Menjelang Pemilu Presiden 2014, Jokowi berangkat ke Makkah hari Ahad (6/7/2014) dari Bandara Soekarno Hatta, Tangerang. Dia dan rombongan berada di Tanah Suci dua hari, dalam masa tenang menjelang pilpres (pemilu presiden) 9 Juli 2014.
Kini begitu Jokowi jadi presiden dan dilantik pada hari Senin, 20 Oktober 2014, ternyata yang dilakukan “ziarah” pertama kali ke luar negeri adalah ke negeri komunis Cina (8/11 2014). Rombongan ini menggunakan pesawat kepresidenan Boeing Business Jet 2, berjumlah 50 orang, termasuk pengawal dan wartawan.
Dijadwalkan, Jokowi akan ke Myanmar pula. Kita tunggu, apakah Presiden Jokowi berani untuk mempersoalkan pembantaian terhadap Umat Islam Rohingya di Myanmar yang sampai kini Umat Islam itu masih terus mengalami penderitaan dan penyiksaan.
Perlu diketahui, Sungguh ironi, saat Eropa dan Amerika telah mendorong Perserikatan Bangsa Bangsa untuk mengeluarkan resolusi yang berisi kecaman terhadap tindakan pembersihan etnis atau genosida kepada muslim Rohingya di Myanmar, justru pemerintah Indonesia malah menolak resolusi itu. Padahal, Indonesia dan Myanmar merupakan negara tetangga di AsiaTenggara.
Hal ini menjadi pembahasan utama dalam diskusi antara Wakil Ketua DPR Bidang Korpolkam Fadli Zon saat menerima Ketua Parlemen Agama se-dunia Imam Abdul Malik Mujahid di ruang kerjanya, Gedung Nusantara III, Rabu (29/10/14). Abdul Malik didampingi sejumlah intelektual muda Islam, diantaranya Prof. Wan Mohd Nor Wan Daud. https://www.nahimunkar.org/mengherankan-indonesia-bela-pembantaian-terhadap-muslimin-rohingya/
Bagaimana sikap Jokowi ketika nanti berkunjung ke Myanmar, mari kita tunggu saja.
Sebelum kita simak berita tentang kunjungan Jokowi ke Negeri Komunis Cina, mari kita simak kelatahan media:

Latah Media: Republik Rakyat Cina pun Disebut Tiongkok

OPINI | 28 March 2014 | 16:07

Foto Tribunnews

Foto Tribunnews

Gara-gara SBY menetapkan (atau apa bahasanya, entahlah) bahwa penggantian sebutan kata Cina bagi orang-orang keturunan “Cina”, dengan Tiong Hoa, maka media ikut-ikutan mengganti penyebutan negeri yang dijuluki tirai bambu itu dengan Tiongkok. Kedengaran mirip cerita silat Kho Ping Ho kan? Apalagi pemberitaannya berbarengan kasus kecelakaan Malaysia Airlines. Okelah, kalau di suatu masa dalam sejarah, negeri itu pernah disebut Tiongkok, tapi saat ini mereka pun punya nama Internasional yang sudah umum dikenal sebagai China (People’s Republic of China), atau Cina dalam ejaan Indonesia. Demikian tulis kupret el-Kazhiem di http://hiburan.kompasiana.com/.
Tentang kunjungan Jokowi pertama kali ke negeri komunis Cina, inilah beritanya.
***

Minggu, 09 November 2014 07:42 WIB | 20 Views

Jokowi Temui Xi Jinping

Beijing, baranews.co – Setelah tiba di Beijing, Republik Rakyat Tiongkok, Sabtu (8/11) sore, Presiden Joko Widodo, Minggu pagi, langsung bertemu Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Perdana Menteri Li Keqiang. Selain menggelar pertemuan bilateral, temu bisnis, Jokowi juga melihat fasilitas pelabuhan terpadu di kota Tianjin.

Dalam kunjungan luar negeri yang pertama setelah dilantik sebagai Presiden pada 20 Oktober lalu, Jokowi yang didampingi Ny Iriana Jokowi disambut di Bandara Capital, RRT, oleh Duta Besar RI untuk RRT Sugeng Rahardjo dan Duta Besar RRT untuk Indonesia Xie Feng.

Ikut dalam rombongan Presiden, selain putrinya, Kahiyang Ayu, juga Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Gusti Kanjeng Ratu Hemas, Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil, Sekretaris Kabinet Andi Wijayanto, dan Direktur Eksekutif Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Rizal Sukma. Rombongan Presiden, yang menggunakan pesawat kepresidenan Boeing Business Jet 2, hanya berjumlah 50 orang, termasuk pengawal dan wartawan.

Saat turun dari pesawat, Jokowi mengenakan batik lengan panjang warna coklat muda bermotif parang. Adapun istrinya mengenakan kebaya merah yang dipadu dengan kain bermotif sama dengan baju Jokowi.

Kedatangan Presiden Jokowi cukup menarik perhatian puluhan wartawan asing yang meliput dari jarak sekitar 300 meter dari tangga pesawat. Salah seorang anggota staf Kedutaan Besar RI di Beijing mengatakan, wartawan yang meliput itu tak hanya dari media di Tiongkok, tetapi juga dari sejumlah negara lainnya.

Setelah tiba di Hotel Kempinski, Presiden disambut Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi dan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, yang lebih dulu berangkat sehari sebelumnya. Di lobi hotel, puluhan warga Indonesia juga ikut menyambut kedatangan Presiden Jokowi. Mereka antusias ingin bersalaman.

Bertemu Obama dan Putin

Dalam kunjungan di RRT, selain akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (KTT Apec), Presiden juga akan melakukan pertemuan bilateral dengan sejumlah pemimpin negara maju, seperti Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe.

Kunjungan Jokowi berikutnya dilanjutkan ke Naypyidaw, Myanmar, untuk mengikuti serangkaian KTT ASEAN dengan negara-negara mitra mulai Rabu-Kamis (12-13/11) depan. Selanjutnya, Presiden akan bertolak ke Brisbane, Australia, untuk menghadiri KTT G-20 hingga Minggu (16/11).

Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, yang mengantar keberangkatan Presiden, mendoakan agar Jokowi sukses menjalankan tugas pertamanya itu. Ia juga mengharapkan Jokowi bisa menjadi bintang dalam pertemuan dengan para kepala negara dan pemerintahan itu.

”Doakan saja supaya sukses dan menjadi bintang seperti Obama. Kalau dulu Obama, semoga tahun ini ’Obama’ kita bisa menjadi bintangnya,” kata Ahok.

Sebelumnya, di kompleks istana, Jumat (7/11), Andi Wijayanto mengatakan, dalam pertemuan KTT APEC, Presiden akan menyampaikan pembangunan infrastruktur Asia, yang merupakan program bersama Pemerintah Tiongkok dan negara-negara ASEAN ditambah 10 negara lainnya.

”Secara khusus, Pak Jokowi juga akan memadukan gagasan kita tentang poros maritim dunia dengan konsepsi Tiongkok berkaitan dengan Jalan Sutra Baru di abad ke-21,” ujarnya.

Tentang pertemuan Jokowi dengan Obama, Putin, dan Shinzo Abe, Wakil Presiden Jusuf Kalla yang ikut mengantar keberangkatan Presiden mengatakan, selain menyampaikan kepentingan bangsa, Presiden juga akan berkenalan. (WHY/SON/HAR)/KOMPAS cetak

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.766 kali, 1 untuk hari ini)