Ilustrasi

.

Kehidupan kapitalis telah membuat orang berpikir melakukan segalanya tanpa etika, apalagi saat mereka susah. Rasa malu dibuang jauh-jauh untuk sekedar meraup pundi-pundi uang. Begitulah yang terjadi di Jepang yang sedang mengalami masa krisis.

Dengan alasan ekonomi yang susah, banyak penduduk Jepang kedapatan masuk ke bisnis pornografi. Yang lebih jelek lagi adalah ada di antara mereka melakukan tindakan kotor dengan memasang kamera pengintip aurat untuk kemudian menjual hasil rekamannya.

Hal itu diungkapkan majalah mingguan Shukan Jitsuwa terbitan yang dikutip Tribunnews.com, Kamis (2/1/2014) khususnya mengenai bisnis intip-mengintip menargetkan wanita dan aurat besarnya saat di kamar kecil atau saat mandi sekali pun.

Salah satu pelaku ditangkap polisi Jepang tanggal 9 Desember 2013, sekitar pukul 11.30 waktu setempat, yaitu Hideaki Shoji, yang bermukim di Yokohama. Hideaki ditangkap karena merekam  pelajar wanita 21 tahun , dengan kamera digitalnya dari belakang saat wanita itu menaiki tangga berjalan di stasiun Kuhonbutsu, Tokyu Oimachi Line di daerah Setagaya. Jelas hal ini didukung oleh perilaku wanita Jepang yang telah sangat jauh dari adat ketimuran yang mengajarkan kesopanan.

Hideaki ditangkap dengan tuduhan melanggar UU Gangguan Masyarakat. Ia terbukti memiliki sedikitnya 1.000 foto asusila beserta filmnya, di mana 500 gambar yang direkamnya telah diunggah ke internet sejak 2011. Pelaku mengakui semua perbuatannya tersebut. Setiap hari sekitar lima jam, ia terus berada di kereta api dan berjalan di sekitar stasiun kereta api, kemudian mengambil gambar asusila tersebut tanpa sepengetahuan para korban.

Perilaku macam ini tak cuma monopoli kaum lelaki saja. Para wanita juga tak mau kalah dengan mengunggah video pribadinya dengan berbagai macam cara. Situs yang menjadi pengepul rekaman asusila macam ini menarik untung dari sejumlah uang yang ditransfer lewat kartu kredit pengunduh. Kemudian mereka yang mengunggahnya mendapatkan bagi hasil dari keuntungan tersebut.

[sksd/tribun] Shoutussalam.com –  Senin, 03 Rabi`ul Awwal 1435H / January 6, 2014 in NewsWorld.

***

 

Ada peringatan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang akan datangnya zaman, di mana orang tidak lagi perduli, apakah dalam mencari uang itu dari jalan halal atau haram:

عَنْ أَبي هُرَيْرَةَ ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ : لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لَا يُبَالِي الْمَرْءُ بِمَا أَخَذَ الْمَالَ أَمِنْ حَلَالٍ أَمْ مِنْ حَرَامٍ  (البخارى  وأبو يعلى)

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Pasti akan datang pada manusia suatu zaman dimana orang tidak perduli lagi dengan apa dia mengambil harta, apakah dari yang halal ataukah dari yang haram. (Hadits shahih riwayat Al-Bukhari dan Abu Ya’la).

(nahimunkar.com) 

(Dibaca 5.445 kali, 1 untuk hari ini)