• Sejarah penghancuran kemusyrikan, 20 Ramadhan 8 H


Ilustrasi cover buku Hartono Ahmad Jaiz, Nabi-nabi Palsu dan Para Penyesat Ummat, Pustaka Al-Kautsar, Jakarta. Foto/ perpustakaanjic

Para penerus pengusung kemusyrikan di Arab sekitar Ka’bah, Amr bin Luhai hendaknya sadar. Ancaman neraka bahkan telah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kemukakan.

Di dalam tafsir al-Qur’anul Azhim tulisan Imam Ibnu Katsir disebutkan, “Orang yang pertama kali memerintahkan orang-orang agar menyalahi syari’at Allah Ta’ala adalah ‘Amru bin Luhay Qam’ah.”

Ia adalah sosok yang mula-mula memasukkan berhala-berhala ke dalam Ka’bah. Tidak berhenti, ia juga, “Mengajak orang-orang Quraisy untuk menyembah berhala-berhala tersebut,” demikian tulis Ibnu Katsir, “dan ajakannya mendapat respon dari orang-orang kafir lainnya.”

Karena perbuatannya itulah, Rasulullah Saw bersabda,

  • رَأَيْتُ عَمْرَو بْنَ لُحَيِّ بْنِ قَمْعَةَ بْنِ خِنْدِفَ أَبَا بَنِي كَعْبٍ هَؤُلَاءِ يَجُرُّ قُصْبَهُ فِي النَّارِ, لأنه أوَّلُ منْ سَيَّبَ السواَئِب

    Sabda Nabi, “Aku melihat ‘Amru bin Luhay bin Qama’ah menarik ususnya di dalam neraka,” sebabnya karena, “Dialah yang pertama kali membuat Saaibah.”

    Hadits yang mulia ini diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Imam Muslim dalam kitab Shahihnya. / kisahikmah.com

     

Kini Kemusyrikan merajalela, bahkan seakan dikampanyekan untuk diketahui ke seluruh dunia. Dukun pawang hujan yang dipertontonkan di acara besar MotoGP Mandalika 2022 sama dengan memamerkan kemusyrikan terang-terangan ke seluruh dunia.

Bila kita tengok ke belakang, kenapa kemusyrikan perdukunan dengan aneka ubo rampe dan thethek bengeknya (perangkat dan aneka macam rangkaiannya) itu kini sampai dipamer-pamerkan sedemikian rupa; rupanya memang ada pentolan-pentolan pengusung kemusyrikan itu, dan ada semacam ‘sekoci’ yang mendukungnya.

Coba saja kita simak ini.

***

Persatuan Dukun Nusantara di Banyuwangi

Posted on 8 Februari 2021

by Nahimunkar.org

Persatuan Dukun Nusantara di Banyuwangi

 
 

– Sekjen MUI: “Perdukunan itu terlarang, banyak mudarat dan merusak keimanan.”

https://news.detik.com/…/komentari-persatuan-dukun…

– Pemerhati budaya Jatim: “Banyak mudaratnya!”

https://jatim.suara.com/…/kritik-persatuan-dukun…

– Ketua Pengurus Besar NU: “Ya nggak apa-apa, kan orang Indonesia kan? Apa masalahnya? Akidah ya tugasnya kiai-kiai untuk ngurusin akidahnya.”

https://news.detik.com/…/soal-persatuan-dukun-nusantara…

Pertanyaan: Pernah ga ketemu penuntut ilmu, yang belajar aqidah tapi next time aqidahnya ga bermanfaat? Pernah ga ketemu pelajar fiqh tapi apa-apa soal bid’ah selalu dibela dan diporsikan sebagai khilafiyyah? Kalau pernah, pasti kamu tahu satu perahu sama yang mana.

Kalau kamu bersungut marah, ya mungkin kamu yang pernah kita lihat itu.

Hasan Al-Jaizy Al-Jaizy

etScp20 ntonshjroramaed  ·

***

Daftar 40 Ritual Kesyirikan Berkedok Kearifan Lokal di Indonesia, PBNU Mengusung Kemusyrikan

Posted on 12 November 2020

by Nahimunkar.org

Selengkapnya silakan simak di link ini:

https://www.nahimunkar.org/persatuan-dukun-nusantara-di-banyuwangi/

***

Sejarah penghancuran Kemusyrikan 20 Ramadhan 8 Hijriyah.

Di negeri ini, kemusyrikan yang diusung bahkan didukung oleh golongan tertentu yang mengaku Islam itu sampai menjelang Ramadhan 1443H/ 2022 justru tampaknya semakin dibesarkan.

Bila kemusyrikan di Arab dapat ditumbangkan pada bulan Ramadhan 8 Hijriyah, apakah kemusyrikan di negeri yang merupakan negeri terbesar jumlah Islamnya di dunia ini tidak ada upaya untuk mengikis habis kemusyrikan, terutama di Bulan Ramadhan? Toh Wakil Presidennya adalah seorang ulama, KH Ma’ruf Amin, yang tentu saja faham betul bahwa kemusyrikan itu disamping dosa paling besar, masih pula dalam sejarah telah banyak dihancurkannya negeri2 yang penduduknya orang2 musyrik, adalah karena kemusyrikan mereka. Karena Allah Ta’ala murka ketika disekutukan dengan apapun.

‘Amr bin Luhay Al-Khuzai عمرو بن لحي perintis kemusyrikan di Arab

Dalam sejarah kelam kemusyrikan zaman jahiliyah di Arab, ternyata ada pentolan yang mengusung kemusyrikan, hingga Ka’bah Baitullah (Rumah Allah) di Makkah dikitari 360 patung berhala. Pengusung awalnya adalah ‘Amr bin Luhay Al-Khuzai عمرو بن لحي penguasa kunci Ka’bah. (Sejarahnya dapat dilihat di antaranya di buku Hartono Ahmad Jaiz, Nabi-nabi Palsu dan Para Penyesat Ummat, Pustaka Al-Kautsar, Jakarta. https://www.nahimunkar.org/nabi-nabi-palsu-dan-para-penyesat-umat/ ).

Pada hari kedua puluh Ramadhan tahun 8 Hijriyah, Fathu Makkah (Penaklukan Kota Makkah Al-Mukarramah) terjadi, hingga 360 berhala di sekitar Ka’bah itu barulah dijungkir-jungkirkan dengan disodoki pakai busur oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, atas pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Alhamdulillah.
 

Kemusyrikan di tanah suci Makkah itu telah dihapus dengan diutusnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana kemusyrikan di zaman2 sebelumnya pun dihapus oleh para utusan Allah Ta’ala, agar manusia dan jin hanya menyembah Allah saja tanpa menyekutukanNya (tanpa disertai kemusyrikan), namun hingga kini kemusyrikan masih ada, dan bahkan masih merajalela. Walaupun di negeri yang jumlah ummat Islamnya terbesar di dunia sekalipun; ternyata kemusyrikan dengan aneka macamnya masih merajalela. Itu semua karena memang ada pentolan-pentolan yang sengaja mengusungnya, sebagaimana sejarah kelam jahiliyah tersebut ada pula pentolan pengusung kemusyrikannya.

https://www.nahimunkar.org/viral-nametag-petugas-pawang-hujan-saat-kunjungan-jokowi-ke-riau/

(nahimunkar.org)