Menjaga diri memang perlu hati-hati dan waspada. Pegangannya adalah ayat dan hadits dengan pemahaman yang benar. Juga wajib menjaga diri dari menyembunyikan kebenaran. Serta menjaga diri dari lebih cenderung ke kelompok ataupun kepentingan duniawi. Sehingga bila lulus, maka itulah yang tidak surut dan takut karena dicela, dan tidak bangga karena dipuji, serta tidak mengapa walau dijauhi.

Memang itu sulit. Kadang-kadang atas nama kebenaran atau sebaliknya sejatinya hanya  pertemanan, atau kurang wawasan  dsb justru berani menyalahkan orang yang belum tentu salah, dan secara tidak terasa terbawa ke arus mendukung kezaliman. Padahal, terhadap yang disalahkan itu belum jelas ancamannya, sedang terbawanya ke arus diam-diam terhitung sebagai mendukung kezaliman itu jelas ada ancamannya dalam Islam.

Itulah yang perlu disadari, diwaspadai, dan dijadikan bahan untuk berhati-hati dalam menjaga diri.

Di antara ancaman yang nyata adalah ini.

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِكَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ أَعَاذَكَ اللَّهُ مِنْ إِمَارَةِ السُّفَهَاءِ قَالَ وَمَا إِمَارَةُ السُّفَهَاءِ قَالَ أُمَرَاءُ يَكُونُونَ بَعْدِي لَا يَقْتَدُونَ بِهَدْيِي وَلَا يَسْتَنُّونَ بِسُنَّتِي فَمَنْ صَدَّقَهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَأُولَئِكَ لَيْسُوا مِنِّي وَلَسْتُ مِنْهُمْ وَلَا يَرِدُوا عَلَيَّ حَوْضِي وَمَنْ لَمْ يُصَدِّقْهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَلَمْ يُعِنْهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَأُولَئِكَ مِنِّي وَأَنَا مِنْهُمْ وَسَيَرِدُوا عَلَيَّ حَوْضِي

الراوي : جابر بن عبدالله المحدث : الألباني

المصدر : صحيح الترغيب الصفحة أو الرقم: 2242 خلاصة حكم المحدث : صحيح لغيره

/Dorar.net

Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Ka’b bin’ Ujroh, “Semoga Allah melindungimu dari Imaratis Sufahaa’ (pemerintahan orang-orang yang bodoh)”, (Ka’b bin ‘Ujroh Radhiyallahu’anhu) bertanya, apa itu pemerintahan orang-orang bodoh? (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) bersabda: “Yaitu para pemimpin (kekuasaan) sesudahku yang tidak mengikuti petunjukku dan tidak pula berjalan dengan sunnahku, barangsiapa yang membenarkan mereka dengan kebohongan mereka serta menolong mereka atas kedholiman mereka maka dia bukanlah golonganku, dan aku juga bukan termasuk golongannya, mereka tidak akan datang kepadaku di atas telagaku, barang siapa yang tidak membenarkan mereka atas kebohongan mereka, serta tidak menolong mereka atas kedholiman mereka maka mereka adalah golonganku dan aku juga golongan mereka serta mereka akan mendatangiku di atas telagaku. (Musnad Ahmad No.13919, shahih lighairihi menurut Al-Albani dalam Shahih at-Targhib).

(nahimunkar.org)

(Dibaca 307 kali, 1 untuk hari ini)