16.

Pada tahun 1988, umat Islam di Papua Nugini mendirikan pusat Islam pertama, dengan bantuan dari Malaysia berbasis organisasi Islam dan Kementerian urusan Islam Arab Saudi.

Pada tahun 1996, tiga pusat Islam didirikan, dengan bantuan dari Liga Muslim Dunia. Sekarang ada tujuh pusat-pusat Islam di negara ini. Masjid pertama yang dibangun di Port Moresby, dengan kapasitas untuk menyimpan hingga 1.500 jamaah.

Salah satu warga muslim Papua Nugini diwawancarai saat menunggu waktu berbuka puasa di mushola Firdaus Asso, Angkasa, Kota Jayapura, Selasa, seorang warga PNG, Sulaiman, mengatakan bahwa dia sedang mendalami Islam di satu pesantren di kawasan Entrop, Jayapura.

“Saya mualaf seperti halnya kedua orang tua saya,” kata Sulaiman, yang mengaku berasal dari Jawaka, PNG, kepada Antara.

Bersama sembilan rekannya, Sulaiman berencana tinggal di Jayapura selama empat bulan untuk mendalami Islam.

Muslim PNG yang belajar agama di Jayapura berasal dari Vanimo, Simbo, Jawaka dan Port Moresby.

Nur Akmad Ihsan yang berasal dari Magelang datang ke Jayapura bersama beberapa rekannya untuk mendampingi tamu dari PNG yang ingin memperdalam Islam.

“Kami akan mendampingi mereka secara bergantian,” kata Ihsan di Mushola Firdaus Asso, yang berdiri di tengah-tengah permukiman warga muslim asal Pengunungan Tengah.

Hikmah dibalik Serangan Gedung WTC New York, 9/11

Akademisi dan pakar studi Islam Australia Dr. Scott Flower, populasi muslim Papua Nugini tumbuh 500 persen dalam sepuluh tahun, Flower melakukan penelitian lapangan di kalangan komunitas muslim di Papua Nugini yang mayoritas penduduknya Kristen.

Dia menemukan terjadinya perkembangan Islam yang pesat di negara itu bukan karena masuknya muslim asing ke sana, melainkan dari kemauan penduduk setempat menyatakan ikrar syahadat masuk Islam.

Dia mengatakan, ketika media menyoroti terhadap tragedi pembowan gedung World Trade Center, kota New York, Amerika Serikat pada 11 September 2001 lalu yang sangat memburukkan citra Islam itu, justru orang-orang menyadari alternatif terbaik adalah Islam sebagai rahmat bagi semesta alam.

Papua Nugini adalah sebuah negara yang terletak di bagian timur Pulau Papua dan berbatasan dengan Indonesia (Provinsi Papua) di sebelah baratnya.

Papua Nugini adalah salah satu negara yang paling beragam, dengan lebih dari 850 bahasa lokal asli dan juga banyaknya komunitas-komunitas kecil yang dimiliki dengan populasi penduduknya sekitar enam juta jiwa.

Papua Nugini juga salah satu negara yang paling luas wilayah perkampungannya, dengan hanya 18 persen penduduknya menetap di pusat-pusat perkotaan.

Negara itu adalah salah satu negara yang paling sedikit dijelajahi, secara budaya maupun geografis, dan banyak jenis tumbuhan dan binatang yang belum ditemukan terdapat di pedalaman Papua Nugini. [antara/mina

http://voa-islam.com/read/indonesiana/2015/07/01/37964/meningkat-500-persen-muslim-papua-nugini-perdalam-islam-di-jayapura/#sthash.7xdPMwaG.orPKmwAI.dpuf

(nahimunkar.com)

(Dibaca 11.909 kali, 1 untuk hari ini)